ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Skenario Tuhan #13


__ADS_3

Ketika kita berusaha membuka kembali hati yang sudah lama tertutup, rasanyaa.....


tak bisa di deskripsikan dengan untaian kata-kata, awalnya ragu dan takut, tapi seiring berjalannya waktu, ketakutan itu menjelma rindu yang tak dapat terbendung.


rasa traumatik memang wajar, namun kita tak bisa terus-terusan terjebak dalam rasa itu, mencoba membuka lembaran baru tuk hidup yang baru adalah cara terbaik untuk kita bisa kembali menikmati hidup yang hanya sekali.


jangan sampai rasa sakit yang membekas karena luka di masa lalu menjadi penghambat untuk kita lebih maju.


ketika ditengah perjalanan hatimu tergores kembali, anggap saja proses pendewasaan diri.


siapa tahu dengan berbagai proses sakit yang kita lalui itu akan menghantarkan kita ke titik puncak yang sudah Tuhan persiapkan untuk kita.


jadi, tetap semangat yaaa jangan menyerah!


aku masih bersamamu. 😊


*


tak lama mobil yang kami tumpangi tiba di depan rumah Ibu, sebelum aku turun, aku sempat bertanya kepada Kinan untuk memastikan.


"kamu beneran mau ketemu Ibu?"


ia hanya mengangguk tak berkata.


akupun membalasnya dengan senyuman dan beranjak membuka pintu menuju rumah.


"Assalamualikum..." ucapku dari pintu depan.


ku lihat Kinan masih saja terdiam dan menundukan pandangannya dari pandanganku.


tak lama pintu terbuka, dan terlihat Ibu dari balik pintu.


"Waalaikumsalam, Jo dah pulang" jawab Ibu masih memegang pegangan pintu.


aku meraih tangannya dan menempelkan ke dahiku.


ibu tersenyum, lalu matanya melirik ke arah Kinan yang masih saja tertunduk.


selang beberapa detik, lantas Kinan pun meraih tangan Ibu dan memberi salam.


"selamat malam tante, saya Kinan" ucapnya


"kok Jojo gak pernah Cerita punya temen se cantik ini, ayo masuk sayang, diluar dingin"


ibu mengajak kami untuk masuk, kami berjalan beriringan, tapi Kinan sedikit memberi jarak dengan aku dan Ibu.


Cuaca Jakarta sedang dingin-dinginnya, Hujan yang turun di luar memberi kehangatan yang berbeda ketika kami masuk ke rumah.

__ADS_1


Ibu memberikan Kinan handuk untuk mengeringkan rambutnya yang sedikit basah terkena air hujan ketika hendak turun dari mobil dan berjalan menuju teras rumah.


"Ini sayang biar gak pusing kepalanya keringin pake handuk dulu ya, tar Ibu buatkan Teh buat menghangatkan"


lalu Ibu beranjak dari hadapan kami, aku mempersilahkan Kinan untuk menunggu dan duduk terlebih dahulu, sedang aku berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaianku yang juga sedikit basah.


"Kamu tunggu disini dulu ya, aku mau ganti baju dulu" ucapku lalu meninggalkannya.


Kinan hanya tersenyum, lalu duduk dan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ibu beri.


sebelum aku benar-benar pergi dari hadapannya, aku berhenti dan memperhatikan Kinan dari jauh.


dalam hati aku bergumam.


"Ya Allah, jika ini jawaban dari Doa yang selama ini aku panjatkan, maka berkatilah kami, lancarkanlah segala niat dan inginnya kami"


setelah selesai aku segera kembali ke ruang tamu untuk menemui Kinan, ku lihat kali ini Kinan sudah tak sendirian, ia sedang bercakap dengan Ibu, entah apa yang di bahas, tapi sepertinya Ibu dan Kinan sudah seperti mengenal satu sama lainnya.


"Lagi ngomongin aku yaaa" ucapku sembari duduk di samping Ibu.


"ke PD an kamu, wong Ibu lagi bahas skincare kok sama Kinan. ternyata kita pake beberapa produk yang sama, iya kan sayang?" jawab Ibu


"iya Tante" kinan hanya berbicara sedikit kata


"Ibu aja gak usah tante, masa ke Calon mertua manggilnya tante"


"Bu....." ucapku terkaget


"ini Kinan yang pernah kamu ceritain ke Ibu kan Jo"


ku lihat wajah Kinan berangsur me merah, saat itu menjadi sangat awkward.


ku ambil momen ini sebagai permintaan restu kepada Ibu untuk kami berdua, tanpa berbasa basi aku lantas memperkenalkan Kinan kepada Ibu.


"Bu... ini Kinan yang pernah Jojo ceritain ke Ibu, Lusa Jojo dan Kinan akan ke Bandung untuk bertemu Ayah dan Ibunya Kinan. Jojo minta doa dan restu Ibu ya, Doakan semuanya berjalan sesuai dengan yang di harapkan ya Bu" pinta ku sembari menggenggam tangan Ibu


"Kinan, sini sayang.. sini" ucap Ibu sembari mengisyaratkan Kinan untuk duduk di sampingnya.


Kinan beranjak dari tempat duduknya dan duduk di samping Ibu.


Ibu merangkul bahu Kinan lalu berbicara.


"Kinan sayang, Cantik, Ibu titip Jojo yaa, jangan khawatir, Jojo gak pernah merepotkan, Jojo gak pernah bikin Ibu nangis, dan InsyaAlloh Jojo juga akan melakukan hal yang sama untuk kamu"


entah dari kapan, tapi air mata ibu mulai menggenang dan menetes di pipinya.


ku lihat Kinan pun begitu.

__ADS_1


lalu Ibu merangkul bahuku juga dan berkata.


"Jo... Ibu tahu kamu sudah Dewasa, sudah bisa memilih jalan kamu sendiri, kalau ini yang kamu pilih, apapun yang akan kamu hadapi kedepannya, kamu harus kuat ya, kamu harus menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai, jaga diri kamu baik-baik ya nak, Doa ibu selalu menyertaimu"


aku mengangguk lalu memeluk Ibu begitupula dengan Kinan, kami saling bertatapan, ku lihat air mata Kinan mengalir dengan sangat deras.


tapi terlihat juga guratan senyum bahagia yang tergambar jelas di antara bibir tipisnya.


*


setelah peristiwa yang menguras emosi semalam, hari hari kami berjalan sebagai mana mestiny.


tak terasa hari ini tiba.


kami sudah siap untuk berangkat menuju kota Bandung, tempat dimana Ibu dan Ayah Kinan sudah menunggu kami.


ketika hendak bersiap-siap, tiba-tiba terdengar suara pesan masuk.


*tring...*


pesan masuk, ku raih telvon gengam yang sedaritadi tergeletak di atas kasur, tertulis dari Kinan.


ku buka dan


"Jo.. apapun yang terjadi nanti, bagaimanapun hasilnya, aku akan tetap bersamamu"


begitu kira-kira isi pesannya, aku hanya tersenyum sambil menguatkan hatiku kembali, membulatkan tekad dan keyakinan, bahwa inilah lembaran baru dari panjangnya BAB dalam Buku perjalananku yang sudah sejak lama aku dambakan..


ketika hendak berjalan keluar, aku melihat Ibu tengah duduk di bangku depan rumah, matanya terpejam.


aku mendekat ke arahnya, lalu terduduk di sampingnya, aku raih tangannya dan berkata.


"Bu... Jojo pamit ya, Doakan yang terbaik"


Ibu membuka matanya lalu tersenyum tanpa berkata sepatah katapun, ia hanya mengusap-usap rambutku, lalu menciumnya.


aku berdiri dari tempat dudukku.


"Assalamualaikum" ucapku lalu beranjak dari hadapannya.


guratan senyum yang sudah sejak lama tak aku lihat dari wajah Ibu.


Ibu melambaikan tangnnya kepadaku, ku lihat tangannya sesekali menyeka air mata yang mulai menetes.


"Bismillah..." gumamku dalam hati, lalu berjalan menuju Mobil yang sudah terparkir.


ku pacu mobilku dengan kecepatan Normal, sepanjang jalan ke Kostan Kinan aku tak henti-hentinya berdoa, meminta agara diberi yang terbaik.

__ADS_1


"Ya Allah, sudah banyak sekali perjalanan hidup yang aku lalui, jatuh, terbangun, tersakiti, di kecewakan dan masih banyak lainnya, untuk kali ini izinkan aku untuk merasakan bahagia, bersama Kinan"


__ADS_2