Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.32


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 15.35 sore.


Adinata mulai tersadar dan membuka matanya pelan pelan. merasakan pelukan hangat pada tubuhnya.


"Meira? Sayang? bangunlah!" Adinata


"Kamu sudah sadar? syukurlah!" Meira langsung memeluk Adinata.


"kenapa aku ada disini?" Adinata memegang kepalanya.


"Kamu demam tinggi, maafkan aku ya? gara gara aku kamu jadi begini. karena kemarin seharian kamu mengurusku saat dirumah Orangtuaku!"


"Heii.. Kau mau aku memaafkanmu?" Adinata malah tersenyum senyum lalu menjujuk pipinya sendiri dengan jari telunjuknya.


dengan cepat pula Meira menuruti keinginan Adinata. mencium pipi Adinata berkali kali sambil meminta maaf padanya.


"Sayang, kamu makan dulu ya!" mengambilkan makanan khusus untuk Adinata.


"Apa kamu juga sudah makan?"


"Sudah, Rey memberiku makanan tadi!"


"Baguslah!"


Sedikit demi sedikit Meira menyuapi suaminya itu dengan pelan pelan.


"Sayang, sudah!" mengambil makanan ditangan Meira dan menaruhnya diatas meja.


lalu tangan Adinata dengan cepat menarik tubuh Meira sampai Meira terjatuh diatas tubuhnya.

__ADS_1


dengan cepat dan tanpa berbicara apapun, Adinata membuka satu persatu kancing baju bagian atas Meira, dan menaikkan bra yang Meira gunakan, lalu melahap habis santapan yang ada didepannya.


"Sayang, lepaskan!" Meira berusaha melawan


"kenapa? bukannya setelah makan harus minum?" tawa kecil Adinata dan langsung melanjutkan aktivitasnya.


"iya tapi ini rumah sakit"


tidak ada jawaban dari Adinata, Meira hanya pasrah saja atas kelakuan suaminya ini.


"apa kamu sedang datang bulan hari ini?" Tanya Adinata dengan tiba tiba.


"ahh tidak, entah sudah sejak bulan akhir yang lalu aku belum datang bulan!"


"kalau begitu aku mau?"


"apaan?" firasat buruk Meira, dan segera menjauh dari Adinata..


...


sedangkan diluar kamar tampak ada Kenzia yang sudah datang untuk melihat kakaknya..


"Rey. apa kakak ada didalam?"


"Nona Zia, Tuan ada didalam. sebaiknya anda tunggu disini dulu jangan masuk!"


"hah kenapa? apa kau mau berduaan denganku sekarang? haha," tawa kenzia.


ternyata Rey sudah tahu kalau didalam kamar sedang terjadi pertempuran, karena tadi saat dia akan masuk kamar, baru saja menyentuh ganggang pintu, terdengar suara Meira dan Adinata yang sepertinya sedang berhubungan.

__ADS_1


Rey tidak menjawab ledekan Kenzia. tapi Kenzia menuruti saja apa perkataan Rey tanpa bertanya kenapa tidak boleh masuk. bahkan bagi Kenzia ini adalah moment beruntung baginya bisa berdekatan dengan Rey.


"Rey, apa kamu sibuk malam ini?" Kenzia yang berusaha mengawali pembicaraan


"Ya, tentu saja. saya akan disini menjaga Tuan!"


"Tapi kan sudah ada kakak ipar? Bagaimana kalau malam ini kita berkencan?"


Rey hanya diam tidak menjawab sepatah katapun.


"Kamu diam berarti kamu menyetujuinya!" Kenzia.


"Maaf Nona, sepeti yang nona ketahui tentang kakak anda sendiri. jika malam ini dia ingin pulang dan saya tidak disini? apakah mungkin esok paginya saya masih bisa berkerja dengannya?"


"hm, Yasudah kalau begitu aku masuk saja, percuma juga disini!"


Kenzia sudah megangang gagang pintu dan hampir membukanya.


"tunggu nona?"


"kenapa? kenapa aku tidak boleh masuk?"


"maaf nona, bukannya saya melarang nona untuk menemui kakak anda sendiri, tapi jika nona nekat ingin masuk maka itu hanya akan merusak mata anda!"


"hahaha, apa apan kamu ini? kamu kira aku masuk ketempat yang penuh dengan duri duri tajam sampai sampai bisa merusak mataku?"


andai anda tahu sendiri, ini lebih mengerikan dari duri tajam! (Batin Rey)


tapi tiba tiba Ponsel kenzia berbunyi dan dia mengangkatnya menjauh dari Rey dan menjauh dari kamar menginap Adinata.

__ADS_1


-vote vote vote. jangan lupa kakak 😊 semakin banyak vote akan selalu diusahakan up setiap hari dengan beberapa episode sekaligus. terima kasih.


__ADS_2