Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.50


__ADS_3

Kenzia bergegas meninggalkan ruang utama, meninggalkan semua orang dan bergegas menuju kamarnya.


Rey berpamit mengundurkan diri untuk segera pulang. Dan tinggal Adinata dan Meira yang masih terdiam tak bergeming sedikitpun disana.


"Sayang, apa kamu merasa seperti yang kurasakan?" Adinata memecah lamunan Meira.


"Eh..Emm mungkin.." Jawab Meira


"Aku harus selidiki ini!" Adinata meraih ponsel diatas meja.


"Eh tunggu, kamu mau apa?" Meira menarik tangan Adinata yang hendak menyalakan ponselnya.


"Biar aku bicara dengan Zia, dan mencari tahu jawaban kejanggalan ini!" Meira beranjak dari duduknya. dan Adinata mengangguk meletakkan ponselnya kembali.


...


'took..tokk..tokk' "Zia, ini kakak? apa boleh masuk?"


Kenzia yang sedari tadi menangis dibawah ranjangnya, kaget dan segera mengusap air matanya, bergegas menuju meja rias dan memakaikan bedak dimatanya agar tidak terlihat sembab.


lalu ia berlari menuju pintu dan membuka kunci pintu dan dengan cepat kembali duduk diatas ksurnya.


"kakak ipar masuklah tidak dikunci!"


Meira membuka pintu (tadi sepertinya aku sudah mendorongnya tidak bisa, padahal tidak dikunci!) batin Meira..


"Ada apa kakak ipar?"

__ADS_1


"Emm tidak apa apa, keponakanmu ini ingin bersamamu!" Basa basi Meira sambil mengelus perutnya.


"Ihh manisnya" jawab kenzia


...


Disuatu taman yang tampak sepi, ya tentu saja karena ini bukan hari libur, Rey membelokkan mobilnya diparkiran taman. Turun dari mobil dan melangkah kan kakinya menuju sebuah bangku dan duduk disana.


Pandangannya kosong menatap lurus kedepan.


Apa yang telah aku lakukan? ya tuhan akan terjadi masalah apa setelah ini? bisa habis aku dicincang Oleh tuan. Tapi mau bagaimanapun aku harus bertanggung jawab kepada Nona, ini juga kesalahanku. Ya tuhan tolong bantulah aku.. (Batin dan isi pikiran Rey)


Ditengah lamunanannya, Rey dikejutkan oleh sosok perempuan berparas cantik yang tanpa sengaja menumpahkan minuman kebadannya saat ia duduk.


"Jalan itu pakai mata!" Bentak Rey yang tengah emosi ditambah lagi dengan kejadian ini.


"Maaf maaf. Lalu bagaimana ini? pakaianku jadi kotor"


"Iya tuan. maaf saya salah!"


Rey memandang wanita didepannya itu, bagaimana bisa wanita itu berbicara dan memohon kepada Rey dengan pandangannya kearah lain.


Rey melambai lambaikan tangannya didepan wajah Wanita itu. Tapi tidak ada respon dari wanita itu.


"Kakak..Kakak tidak apa apa?" Teriak seorang laki laki dari belakang wanita itu.


"Bayu, Kakak tidak apa apa, tapi kakak tidak sengaja menumpahkan minuman ditubuh Tuan didepan kita ini!"

__ADS_1


"Tuan, maafkan kakak saya, sini biar saya yang bersihkan pakaian tuan!"


"Tidak perlu, jadi ini kakak kamu?" Rey


"Iya tuan, maafkan kakak saya, kakak saya memang mengalami gangguan penglihatan karena kecelakaan. Dan karena itu juga ayah kami meninggal dunia"


Rey merasa iba Karena telah membentak wanita tersebut.


"Duduklah sini!" Rey menepuk bangku disebelahnya. Dan anak kecil itu menuntun kakaknya duduk disamping Rey.


...


'hiks hiks...' isak tangis Kenzia yang pecah dipelukan Meira..


"Sudah Zia, diamlah, tenanglah!"


"Aku takut kak, aku takut kakak akan marah nanti jika tahu semua!"


"Tapi bagaimanapun juga kakakmu harus tahu soal ini Kenzia. Ini menyangkut kehormatanmu sebagai seorang wanita, ya walaupun disini kamu juga salah, tapi kamu bukanlah pengecut yang akan menutupi kesalahanmu bukan?"


"Kakak ipar. aku akan cerita semuanya, tapi jika memang nantinya akan ada anak dalam rahimku. jika tidak maka aku mohon simpanlah rahasia ini rapat rapat kak!"


"Tapi Zia..."


"Kak, aku mohon!"


"Baiklah" Meira kembali memeluk Kenzia dan menenangkannya.

__ADS_1


__ADS_2