Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.22


__ADS_3

Yaa.. di hari minggu yang cerah ini, Meira dan Adinata melakukan jogging berdua..


awalnya mereka hanya jalan biasa berdua, dan akhir nya mulai berlari lari kecil. dan Adinata lebih dulu didepan Meira jauh, hingga tidak terlihat oleh Meira...


hingga adinata di tabrak oleh seorang wanita, yang cantik, muda, seksi,


"ohh maafkan saya tuan, saya tidak sengaja"


"hemm" Adinata memaling kan mukanya.


"emm.. tuan sendirian?"


adinata tidak menjawab nya.


"apa kau tidak kenal denganku?"


adinata membuka kacamata yang dia pakai.


"tuu..tuan Adinata ramakusuma kan? pengusaha muda tersukses?" wanita itu terpelongo.


"ohh maafkan saya tuan, ohh dan ya saya marlina, model ternama" mengulurkan tangannya. adinata hanya terdiam


tiba tiba Meira datang di belakang adinata dan menerima uluran tangan jabatan Merlina.


"hallo juga, saya Meira" tersenyum pada wanita itu.


dengan cepat wanita itu melepas tangan meira dan mengusap tangannya pada baju nya sendiri..


adinata yang melihat itu terlihat kesal.


"saya tidak berbicara dengan nona, jadi pergilah"mengusir Meira.


"sayangg..." Meira memeluk adinata, seperti menyuruh adinata bertindak atas kelakuan wanita itu..


sayangg ?? apaa aku tidak salah dengar?? (batin wanita itu)

__ADS_1


"heii nona, jaga sikap anda kepada istri saya. lebih baik anda yang pergi dari sini!"


"jadii ini istri tuan, ohh nona maafkan saya!"


meraih tangan Meira.


dasar cewek ganjen. pasti dia tadi ingin mendekati suamiku. untung saja aku segera datang. huhhh...


"baiklah tidak masalah" jawab meira sambil tetap memeluk adinata.


setelah wanita itu pergi berlalu..


"kamu tadi menggoda nya yaa??"


"Apaa apan Kamu menuduhku?" adinata mencubit hidung Meira..


"pakai lagi kacamatamu!" perintah Meira.


"kenapa?"


sedangkan adinata hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang cemburu.


lalu melanjutkan lari mereka.


"sayang aku capek" Meira ngos ngosan


"baiklah kita istirahat disitu yaa!" menggendong Meira menuju bangku taman.


"lepaskan akuu, tidak enak dilihat orang, ini tempat umum" Meira berontak ingin turun.


akhirnya Adinata menurunkan Meira setelah sampai disamping bangku dan mereka duduk dibungku taman, menikmati roti dan air yang mereka bawa dari rumah.


"sayang, sekarang Kenzia kan sendirian dirumah, gimana kalau kamu suruh Rey datang kerumah?" ide konyol Meira.


"ahh benar juga, kita kerjai aja mereka!" Adinata mengambil ponsel disakunya.

__ADS_1


*menelfon dan Rey meng iya kan untuk datang..


"kamu bilang apa pada Rey?"


"aku suruh aja dia datang kerumah, urusan pekerjaan" Adinata sambil tertawa.


"sayang, kamu lihat deh mereka!" Adinata menunjuk seorang laki laki dan perempuan yang sedang bermain bersama anak anaknya.


"emm kenapa?" mata Meira pun melihat.


"aku mau kita segera anak!" tersenyum pada Meira.


Meira yang sedang minum tersedak karena ucapan Adinata..


"sayang kamu tidak apa apa?"


"ohh tidak apa apa?" Meira mengusap mulutnya.


"jadi gimana?"


Meira kebingungan mejawab.


Dia masih memikirkan diusianya yang masih 18 tahun apa kah dia bisa.


"kamu diam berarti iya!" Adinata tertawa


"sayang. dengar aku dulu!"


"kita bicarakan dirumah ya. sekalian kita membuatnya. ayo pulang" memasang kacamatanya dan menggandeng Meira.


pengumumannn....


- tolong bantu dukung dengan berikan vote ya kakak, biar author juga rajin updetnya..


- semakin banyak vote, novel akan selalu diup setiap hari lohh. dengan beberapa episode sekaligus...

__ADS_1


__ADS_2