
Selesai berhubungan, Adinata tersenyum senyum terus memandang Meira yang tersipu malu..
"Sudah, jangan memandangku begitu! Sini aku berishkan badanmu" Meira mencubit pinggang Adinata.
Meira mengelap tubuh Adinata dengan handuk kecil yang dicelupkann ke air.
mulai dari telapak kaki, sampai lekuk leher Adinata dielap oleh Meira agar tidak menjadi daki.
tiba tiba Kenzia dan Rey datang.
"Kakak?" lansung berlari memeluk Adinata yang tengah berbaring.
"Zia, kakak baik baik saja. udah lepaskan!"
"Kakak, aku itu khawatir sama kakak tau!" memancungkan mulutnya.
"kenapa? aku tidak apa apa? ohh ya Rey kamu kamu siapkan mobil dan panggil dokter sekarang, aku mau pulang!"
"ihh apaan sih kakak? baru juga aku sampai udan main pulang aja! nggk seru tau nggk" Kenzia
"Baik tuan!" Rey langsung keluar dari kamar.
tidak lama kemudian, Dokter datang.
"Jadi, tuan memutuskan untuk pulang sekarang? baiklah akan ini resep obat buat tuan, nona!" memberikan secarik kertas kepada Meira.
"Baiklah, terima kasih dok!" Meira tersenyum.
"kalau begitu saya permisi, semoga Tuan Adinata lekas membaik!" Dengan senyum dokter itu lalu pergi keluar dari kamar.
...
"Tuan mobil sudah siap, mari!" Rey
Adinata turun dari ranjang dan berjalan dengan ngerangkul Meira, sedangkan Zia sudah berjalan terlebih dahulu mengikuti Rey.
selama diperjalanan Adinata tidak henti hentinya usilnya pada Meira. mulai menciumi rambut Meira, leher, tidak perduli ada Rey disana. Sedangkan Kenzia dia naik mobil sendiri.
perjalanan yang cukup singkat akhirnya mereka sampai dirumah.
__ADS_1
"Rey kamu boleh pulang. ini juga sudah malam. beristirahatlah!"
"baik tuan. semoga anda lekas sembuh!" Rey kembali menaiki mobil.
sedangkan Meira menuntun Adinata menuju kamar.
"Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" Pak Har.
"oh tidak usah pak, tidak perlu membuat makan malam hari ini! semua boleh beristirahat!"
"terimakasih tuan, anda juga beristirahat lah, Selamat malam!" Pak Har.
...
Meira membaringkan tubuh Adinata Dikasur. dan menyelimutinya. lalu dia ikut naik dan merebahkan tubuhnya disamping Adinata..
"Ayo lagi?" Adinata meraba raba tubuh Meira.
tapi Meira pura pura tidur karena tidak mau meladeni nafsu buas suaminya yang tidak kenal lelah..
dan Adinata pun lama kelamaan mulai menutup matanya.
jam dinding menunjukkan pukul 08.00 Meira bangun dari tidurnya dan melihat Adinata yang masih pulas sekali.
'ooee' o..Oo..ee'
tiba tiba Meira merasakan mual, dan dia segera menuju kamar mandi.
Adinata yang mendengar pun langsung terbangun dan mengikuti langkah Meira.
"Sayang?? kamu tidak apa apa?"
"ohh aku tidak apa apa!" mengusap mulutnya.
"Apa kau ketularan penyakitku? maafkan aku!" Adinata memeluk Meira.
"ahh tidak, mungkin aku juga lelah saja!"
"apa perlu aku panggil dokter kesini?"
__ADS_1
"tidak sayang. lebih baik seharian ini kita habiskan untuk tidur!" menarik tangan Adinata.
"kamu yakin tidak apa apa?"
Meira hanya menganggukan kepalanya.
...
"kamu istirahat dulu ya, biar aku kebawah suruh Pak Har membawa makanan kesini!" sambil menutupi tubuh Meira dengan selimut.
lalu Adinata menuruni tangga.
"Pak Har tolong kamu nanti bawa sarapan pagi untukku dan Meira kekamar saja ya!"
"Baik tuan! apakah ada lagi yang bisa saya bantu?"
"emm sementara tidak!"
"kakakk kenapa kakak tidak makan dimeja makan saja, sepeti nya kakak juga sudah sehat sehat saja!" Tiba tiba Kenzia datang.
"Meira mual, mungkin ganti dia yang sakit!"
"ahh apa?? tunggu tunggu atau jangan jangan kakak ipar hamil lagii?"
"masak iya? kamu kan masih bocah mana tau?"
"kakakku sayang, aku ini perempuan, bagaimana bisa aku tidak tau soal begituan? kalau kakak tidak percaya belikan saja kakak ipar test pack!"
"Apa itu test pack?"
"itu loh kak buat cek kehamilan!"
"emm kalau begitu nanti sepulang kuliah kamu belikan yaa!"
"ihh nggk mau lahh, dikira aku lagi yang hamil diluar nikah!"
"nanti aku transfer tambahan uang jajanmu!"
"benarkah? okeee!"
__ADS_1
lalu Adinata kembali menuju kamarnya.