
“zahra...."
namun ia tetap saja terdiam seakan mengisyaratkanku untuk pergi menjauh, namun diri ini tetap saja bersikeras ingin tahu apa yang tengah terjadi.
"Zahra... maaf kalo sebelumnya mas ikut campur dan pengen tahu apa yang tengah zahra rasakan, tapi alangkah baiknya di sharing aja, siapa tahu mas bisa sedikit membantu mencari jalan keluarnya.
ia menoleh ke arahku, lalu bergeser, seakan-akan mempersilahkanku untuk duduk.
aku menghamipirinya lalu duduk disampingnya, ku perhatikan dirinya yang terus saja menundukan pandangannya, matanya sedikit sembab, pipinya basah oleh air mata.
"Ayo cerita" pintaku
ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalo gitu biar mas aja ya yang cerita"
ia tetap saja menundukan kepalanya.
"Zahra tahu gak?? dulu ada Anak Lelaki dari kota lagi main di sawah terus Sandalnya Putus, terus nangis?"
Zahra menoleh ke arah ku seakan tak asing dengan yang tengah aku ceritakan, lalu aku kembali bercerita.
"terus ada Anak kecil, Perempuan, yang usianya jauh dibawah si anak Laki-laki itu, dateng ngasih sendalnya buat dipake, tapi karena ukurannya jauh lebih kecil, akhirnya si Anak Perempuan itu ngajak ke Pondok ini buat ngebenerin sendalnya yang putus, terus mereka jadi sering main bareng, sampai akhirnya si Anak Laki-laki harus kembali tinggal di Kota, sebelum berangkat, si anak perempuan meluk si anak laki-laki itu sambil nangis, teru teriak "aku mau ikut" "
__ADS_1
wajah Zahra berubah derastis, mimiknya seakan tak percaya dengan yang aku bicarakan, dahi nya mengerut, lalu berkata.
"mas Jhonathan tahu darimana to cerita itu?? pasti di ceritain bapak yo? apa PaDe Suryo?"
aku hanya tersenyum lalu melanjutkan cerita
"dan sekarang Anak laki-laki itu sudah bertemu lagi dengan Anak Perempuan yang baik hati, bahkan sekarang sedang duduk berdua di bangku, diatas bukit"
"mas gak bercanda kan???, mas beneran anak itu??"
pertanyaanya seakan-akan memastikan..
lalu aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya..
"tenan iki mas??" ucapnya seraya memperhatikanku dari ujung rambut hingga kaki.
"oalah.... pantesan Mas sama PaDe Suryo udah kaya kenal lama banget, ternyata..."
ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tertawa..
"nah gitu dong ketawa, kan jadi lebih sedep dipandang"
"ahhh mas mulai lagi nih gombalnya."
__ADS_1
"kapan mas pernah gombal ke kamu, ini pertamakalinya loh, hahaha..."
kami tertawa bersamaan dengan datangnya Ihrom dari belakang, lalu menyapa kami.
"Assalamualaikum..."
kami menoleh, sedikit terkejut dengan kedatangannya lalu menjawab salamnya.
"Waalaikumsalam.."
Ihrom berjalan mendekati kami berdua
"wah sepertinya kedatangan saya kesini mengganggu kalian ya?" tanyanya.
"enggak ko, kita cuma lagi cerita-cerita ringan aja"
ku lihat zahra yang hanya terdiam setelah kedatangan Ihrom, ia menunduk, memalingkan wajahnya seakan-akan tengan menghindar dari Ihrom.
"Zahra..." ihrom memanggil Zahra, namun tak direspon sedikitpun.
lalu ia melanjutkan perkataannya.
"Zahra, saya disuruh Pak Kyai untuk menjemput kamu, katanya ada sesuatu yang harus dibicarakan"
__ADS_1
lalu Zahra berdiri dan bergegas pergi meninggalkan kami berdua, kulihat Ihrom yang sedari tadi berdiri disampingku, wajahnya terlihat agak terkejut dengan apa yang barusan terjadi, sedangkan aku hanya terdiam dan tak tahu harus ber reaksi seperti apa.
lalu Ihrom mengejar Zahra tanpa berkata apapun.