ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Skenario Tuhan #18


__ADS_3

Beragam, bukan berbeda. Berwarna, bukan tak sama.


Kita bersatu karena perasaan bukan karena kita sama.


Karena memang sesungguhnya, manik-manik tasbihku tetap berbeda dengan manik-manik rosariomu.


LDR terjauh saat Assalamualaikum dibalas dengan Shalom.


Cinta diciptakan untuk menyatukan perbedaan. Meski agama yang menjadi perbedaannya.


Meskipun kebahagiaan belum kita temui, kebersamaan ini yang layak kita nikmati. Sambil kita pikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya nanti.


Kamu, adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.


Bagian diriku merasa sakit mengingat dirinya yang sangat dekat, tapi tak tersentuh.


Tuhan memang satu, kita yang tak sama.


Jangan berusaha memeluk sesuatu yang sudah kamu perkirakan nggak akan sanggup kamu peluk.


Bilang pada Tuhanmu, aku hanya ingin mencintai umat-Nya. Bukan merebut dari-Nya.


Jika Tuhan menyatukan manusia dengan cinta, tapi kenapa Tuhan memisahkan manusia dengan perbedaan?


Saling mendoakan satu sama lain walau dengan keyakinan yang beda.

__ADS_1


Karena yang seiman akan bertemu di akhir cerita bukan di awal cerita seperti kita.


Kita sudah tahu, aku dan kamu memiliki jalan yang berujung luka.


didalam hati ini hanya satu nama yang ada di tulus hati, ku ingin ini kesetiaan yang indah takkan tertandingi hanyalah dirimu satu peri cintaku, benteng begitu tinggi sulit untuk kugapai, bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan untuk menjaganya sepenuh jiwa.


setelah pertemuan pertama aku dengan kedua orangtua Kinan berjalan dengan tidak sesuai keinginan, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti saja apa yang mereka ingin, sebuah hubungan tanpa kepastian akan lanjut atau tidak.


beberapa hari aku dan Kinan saling berdiam diri tak menyapa satu sama lain, bukan karena apa, kami hanya ingin meyakinkan hati kami dan menguatkannya kembali.


Ayah dan Ibu Kinan sering berkunjung ke Jakarta setelah kejadian tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk menjaga jarak terlebih dahulu.


aku yakin dengan begini rasa Cinta kami akan semakin erat.


awalnya berat, tapi seiring berjalannya waktu membuat kami sadar akan kata Rindu yang sebenarnya.


"Jo, semenjak kepergian kamu ke Bandung, Kinan kok sudah tidak ada lagi berkunjung ke Rumah ini?"


aku hanya bisa menjawab "Kinan sedang Sibuk Bu, nanti kalo udah gak sibuk pasti dateng kesini lagi kok, Ibu gak usah Khawatir, Jojo dan Kinan baik-baik aja Kok"


beberaoa kali juga Ibu sering berbicara perihal keinginannya untuk melihat aku menikah sebelum Allah menjemputnya pulang.


"tiap Sholat Ibu selalu minta ke Gusti Allah untuk jangan dulu di panggil, sebelum Ibu melihat putra kesayangan Ibu ini menikaj dengan wanita pujaannya" begitu kata Ibu.


aku hanya menjawab "Doakan saja Bu, semoga secepatnya".

__ADS_1


Kondisi Ibu sudah mulai membaik sebenarnya, bujukan Kinan untuk Ibu melakukan segala proses Kemoterapi dan pengobatan akhirnya berhasil, sudah beberapa minggu ini Ibu sudah bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang sebelumnya di handle oleh bu Sumi.


Bu Sumi sengaja aku ajak ke Rumah Ibu untuk menjaga Ibu selama aku di Rumah Sakit.


*kring... kring.... kring....*


alarm handphoneku berbunyi, jam menunjukan pukul 1:30 dinihari, aku bersiap-siap untuk melaksanakn ibadah malamku.


tahajud lalu dilanjut dengan Istikharah, udara malam menyusup lewat celah jendela kamar, angin semeliwir membawa rindu yang tak terbendungkan.


suara binatang malam saling bersahutan tanpa henti, Kota masig tertidur dengan lelap, malam itu Bulan tengah bersinar cukup terang, beberapa bintang juga terlihat di sudut langit.


malam itu sujudku ku lakukan agak lama, untuk bercerita kepada sang Pencipta, kapan lagi bercerita kepada bumi tapi didengar oleh sang langit bukan?


tanpa sadar air mata ini mengalir tanpa aba-aba.


"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang maha membolak-balikkan hati tiap hambanya, garis hidup yang selama ini engkau guratkan untuk kehidupanku sangatlah berliku, tak semulus garis hidup orang lain, bukannya aku tak bersyukur, aku sangat bersyukur dengan apa yang engkau titipkan, lahir dari keluarga berada, mempunyai teman yang setia menemaniku dalam semua keadaan, perjalanan karir Dokter ku pun cukup mulus, tapi aku merasa masih saja ada yang kurang dalam hidup yang ku jalani ini, aku hanya meminta agar di segerakan untuk bertemu dengan jodoh yang sudah engkau persiapkan, izinkan aku menyempurnakan agamaku sebelum Ibu menutup matanya, aku ingin Ibu bahagia melihat aku bahagia bersama seseorang yang suatu saat nanti akan menemaniku sampai tua.


Ya Allah jika Kinan yang engkau maksud, maka muluskanlah jalan kami, jangan lagi ada penghalang, aku mengerti bahwasannya engkau maha mengetahui apa yang terbaik untuk tiap hambanya"


tiba-tiba aku teringat Pa'De Suryo, sudah lama rasanya aku tidak mengetahui kabarnya, semenjak aku kembali ke Jakarta, sudah tidak lagi berhubungan dengan beliau.


aku berfikiran untuk mengunjunginya nanti ketika Cuti ku di Aprove oleh pihak Rumah Sakit.


dan selintas aku berniat untuk mengajak Kinan untuk berkunjung ke kampung halamanku.

__ADS_1


Gunung Kidul Yogyakarta.


__ADS_2