
Kata orang menginjak umur 30 tahun dan belum juga menemukan pasangan tandanya jodoh kita belum siap untuk bertemu, ketika bertemu pun kita tidak akan pernah menyangka, bahwa dia lah yang dimaksud.
entahlah, aku berharap semoga hidupku selalu bahagia dan membawa berkah untuk semua orang.
"Dion sekarang istirahat aja dulu ya, Dokter mau pulang, sudah beres prakteknya, besok ketemu lagi kita"
"makasih ya Dok.."
"sama-sama, kalo perlu apa-apa tinggal panggil suster aja ya, nanti dokter tugasin supaya ada yang jagain kamu. jangan nakal-nakal yaa"
"baik Dok, Dion janji gak bakalan nakal"
"Assalamualaikum"
Dion mengangguk, dan aku segera beranjak dari ruangan tersebut, ku lihat jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
malam itu hujan agak lebat, mobil dan motor yang biasanya berlalu lalang tanpa henti, tiba-tiba hening, sunyi sepi.
"kalau jam segini angkutan umum udah mulai susah nih, apalagi ditambah ujan, naik apa yaaa." gumamku dalam hati.
aku berdiri di halte depan rumah sakit menunggu Bus berharap masih tersisa.
dari kejauhan mobil Sedan keluaran lama melaju dengan santai menerobos hujan yang semakin deras mengguyur aspal.
lajunya semakin lambat dan berhenti tepat di depanku saat ini.
*sreeeeeet* kaca mobil terbuka separuhnya.
"Dokter Jhonathan masih disini ?"
teriak seorang dari dalam mobil tersebut, aku menunduk dan kulihat Dokter Kinan yang tengah duduk di bangku setir.
"Ayo bareng aja, kalo nunggu bis jam seginimah bakalan lama"
"enggak apa-apa ini Dok?" jawabku
"enggak, ayo dah malam ini dok"
aku membuka pintu dan segera masuk dan duduk disamping dokter Kinan.
"Dokter Jhonathan pulangnya ke daerah Sudirman kan??"
"iya Dok.. terimakasih sebelumnya"
__ADS_1
"kebetulan kita searah, enggak apa-apa kali Dok, belum juga nyampe udah terimakasih aja"
aku mengangguk.
sepanjang perjalanan kami hanya terdiam tanpa ada pembicaraan.
*selamat malam, malam ini Jakarta diguyur hujan, sepertinya Indomie rebus ditambah Sawi dan kornet bisa menjadi teman yang enak nih, bagaimana dengan Anda?? masih sudah di tempat tidur kah bersama selimut dan secangkir teh hangat?? atau masih terjebak di tempat kerja?? dimanapun kalian sekarang semoga selalu ditemani oleh orang-oranf yang membawa kebahagiaan yaaa, kalau begitu kita puter tracklist berikutnya, jawara minggu ini, Sal Priadi Ft Nadine Amizah dengan Amin Paling Serius, selamat mendengarkan*
suara penyiar Radio memecah keheningan perjalanan, lampu-lampu jalanan menjadi temaram terbias oleh air hujan yang mulai berhenti.
"Ohhh iyaaa, Dokter Jhonathan sudah makan malam??" tanya Dokter Kinanti
"tadi sudah, Dokter Lapar??"
"mendengar ocehan Penyiar barusan jadi sedikit lapar, Indomie dulu yuk??" ajaknya sembari mengusap perutnya.
"benar juga, cuaca seperti ini memang Indomie paling pas"
kami tertawa satu sama lainnya.
mobil menepi didekat Warung Kopi yang terlihat sangat sepi.
hujan mulai berhenti, tinggal menyisakan gemericik air yang turun dari dedaunan.
"minumnya...." sedikit terhambat, karena tengah memilih
"Teh Tawar" kami berucap secara bersamaan, lalu tertawa kembali.
"Mas sama Mbaknya udah Nikah berapa tahun?" tanya penmilik warung.
seketika kami terdiam, lalu menatap satu sama lain.
"Menikah?" tanyaku
"Baru enam bulanan Pak" tambah Dokter Kinan
aku yang mendengarnya terkejut, Dokter Kinan menoleh ke arahku lalu tersenyum.
aku menggeleng-gelengkan kepalaku lalu membalas senyumannya.
"pantesan masih Mesra aja, semoga langgeng ya mas, mbak" ucap Pemilik warung
tak lama Pesanan kami selesai.
__ADS_1
"silahkan"
tak perlu waktu lama untuk kami menghabiskan semuanya.
"Dokter Kinan makannya Cepet juga ya" ucapku sembari meraih Segelas Teh hangat yang ada di hadapanku.
"Sudha lama gak makan Mie Instan, serindu ini loh ternyata.. haha..." jawabnya
"Sebenarnya saya juga sudah lama gak makan Mie Instan" timpalku sembari mengambil tisu
"Laaah sama ternyata, kalo begitu kenapa tadi gak nolak aja, awalnya Saya juga cuma becanda loh"
"ahhhhh, gak apa-apa sudah terlanjur masuk perut. Rezeki si bapak nih.."
"hahaha benar juga, sudahkan, ayo" ajaknya
"berapa pak?" tanyaku
"gak usah dok, biar saya saja" timpa dokter kinan
"kan saya yang ngajak" lanjutnya
"gak apa-apa, kan saya yang meng iyakan"
"yaudah kalo begitu bayar sendiri-sendiri aja" ucap Penjual yang sedari tadi menunggu kami berdebat.
untuk kesekian kalinya kami bertatapan, lalu tertawa.
"benar juga ya, yaudah bayar punya kita sendiri-sendiri aja ya" ucap dokter Kinan
seteleh selesai, kami segera beranjak dari Warung tersebut menuju Mobil yang sedari tadi terparkir.
"Dok, biar saya saja yang menyetir boleh??" pintaku sembari meraih Kunci yang tengah Dokter Kinan genggam.
"gak usah, gak apa-apa, udah biasa ko" tolaknya seraya membuka pintu untukku.
aku menggapai Kuncinya secara paksa.
"Yesss dapat, silahkan masuk istriku" ucapku sembari mempersilahkan Dokter Kinan untuk masuk.
Dokter Kinan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tersenyum.
"terimakasih suamiku"
__ADS_1
lalu kami melanjutkan perjalanan.