Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.8


__ADS_3

Bulan mulai menampakkan dirinya dimalam yang sunyi..


Meira masih terjaga karena menunggu Adinata pulang. Hingga pukul 22.00 adinata baru pulang bersama dengan sekertrisnya.


sampainya adinata masuk kamar ia melihat Meira yang memandang keluar jendela.


"Kamu belum tidur?" sontak membuat Meira kaget.


"ehh anda sudah pulang tuan?" tanyanya balik


"mulai sekarang jangan panggil aku tuan, aku suamimu. tidak enak jika didengar ibu" sambil melepas sepatunya.


ada angin apa orang ini bicara kalau dia suamiku. dasar anehh.


kalau begitu aku harus panggil dia apaa? (batin meira)


"tidurlah sudah malam. tutup jendelanya. kelamaan disitu akan membuatmu masuk angin" adinata memejamkan matanya. diikuti Meira menuju sofa tempat tidurnya. dan tertidur pulas.


sedangkan adinata masih memikirkan sheila tadi. kenapa dia tidak merasa sedih karena berakhirnya hubungan mereka? dan kenapa justru dirinya merasa lebih tenang?


dan akhirnya dia terlelap juga.


keesokan paginya...


adinata bangun, ia melihat Meira sudah rapi duduk disofa memainkan hpnya.


ia beranjak dari tempat tidur menghampiri meira.

__ADS_1


"mau kemana kamu?" tanya adinata


" kan anda sendiri yang bilang bahwa saya boleh sekolah paket c, ?" dengan senyum.


adinata hanya berlalu langsung menuju kamar mandi tanpa menjawab Meira.


setelah adinata siap menggunakan kemeja, ia tengah menyisir rambutnya, Meira melihat dasi yang belum terpasang dengan benar.


"bolehkah aku membenarkah dasi anda?" berdiri dibelakang adinata


adinata hanya menganggukkan kepalanya.


Meira langsung berdiri didepan adinata berusaha memasang dasinya dengan susah payah karena tinggi adinata yang tak sampai membuat Meira harus menjinjitkan kakinya.


"hahaha.. ternyata kamu pendek sekali ya. apa dulu kamu tidak minum susu pertumbuhan?" tawa adinata.


dengan susah payah akhirnya Meira berhasil memasangnya. dan Meira hanya tersenyum.


dan saat setelah selesai sarapan, seperti biasanya Meira mengantar adinata sampai depan pintu.


"tunggu.. bagaimana dengan sekolah saya?" Meira meraih tangan adinata.


"kenapa? tunggu sampai Rey akan mendaftarkanmu. tidak sekarang. aku pergi dulu" adinata masuk kemobil


dan meira kembali masuk kerumah.


sesampainya dikantor. datang kembali Sheila didepan ruang adinata.

__ADS_1


"sayang.. sayang.. tunggu..aku mohon beri aku kesempatan" sheila menarik tangan adinata yang baru saja datang.


"nona jaga sikap anda" Rey yang melepas tangan sheila pada bahu adinata.


"Kamu dengar ya, kita sekarang sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. lagian kamu sendirikan yang meminta itu." adinata berjalan menuju pintu.


"ohh ya dan satu lagi, jangan muncul dihadapanku atau mengganggu aku. karena sekarang aku sudah punya istri" tambahnya dan masuk ke ruangan.


"sebaiknya nona pergi dari sini" rey yang masih didepan dengan senyum sinis menatap sheila..


membuat sheila kembali lari dengan menangis.


"dann nona, jangan pernah kembali dtang kekantor ini karena saya sudah menyuruh satpam menahan anda didepan apabila kembali kesini" tambahnya dan masuk keruang adinata.


sedangkan dirumah...


"kenziaa" sapa Meira pada kenzia saat menonton tv.


"ada apa kakak ipar?"


"kamu tidak kuliah hari ini?"


"tidak, hari ini dosen tidak masuk, jadi tidak ada kuliah hari ini." perjelas kenzia.


"apa kuliah itu menyenangkan?" tanya Meira


"kenapa kakak tanya seperti itu?"

__ADS_1


"tidak papa, kalau begitu aku kekamar dulu ya" Meira tersenyum meninggalkan kenzia


pasti kakak ipar pengen meneruskan sekolahnya dan kuliah. kasihan dia(batin kenzia)


__ADS_2