
"kenapa kamu masih berdiri disitu?" melototi Meira "cepat lepas bajumu dan masuk kesini".
"ehh tidak aku bisa mandi nanti, anda duluan saja" meira tersenyum gemetar.
"kamu tidak dengar aku bilang apa? atau perlu aku kesitu melepaskan bajumu dan mengendongmu kesini" tawa adinata.
"tidak perlu, saya bisa sendiri. kalau begitu jangan lihat kearah sini. tutup matamu sampai aku masuk kesitu"
"hahaha.. berani sekali kau memerintahku! tapi baiklah.." adinata memejamkan matanya dan tersenyum.
meira mulai melepas satu persatu pakaian yang melekat pada tubuhnya. setelah itu memasukannya ke keranjang kotor. kini ia telah telanjang polos dengan tangannya menutupi tubuhnya, walaupun adinata masih memejamkan matanya.
dia mulai mendekat ke bath up. melihat adinata yang masih memejamkan matanya degan tersenyum.
meira mulai memasukkan satu persatu kakinya. dan mulai duduk didalam air, tepatnya diatas pangkuan adinata. dia merasakan ada sesuatu yang aneh yang mengganjal di pantatnya. tp dia masih diam.
"hahaha boleh sekarang aku membuka mata?" adinata tertawa puas.
"heem" jawab Meira tanpa kata.
setelah membuka matanya, adinata langsung melihat leher dan punggung putih mulus Meira,
ia mengusapnya dengan air. menciumi lehernya.
sedangkan Meira merasakan geli pada tubuhnya.
*apa yang pria jahanam ini lakukan! (*batin Meira)
kini tangan adinata mulai merangkul kedepan Meira. hampir mengenai dada Meira, tangan Meira berusaha menepisnya tapi kekuatan adinata yang jauh lebih kuat telah berhasil memelukanya dari belakang, melingkarkan tangannya dada Meira.
dan tangan itu seakan menemukan mainan baru.
dia meraba dan meremas remas mainannya.
__ADS_1
sedangkan meira hanya memejamkan matanya, yang semula tegang ia kemudian menjadi rileks menikmati permainan adinata..
"kau menyukainya?" dengan tertawa berbisik ditelinga Meira.
"hemm" Meira tidak menjawab, masih memejamkan matanya..
kini adinata semakin buas. ia mencium menyusuri setiap lekuk tubuh Meira mulai bibirnya, leher dan bermain main didada Meira.
dan adinata mulai menurunkan tangannnya melewati perut dan mendaratkan tangannya ditempat yang ingin dicoba olehnya. tapi Meira menahan tangan adinata dan membuka matanya.
"jangann.." memohon dengan menatap mata adinata..
"kenapaa?? kau menolakku?? heii aku ini suamimu, aku berhak atas seluruh tubuhmu!"
"bukann, bukann seperti itu. tapii..." belum selesai Meira berbicara adinata mencium bibir Meira dan menneruskan permainan tangannya..
dan mereka bermain mainn selama 1jam dibath up. hingga Meira merasa kedinginan karena terlalu lama berendam diair.
"kalau begitu kita pindah kekamar" adinata dengan tawa nya.
*ahh tidak apa apaan ini, bisa mati aku melayaninya nafsu bejatnya. (*rintih Meira dalam hati)
adinata keluar dari bath up. sontak Meira langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. dia tidak mau mengotori matanya.
"kenapa kau menutupi wajahmu?" adinata tertawa keras.
adinata langsung memapah tubuh polos Meira keluar dari bath up dan membawanya kekamar..
Meira mengalungkan tangannya dileher adinata..
"ringan sekali tubuhmu? apa kau tidak pernah makan? sudah pendek pula" tawa adinata
Meira hanya diam dan cemberut atas perkataan adinata.
__ADS_1
adinata membaringkan Meira diranjang tidur. dan adinata mulai naik keatas dan meneruskan permainan kembali.
memulai menyusuri tubuh meira dari ujung rambut hingga ujung kaki..
hingga akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri sesungguhnya...
adinata telah merenggut keprawanan Meira tentunya yang sudah sahh sebagai suami.
hingga Meira kualahan menghadapi adinata yang tiada ampun kepadanya.
'tokk...tok..tokk..' ada yang mengetuk pintu kamar dan membuat adinata kesal.
dia turun dari kamar dan memakai baju tidurnya dan menutupi tubuh polos Meira yang sudah lemas tak berdaya dengan selimut.
membuka pintu..
"pak harr, ada apa?" tanya adinata
"tuan, makan malam sudah siap" menundukkan kepalanya..
"apa kenzia sudah pulang?"
"belum tuan"
"aku tidak makan malam ini, kalian tunggu kenzia pulang lalu beristirahatlah"
"baik tuan. saya permisi"
adinata menutup pintu dan berjalan menuju ranjang.
membaringkan tubuhnya disamping Meira.
memeluk tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1