Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.7


__ADS_3

Sedangkan dikantor...


"Tuan ada Nona Sheila didepan" rey memberitahu adinata yang sedang bekerja.


"Suruh dia masuk" perintah adinata


Rey langsung meninggalkan ruangan dan memanggil Sheila.


"Sayang. kenapa kamu datang tidak bilang?" tanya adinata menyambut sheila.


"Tidak usah sok manis denganku! Kau telah menghianatiku. kau menikah dengan wanita lain dan tidak bilang apa apa kepadaku!" Sheila marah marah didepan Adinata.


"Jaga cara bicaramu pada tuan, nona!" Rey menyela ucapan sheila


"Kamu duduk dulu aku akan menjelaskan semuanya" ajak adinata berusaha menenangkan Sheila.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, dasar laki laki pecundang, pengecut, penghianat. Kita Putuss!!" teriak sheila dengan air mata yang tk hentinya mengalir.


dari tadi adinata berusaha tenang menyikapi sheila. tapi dia mulai geram dan marah karena hinaan yang dilontarkan oleh sheila padanya...


"Nona tolong jaga bicara anda pada tuan. atau anda pergi dari sini" Rey yang melawan Sheila.


"Rey..Bawa dia keluar dari sinii.. dan kamu, kalau itu yang kamu inginkan baiklah kita sudah tidak ada urusan lagi" jawab adinata dengan menunjuk wajah Sheila.


"heii sayangg .. seharusnya kamu minta maaf dan menahankuu... aku masih mencintaimu..." rengek sheila yang tercengang atas jawaban Adinata.


"Rey...!!" adinata teriak. menegaskan untuk mengusir Sheila..


"mari nona, silakan keluar dari sini" menyeret tubuh Sheila..

__ADS_1


"lepaskan akuu, aku bisaa pergi sendiri" sambil menangis dan berlari meninggalkan ruangan adinata.


setelah Sheila keluarr..


rey kembali keruangan adinata..


"apa tuan baik baik saja?" tanya rey memastikan keadaan adinata..


"kamu pergi dulu dari sini, biarkan saya sendiri" adinata menyandarkan kepalanya dikunsi. lalu Rey meninggalkan nya diruangan.


sedangkan didepan kantor tampak Ibu dan Meira sudah sampai membawa makanan untuk Adinata..


tanpa sengaja Meira bertabrakan dengan Sheila yang lari keluar dari kantor.


"maaf maaf saya tidak melihat" Sheila meminta maaf karena telah menabrak Meira.


"ii..ibuu" sheila terbata bata.


siapa wanita disamping ibu ini? apakah ini istri adinataa?? (batin sheila)


Sheila malah terus berlari meninggalkan ibu dan Meira.


"kamu tidak apa apa nak?" tanya ibu memastikan..


"ohh tidak kok bu, bu siapa wanita itu? kenapa dia berlari sambil menangis? apa dia habis dipecat?" meira bertanya tanya pada ibu.


"ohh mungkin iya, sudahlah ayo masuk jangan hiraukan dia!" ibu berusaha menutupi dari meira .


sampainya didalam semua orang yang berpapasan dengan ibu dan Meira menundukkan kepala memberi penghormatan.

__ADS_1


hingga ibu dan Meira sampai diruang adinata.


'tok tok..tokk' ibu langsung membuka pintu


"adinata..?"


"ibuu, meira. kalian kenapa kesini?" sontak adinata berdiri dan menghampiri mereka berdua.


sepertinya sheila tadi habis dari sini, kelihatan dari wajah adinata yang menunjukkan suasana hatinya yang jelek. (batin ibu)


"ini meira Bawakan makanan untukmu!" ibu yang menjawab dengan senyum-senyum.


"Bearkah sayang? terima kasih ya kebetulan aku juga belum makan." sambil memeluk meira didepan ibunya.


"iya sayang" jawab meira dengan senyum manisnya.


"kalau gitu ibu tidak mau menganggu. ibu mau ke bawah dulu ya" sambil tertawa.


setelah ibu keluar...


meira duduk disofa ruangan adinata bekerja.


"kamu kemana saja hari ini?" tanya adinata sambil menikmati makanannya.


"ibu mengajak saya jalan-jalan lalu setelah itu mengajak saya untuk mampir ke sini" jawab meira dengan menyandarkan tubuhnya disofa karena kelelahan.


"kalau begitu apa saya boleh pulang? pasti ibu sudah menunggu?" sambil meraih tasnya.


tanpa jawaban Adianta melihat wajah Meira, mendekatkan wajahnya kemuka Meira. sontak meira gemeteran dan takut. dia memejamkan matanya. dan "Dasar otak mesum" bisik Adinata pada telinag Meira dengan tertawa lepas. membuat Meira merasa malu dan merah pada wajahnya. lalu meninggalkan Adinata keluar dari ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2