ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Journey Began 2


__ADS_3

Setibanya disana aku langsung menuju balai untuk bertemu lurah disana yang kebetulan jaraknya gak terlalu jauh dari tempat kami beristirahat, sedangkan ricky dan Citra menunggu di Mushola yang tak jauh dari balai desa.




"yaudah kalian berdua tunggu dulu disini , gw kesana dulu.."



ricky yang tengah duduk sembari melepas sepatunya menjawab.


"okedeh gw mau bersihin badan dulu" ujar Ricky



lalu citra dengan spontan menyambar apa yang ricky bicarakan.


"bilang aja bersihin celana lu yang keBokeran tadi.... Kan.. hahahah..." ledek Citra.



lalu ricky melemparkan Kaus kaki yang baru saja ia lepas kehadapan citra, citra malah balik melemparkannya dan mendarat tepat di wajah ricky.




Aku hanya tertawa sambil berjalan ke arah balai desa meninggalkan mereka berdua yang tengah berseteru.




Namun setibanya disana tak ada seorangpun yang aku temui, mungkin karena ini hari minggu... alhasil aku kembali ke mushola tempat teman-teman ku beristirahat, namun ketika aku hendak berbalik arah, tiba-tiba ada seorang pria tua memanggilku.




"golettt sopo dek??" teriak pria tua tersebut.




Aku menjawabnya...




"nganuuuu pak...."




Karena aku tidak bisa dan ta mengerti sedikitpun bahasa jawa, akupun hanya membisu dan bergumam didalam hati.




"gimana cara gw ngomongnya nih...."




Namun Pria tersebut mengulang pertanyaannya seraya berjalan menghampiriku yang tengah berdiri mematung di depan pintu balai desa tersebut.




"golekkk sopo??"




"maaf pak , maksudnya??" ucapku.



lalu pria tua tersebut berkata.


"owh.... Adek mahasiswa dari Jakarta itu Tohhh??" ucap bapak tua tersebut.




Dengan spontan aku mendekatkan langkahku dan meraih tangan pria tua tersebut lalu memperkenalkan diri.



__ADS_1


"iya pak betul... saya Jhonatan, bapak siapa??"




Dengan nada medoknya , pria tua tersebut menjawab.




"panggil saja Pa'de Suryo, jadi dek Jhonatan hanya sendirian??"




"tidak pak... ehhh Pa'de.. dua orang teman saya sedang menunggu di mushola.




"jadi dek Jhonatan kenapa malah kesini?" tanya Pa'de Suryo..




"tadinya saya pikir disini ada orang Pa'De, eh pas nyampe sini kosong, apa gara-gara hari libur kali ya Pa'De " ucapku



"ada yang bisa Pa'De bantu?"



"jadi saya niatnya mau menemui kepala desa disini Pa'De, bisa antar saya?" tanyaku kepadanya.



"oalah... dek Jhonathan pasti lagi nyari tempat buat Tinggal selama disini kan?"



sambil tersenyum aku menjawabnya.


"Betul Pa'De"






"kebetulan Kepala Desa disini sudah menyediakan tempat buat adek Jhonatan dan teman,.. mari Pade antar..."



"ohhh baiklah kalau begitu"



Kami berjalan menuju tempat yang dimaksud Pade..




Tak lama kamipun sampai ..




"nahh itu tempatnya" tunjuk pade suryo.




Alangkah terkejutnya ketika aku sadari jikalau tempat tersebut merupakan pesantren yang cukup Luas, namun tak seluas Pondok Pesantren yang ada Di Pusat Kota Jogja.. mungkin jika dibandingkan ini hanya seperlimanya saja...




Terlihat santri lelaki saja yang tengah berAktifitas diluar pesantren, ada yang tengah berladang, memotong kayu bakar dan ada yang tengah membersihkan lingkungan sekitar Pondok, semuanya saling bahu membahu membantu satu sama lain.




"Dekk Jhonatan!" tepuk pakde suryo.


__ADS_1



Seketika diri ini yang sedang menikmati pemandangan yang sangat jarang aku lihat itu mendadak Kaget.




"ehh iya pade" jawabku




"silahkan ... ditempat ini dek Jhontan beserta Teman akan tinggal"




"iya pade terimakasih , kalau begitu saya panggil teman saya dulu" kataku.




"tak usah ... biar santri sini saja yang menjemput teman-teman dek Jhonathan"




Lalu Pa'de suryo memanggil seorang santri yang tengah bekerja..




"Sahillll.... Mriki leee" seru pade dengan bahasa jawa.




Anak itupun mendekat.. pade suryo melanjutkan pembicaraannya.




"parani batire mas Jhonatan sing nang Mesjid"



ia mengangguk seraya berkata


"nggih Pade" lalu berjalan beranjak dari hadapan kami.


Anak itupun berlari meninggalkan kami berduan menuju Citra dan Ricky yang ada di Mushola.




Sambil mempersilahkan aku untuk masuk, Pa'De Suryo menunjukan tempat tinggalnya..




" dek Jhonatan.... Silahkan, kalau ada perlu atau membutuhkan apapun jangan sungkan njehhhh.... Rumah Pade ada disamping Pondok ini."




"iya Pade Terimakasih"




"sami-sami, kalau begitu pade tinggal dulu.. Assalamualaikum " tutur sopan Pade




Aku tersenyum dan sedikit membungkuk membalas Salam Pade.




"Waalaikumsalam"



__ADS_1




__ADS_2