ISTIKHARAH CINTA

ISTIKHARAH CINTA
Skenario Tuhan


__ADS_3

"Selamat Pagi semuanya, Semangat ya!" ucapku sembari masuk ke ruangan ku, lalu bersiap-siap untuk bekerja.


baru saja duduk, panggilan emergency terdengar dari luar, seorang suster berlari menuju ruanganku.


"ada pasien kecelakaan, kondisi kritis, detak jantung mulai menurun, kondisi vital juga mulai menurun"


aku segera beranjak dari tempat dudukku, dan berlari menuju ruang UGD.


setelah ku periksa ternyata seorang remaja laki-laki mungkin usianya sekitar 17 tahunan, pendarahannya cukup serius.


"ada keterangan tentang kronologis kecelakaannya??"


"kecelakaan tunggal dok, menurut saksi yang membawa kesini, korban tidak menggunakan helm, dan terbentur narka pembatas jalan"


"siapkan ruang operasi,minta surat persetujuan kepada wali dari pasien, tolong hentikan dulu pendarahannya, 10 menit lagi kita mulai"


"baik Dok"


semua suster dan pendamping berlarian, berpencar mengikuti instruksi yang aku perintahkan.


aku bersiap-siap untuk melakukan operasi, tangan ku sterilkan, baju ku ganti menggunakan pakaian khusus.


setelah selesai, seorang suster menghampiriku lalu berkata.


"kami tidak menemui wali dari korban Dok, korban juga tanpa identitas"


aku sempat terkejud dengan apa yang baru ku dengar.


tanpa berpikir panjang akhirnya aku memutuskan untuk menjadi walinya.

__ADS_1


"saya yang akan jadi walinya"


"tidak akan menjadi masalah untuk kedepannya dok?? anda yakin?"


"saya yang akan menanggung semuanya, sekarang tugas kita menyelamatkan hidup korban, untuk kedepannya biar saya yg maju"


"baik dok, ini surat persetujuannya, dokter bisa tandatangan disini"


aku segera meraih pulpen yang suster sodorkan, dan menandatanginnya.


selang beberapa waktu pasien sudah dibawa ke ruang operasi, kebetulan hari ini tidak ada jadwal operasi untuk pasien lainnya, jadi kami bisa langsung melakukakn prosedurnya tanpa kendala.


beberapa suster dan pendamping operasiku sudah ada di dalam ruangan, aku masuk dan langsung melakukan tindakan penyelamatan.


akibat pendarahan yang berlangsung cukup lama, mengakibatkan korban mengalami kekurangan darah yang cukup banyak.


tak lama ia kembali dengan dua kantong darah di genggamannya, lalu segera melakukan transfusi.


"detak jantungnya melemah dok" ucap seorang suster


aki menoleh ke arah elektrokardiogram (EkG), dan benar saja detak jantungnya mulai menurun.


"pasang Defibrillator sekarang!" pintaku


*Defibrillator adalah piranti elektrobi yang mengalirkan sinyal listrik kejut ke otot-otot jantung untuk mempertahankan depolarisasi myocardial yang sedang mengalami fibrillasi kardiak (ventricular fibrillation atau atrial fibrillation) adalah ketika sel-sel myocardial berkontraksi secara asinkron (tidak sinkron)


dengan sigap dua orang pendamping operasiku langsung mempersiapkannya.


sementara menunggu, aku berusaha dengan metode tradisional, yaitu menekan-nekan dada pasien dengan kedua telapak tanganku.

__ADS_1


tak lama seorang suster berkata.


"sudah siap dok"


aku segera meraihnya lalu melakukan prosedurnya.


"Bismillahirrahmanirrahim.."


sekali dua kali kejutan tak berreaksi apapun, setelah beberapa kali percobaan akhirnya detak jantung kembali normal.


"Alhamdulillah..." ucapku


"sekarang bersihkan terlebih dahulu lukanya lalu periksa apakah ada luka serius yang di alami" perintahku


"baik Dok"


selang beberapa waktu.


"akibat benturan yang sedikit keras, korban mengalami memar otak bagian belakang dok, bahu sebelah kiri juga sedikit retak"


"Dokter Tulang hari ini siapa yang bertugas?"


"kalau tidak salah, hari ini jadwalnya Dokter Kinanti dok"


"apa ada jadwal operasi untuk Dokter Kinan di hari ini? jika kosong, minta bantuannya untuk membantu saya melakukan Operasi"


"siap Dok akan saya cek"


seorang suster langsung bergegas keluar ruang operasi.

__ADS_1


__ADS_2