Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.35


__ADS_3

lalu pak Har menghampiri Adinata yang sedang menyelesaikan pekerjaannya diruang kerjanya.


"Tuan, saya disuruh Nona untuk memanggil anda menuju halaman depan!"


"kenapa pak Har? sebentar ya kamu ladeni saja dia dulu! aku harus kirim email pekerjaan ini dulu! sudah dua hari aku tidak kekantor!" masih fokus kelaptopnya.


"Saya sudah mengatakan pada nona kalau saya yang akan membantunya, tapi dia menolak tuan!"


"memangnya apa yang Meira inginkan sampai harus aku yang bertindak?" memandang pak Har.


"memetik mangga dipohon tuan!"


"hahh??" Adinata terkejut.


...


lalu dia segera menghampiri Meira dihalaman.


"Sayang kamu ini apa apan sih, masak iya aku harus memanjat pohon?"


"ayolah sayang, aku lagi pengen banget tauu nggak sih ituu mangga yang itu!"


"kita suruh pak mun atau itu penjaga gerbang sana!"


"tidak mauu!! maunya kamu!" merengek


"ya sudah ya sudah!" Adinata


lalu Adinata melepas alas kaki yang ia gunakan dan mulai menaikkan kakinya satu persatu kebatang pohon.


"Yang mana?" teriak Adinata dari atas


"itu sebelah kanan kamu sayang?" sambil menunjuk

__ADS_1


"yang ini?" memegang salah satu mangga yang masih kecil dan masih berwarna hijau.


"iya benar"


"ini masih mudaa, yang ini saja ya sudah tua hampir matang!" menunjuk mangga yang sudah mulai kekuningan.


"tidak mauu, maunya yang tadii!" sambil berteriak


lalu dengan cepat Adinata mengambil yang diinginkan Meira dan segera turun.


"ini, merepotkan!" mengacak acak rambut Meira sambil memberikan mangganya ke Meira


"terima kasih" Meira tampak bahagia.


lalu mereka masuk dan Adinata menyelesaikan pekerjaannya diruang tamu.


"Pak Har, bisa bantu aku mengupasnya dan memotongnya?"


"tentu nona, anda tunggu disana dulu biar saya sajikan!"


"kakak ipar? sudah baikan?"


"ahh sudah, kalau dikamar terus malah mual terus!"


"syukurlah!" Kenzia tersenyum..


lalu Meira duduk disamping Adinata yang sedang fokus dengan laptopnya.


tiba tiba pak Har datang dengan sepiring Potongan mangga.


"Silakan nona" menaruh diatas meja.


"wahh apa itu?? aku mau coba" dengan cepat zia menyerbu dahulu lalu memakannya.

__ADS_1


"aaaa... masam.. asam sekali apa apaan ini? mangga muda?" kenzia


"ini enak tauu, seger lagi, asam apanya?" Meira yang memakannya dengan lahap.


"ihh kakak ipar itu jelas jelas asam sekali! wahh apa jangan jangan kakak ipar lagii...."


belum selesai Kenzia berbicara


"sshuttss" Meira melotot kearahnya dan kenzia malah tertawa.


"emm aaku kenyang, tapi masih banyak. apa kamu mau Zia?"


"ahh tidak, lebih baik aku tidak makan seminggu dari pada makan mangga muda!"


"kalau begitu kamu sayang?"


"hah apa? akuu? tidak tidak aku sedang sibuk ini!" masih fokus kelaptopnya.


"Ayolah sayang, aku maunya kamu yang habiskan, nanti mubazir loh!" sambil menyuapi ke mulut Adinata.


"hahh.. aaa.. aapa ini? asam sekali!"


"enak sayang! aku tidak mau tauu. pokoknya kamu harus habiskan. buka mulutmu lagi!"


Kenzia justru malah tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi muka Adinata.


lalu Pak Har datang dengan memberikan minuman dan ditaruhnya diatas meja.


"Tidak boleh minum dulu sebelum habis!" Meira masih memasukkan mangga tadi ke mulut Adinata.


"kunyah sayang!" memaksa.


tontonan lucu bagi Kenzia yang sedari tadi tak henti hentinya tertawa.

__ADS_1


-mengingatkan lagi jangan lupa berikan vote ya kakak..supaya author rajin updet..


__ADS_2