
Meira berjalan masuk dan melihat kenzia yang duduk menonton tv, ia menghampirinya.
"kakak ipar, duduk sini" kenzia bergeser memberi duduk pada Meira.
"zia, aku boleh tanya sesuatu?"
"tentu saja dong kak. apa? mau tanya soal kakak?" kenzia tertawa
"emm.. apa kamu tahu siapa sheila?"
tiba tiba kenzia terdiam dan bengong.
*bagaimana ini? kakak ipar tanya soal kak sheila? aku harus jawab apa? bahkan aku sendiri tidak tau kakak masih berhubung an atau tidak dengannya. apa aku cerita yang sebenarnya? (*lamunan kenzia)
"heii. zia. kok malah ngelamun sih?" Meira menabok bahu kenzia.
"ehh kakak. tidak tidak. emm kakak tadi tanya soal kak sheila ya?"
"jadi kamu juga kenal dengannya?" Meira semakin penasaran.
"sebenarnya, sheila itu dulu adalah pacarnya kak nata, sebelum nikah sama kakak ipar. tapi sekarang aku rasa sudah tidak, karena sejak kakak menikah dengan kakak ipar, kak sheila itu bahkan tidak pernah kesini lagi"
"jadi mereka peranh pacaran? huuhh. tapi itukan cuma perasaanmu saja kalau mereka sudah tidak ada hubungan. kalau masih?" Meira menyandarkan kepalanya pada sofa.
"kakak ipar cemburu ya?"
"ahh apa apan sih kamu. ya enggak lah. buat apa juga"
"hahaha" kenzia menggoda Meira yang terlihat kesal.
__ADS_1
"ahh sudah zia, aku mau pergi ke mal xxx sekarng aku menggantikan bisnis kakakmu"
"ahh kakak ipar serius? bahkan dulu ibu saja minta bisnis itu tidak dikasih loh, hingga ibu dibuatkan bisnis kecantikan sendiri itu diluar kota, hebat kakak ipar ni"
"serius? yasudah lah apa kamu mau ikut?"
"tentu saja" kenzia tersenyum bahagia.
....
akhirnya mereka sampailah dimall, zia mengikuti Meira dibelakang hingga masuk keruang kerja Meira.
"kamu tunggu sebentar ya. aku selesaikan pekerjaanku dulu"
kenzia menurut dan duduk disofa ruangan tersebut sambil memainkan ponsel nya..
"permisi nona, ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani dan beberapa laporan keuangan dari cabang mall ini yang ada diwilayah sulawesi" pria yang kemarin berbicara dengan adinata menyodorkan setumpuk kertas untuk Meira.
"tentu saja nona"
setelah 3jam kemudian....
"kakak ipar, apakah masih lama?" kenzia terlihat bosan.
"emm. tidak. sudah selesai." mengambil tasnya.
dan mereka berdua keluar dari ruangan.
"kita berbelanja dulu ya kak,"
__ADS_1
"okelah."
kenzia dan Meira sangat menikmati jalan jalan mereka, sambil tertawa, bergurau..
tiba tiba kenzia ber tabrakan dengans seorang wanita
...
"ehh kamu tidak apa apa zia?" Meira mengusap bahu kenzia..
"ohh sorry," wanita itu berbicara.
setelah kenzia melihat wanita itu ia terkejut.
"kak sheila?" kezia bengong.
"ohh, kenzia. maaf maaf apa ada yang luka? tapi aku buru buru"
"ohh ya bagaimana kabar kamu, sudah lama ya kita tidak bertemu. bagaimana juga kabar kakak mu? sudah lama ya aku tidak kerumahmu. kapan kapan aku akan kesana. udahya aku duluan buru buru nih " sheila dengan tertawa sendiri.
sheila sok akrab dan sengaja bertanya sepeti itu dihadapan Meira.
kenzia yang dari tadi malah menlihat meira saat sheila berbicara.
tapi Meira diam saja.
"itu tadi sheila?"
"ehh iya kak. tapi kakak hiraukan dia saja ya"
__ADS_1
Meira hanya tersenyum...
jadi wanita yang menabrak ku dikantor waktu itu adalah sheila?