
Dion memalingkan wajahnya dariku, ia seperti tak ingin membahasnya, untuk itu akupun tidak berani bertanya lebih.
"yaudah kalo memang gak boleh juga gak apa-apa"
"Dion umur berapa??" tanyaku
"13 Dok" jawabnya
"wahhh 13 tahun tapi bongsor gini ya, pasti kamu rajin minum susu ya?"
"gak juga dok, Ayah emang tinggi, Ibu juga lumayan lah untuk ukuran wanita."
"nihh tahu gak?? dulu Dokter waktu seumuran kamu pendeeeeek banget, mana kurus lagi, dulu sering banget jadi ledekan temen-temen Dokter yang lainnya, tapi Dokter jadi rajin olahraga, terus minum susu, akhirnya sekarang malah jadi kaya gini, heheh"
"Dok..."
"kenapa??" jawabku
"orangtua Dokter masih ada semua??"
entah kenapa tiba-tiba Dion bertanya seperti itu.
"Alhamdulillah masih, kedua-dua nya sehat"
"kalo Dion udah gak ada"
aku tersentak mendengar apa yang ia katakan.
"hmmmmm.... Dokter turut berduka ya, semoga Ibu dan Ayah kamu bahagia di Surga sana"
ia mengangguk lalu sekejap memejamkan matanya.
"kalo dokter boleh tahu, yang tadi pagi jengukin kamu siapa??"
"itu Pengurus Panti tempat Dion tinggal, tapi sepertinya mereka sudah gak mau nerima Dion lagi"
__ADS_1
"lohhh kenapa???"
"kata mereka Dion bisanya cuma nyusahin, emang bener ya Dok??"
"mungkin Dion nya nakal kali ya waktu di Panti??" tanyaku sedikit nada bercanda
"enggak ko Dok, Dion selalu nurut, gak pernah nolak kalo di suruh"
"hmm tau gak, mereka bilang kaya gitu supaya Dion jadi anak yang kuat, supaya nanti pas udah dewasa, Dion bisa jadi orang hebat, orang sukses"
"tapi apa hubungannya dok??"
"itu namanya uji mental, masa badan segede gini nyerah di bilang gitu doang, kamu harus buktiin, kalo kamu gak seperti yang mereka bilang"
"caranya??"
"Dion harus lebih giat lagi belajarnya, jangan Nakal, buat Ibu panti bangga terhadap Dion, okk"
"baik Dok, Dion janji bakalan kembali lagi sekolah"
*Jam sudah menunjukan waktu makan siang, aku beranjak dari ruangan untuk pergi ke kantin.
ketika hendak membuka Pintu, Dokter Kinan sudah ada berdiri di balik Pintu.
"Dokter Kinan, sedang apa?? apa ada yang bisa saya bantu?" tanyaku
"hmmmm tidak ada, kebetulan barusan lewat ruangan Dokter, terus sekalian mau ngajak makan siang"
"okkk, kebetulan saya juga mau cari makan, kalo begitu ayo sama-sama aja"
Dokter Kinan mengangguk, lantad kami berjalan beriringan.
"tau gak Dok, saya kira Dion itu umurnya udah 20an lebih, ehhh ternyata masih Bocah banget" tutur Dokter Kinan
"betul, awalnya saya juga beranggapan seperti itu"
__ADS_1
"kita gak akan makan Indomie lagi kan??" tanya dokter Kinan
"hahaha ya enggak Dong, tapi kalo Dokter Mau yaaa ayo"
"tar aja deh, nunggu Ujan"
kami tertawa bersama-sama.
tak lama kami tiba di Kantin Rumah Sakit.
suasana Riuh bising khas Jam makan siang sangat terasa disini.
kebetulan letak Kantin disini lumayan agak jauh dari Ruang Rawat, jadi tidak akan mengganggu mereka yang tengah di Rawat.
"Dok mau makan apa??" tanyaku
Dokter Kinan menyapu semua penjuru kantin, memilah memilih Menu yang ada di plang atas setiap Toko.
"hmmmm apa ya"
ia masih saja memilih
"kalau Doktet mau apa??" tanya Dokter Kinan
"Bingung yaaa, semuanya terlihat Enak" jawabku
"kalau gitu......."
"Soto aja giman??" ucapku
"boleh, minumnya biasa yaaa"
kami bertatapan, lantas mengucapkan kata yang sama
"TEH TAWAR!"
__ADS_1