Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.4


__ADS_3

Semua orang seisi rumah sudah bersiap.


semua pelayan rumah sudah dikirim ke gedung pernikahan.


Adinata sudah bersiap dan duduk menanti Meira diSofa ditemani sekertarisnya Rey.


tak lama kemudian Turun dari tangga Ibu Ratna dengan menggandeng Meira. seketika Adinata menatap Meira mulai dari ujung kaki hingga atas yang tampak Anggun dan Mempesona.


postur tubuhnya yang kecil dan pendek tertolong oleh highhills yang dia pakai. sehingga tidak jauh dengan adinata


*cantik juga dia jika berdandan seperti itu..


ehh.. mikir apa aku... (*batin adinata)


"Adinataa... gimana calon istrimu cantik bukann?" tanya ibu ratna dengan gembiranyaa..


"jika sudah siap mari kita berangkat" menghiraukan perkataan ibunya dan pergi begitu saja keluar menuju mobil.


"tidak apa apa.. adinata memang biasanya seperti itu. suka dingin. tapi dia baik hati jadi kamu jangan khawatir ya" sambil menggandeng meira menuju mobil.


sampai didepan rumah..


"silakan tuan, nona" pengawal membukakan pintu mobil dan adinata masuk kemobil diikuti oleh Meira. sedangkan ibunya naik mobil sendiri dengan adiknya kenzia.


perjalanan menuju gedung pernikahan kurang lebih 30menit.


didalam mobil suasana sangat mencekam bagi meira. hening bahkan Adinata sama sekali tidak menoleh pada Meira.

__ADS_1


"Heii.. lihat aku.." perintah adinata


"a..a.ada apaa tuan?" meira memandang adinata dengan gugup.


"siapa nama kamu? tidak mungkin aku mau ijab kabul belum tahu namamu!" sambil tersenyum sinis menatap meira.


"Humeira Ananda Wijaya, tuan" jawabnya dengan menunduk.


"kau ingat, jangan mempermalukanku diacara, kau hanya cukup diam, tampilkan wajah bahagia dan tersenyumlah" pertegas adinata


"baik tuan" jawab meira lalu mengubah pandangannya ke luar kaca mobil.


__________


Sampainya digedung, Adinata dan Meira turun dari mobil dengan Meira memegang bahu adinata, memberikan senyuman palsunya.


semua pengawal berbaris menyambut dan memberikan penghormatan. media meliput dimana-dimana disiarkan secara langsung pula.


sampainya didalam gedung...


"ayahh..mama" senyum meira melihat orang tuanya dan memeluknya.


lalu adinata dan meira duduk dikursi yang telah disiapkan untuk ijab kabul.


setelah ijab kabul pun selesai. tanpa sadar air menetes dipipi Meira. entah dia harus bahagia atau sedih atas pernikahannya.


"kamu kenapa menangis? hapus air matamu" ucap adinata

__ADS_1


"ohh tidak apa apa tuan, saya hanya menangis bahagia" jawab meira tanpa sadar apa yang dikatakan hingga membuat adinata tersenyum sinis.


adinatapun memasangkan cincin dijari Meira, begitu juga sebaliknya. dan Meira mencium tangan adinata. tanpa ragu adinata mencium kening Meira. seketika Meira terbelalak. ada getaran aneh yang mengalir didarahnya dan memandang adinata.


Adinata dan Meira menaiki pelaminan dan menerima ucapan-ucapan dari tamu undangan.


"heii.. adinata.. aku kira kau akan menikah dengan Sheila... hahaha. tapi selamat yaa" ucap Romi rekan kerja adinata dan adinata hanya hanya membalas senyum saja.


*sheila? siapa sheila? apa hubungannya dengan adinata? (*batin Meira)


Resepsi berjalan dengan lancar dan meriah.. semua berjalan sesuai rencana yang telah diatur oleh sekertarisnya.


hingga acara pesta pun selesai....


"Meira.." panggil adinata.


meira hanya menoleh. "kamu pulang bersama ibu dan kenzia. ada urusan yang harus aku selesaikan" tambah adinata


"baik tuan, saya akan pulang dengan ibu". jawab meira.


adinata pergi begitu saja meninggalkan Meira.


"Meira, mau kemana adinata?" tanya mama meira.


"mama..( sambil memeluk mamanya) katanya ada urusan sebentar kok ma. mungkin soal pekerjaan" jawab meira menenangkan mamanya.


"kamu gakpapa kan sayang? kamu bahagia?" tanya mamanya lagi.

__ADS_1


" mama tenang saja. Meira bahagia kok ma" menunjukan senyumnya.


__ADS_2