
Akhir nya mereka pulang setelah berbelanja, lebih tepatnya mengambil barang barang karena tidak membayar. karena mall sendiri.
"kita mampir makan siang dulu ya?" adinata membelokkan setirnya kesebuh restaurant.
setelah itu mereka masuk ke restauran disambut oleh Manager restaurant yang kebetulan ber ada diloby restauran.
"selamat siang pak Adinataa, pasti anda mau makan siang disini, akan saya siapkan pelayanan sebaik mungkin untuk bapak." dengan menjabat tangan adinata tersenyum gembira akan kedatangan adinata.
"terima kasih sebelumnya" adinata tersenyum.
"baiklah mari saya antar"
sesampainya dimeja makan sudah banyak menu yang disajikan diatas meja..
"kalau begitu saya permisi dulu ya pak. Selamat menikmati"
...
"siapa dia? kenapa dia kenal denganmu?" Meira bertanya pada adinata..
"hahaha kamu itu bodoh atau apaa? siapa coba yang tidak kenal denganku?" tertawa sambil menikmati makanan nya.
meira hanya mengerutkan keningnya dan mulai menikmati makanannya hingga selesai.
"kita terus pulang kan?" tanya Meira sambil mengelap bibirnya.
"kamu mau kemana lagi emangnya?" adinata berbalik tanya.
"aku rasa sebaiknya kita pulang, aku capek"
"baiklah. ayoo" adinata berdiri dan menarik tangan Meira. dan akhirnya mereka pulang..
__ADS_1
selama dimobil, adinata selalu mengganggu Meira yang duduk tenang disampingnya. mulai dari menyiumnya sampai bermain main dengan tubuh Meira. walaupun Meira merasa risih, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. dia hanya diam dan pasrah.
dan sampai lah mereka dirumah.
meira langsung masuk kerumah tanpa menunggu adinata. menuju dapur dan mencari minuman.
"nona sudah pulang? sedang mencari apa? bisa saya bantu?" pelayan perempuan menyapanya yang sedang membuka kulkas.
"emm ini aku mau minum"
"nona duduk disitu saja biar saya yang ambilkan" dengan ramah pelayan itu mengambilkan segelas air dingin untuk Meira.
"terima kasih" menerima gelas dan tersenyum.
lalu perempuan itu pergi dari hadapan Meira..
"ehh tunggu"
"emm tidak, duduklah disitu" Meira menunjuk kursi kosong didepannya..
"ahh tidak nona, biarkan saya berdiri disini"
"kenapaa?? kau takut pada pak har?"
pelayan itu hanya menggukkan kepalanya lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Meira.
...
tiba tiba dari belakang Meira
"kenapa kau meninggalkanku?" adinata berdiri dibelakang Meira.
__ADS_1
"kenapa? aku haus" meneguk air dalam gelasnya lagi.
tiba tiba terdengar ada suara telepon dari saku jas adinata. lama adinata menatap handphone nya dan belum menjawab.
*sheila? berani beraninya dia menelfon. (*gumam adinata kesal)
"siapa?" Meira bertanya.
"ohh bukann. urusan kantor" adinata menolak telpon tersebut dan mematikan hpnya.
"kenapa tidak diangkat? mungkin penting?"
adinata tidak Menjawab dan langsung pergi naik kekamar.
kenapa dengannya? ahh bodo lah bukan urusanku (Meira berbicara sendiri)
sampainya dikamar adinata menelfon Rey. setelah rey mengangkat,
"kamu urus Sheila!" dia memerintah rey begitu saja langsung menutup telpon nya tanpa ada perkataan lain.
Meira yang tanpa disadari telah berdiri dibelakang nya bengong dan bertanya..
"siapa sheila?" dengan kepolosnya
"Meira, sejak kapan kau berdiri disitu?" memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan.
adinata langsung mendekat ke arah Meira dan membuat Meira takut kalau adinata akan melakukan nya lagi padanya. hingga meira berlari keluar dari kamar dengan cepatnya.
"syukurlah.." adinata menghela nafas panjang.
karena Meira tidak jadi menanyakan sheila.
__ADS_1
dan dia malah tertawa mengingat tingkah Meira tadi yang ketakutan saat ia dekati.