Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.12


__ADS_3

Selama diperjalanan adinata selalu menggoda Meira. Entah kenapa sejak kemarin ia yang semula dingin kepada Meira menjadi tergila gila kepada Meira. apakah sudah tumbuh benih benih cinta untuk Meira?


"kau ini, lempaskan akuu. bagaimana kalau ada yang melihat kita seperti ini?" sepanjang perjalanan adinata memainkan satu tangannya di dada meira dan satu tangannya lagi memegang kemudi mobil.


"kaca mobilku gelap, kamu tidak usah khawatir" jawabnya dengan senyuman nakalnya.


hingga selama perjalanan kurang lebih 30 menit mereka sampai disebuah mall terbesar didaerah tersebut.


"ayo turun" membukakan belt pengaman Meira.


"sebenar, apa aku sudah rapi? tidak terlihat acak acakan?" sambil membenahi bajunya..


"hehe, sudah ayo turun" tawa adinata.


setelah Meira turun, "tunggu sebentar, kau bilang kau akan memberiku suatu usaha, lalu kenapa kau mengajakku ke mall?" menarik tangan adinata dan membuat langkah adinata terhenti.


"ikuti saja aku" menarik tangan Meira.


hingga akhirnya sampailah mereka disatu ruangan didalam mall. dan mereka masuk ruangan tersebut.


Meira melihat sekeliling, kenapa ada foto foto adinata terpajang didinding dan meja ruangan itu?


'tokk.tok..tokk ceklek' tiba tiba ada yang memasuki ruangan lagi, seorang laki laki berjas menghampiri adinata.


"selamat siang tuan" sapa laki laki itu.

__ADS_1


"Iyaaa, pak wann itu istri saya yang saya bilang akan menggantikan saya dan menjalankan usaha ini" sambil melihat Meira yang duduk disofa ruangan tersebut.


"ohh baik tuan."


"tugas kamu ditambah dengan menjaga dia selama berada disini" dann pak wan yang menjadi orang kepercayaan adinata untuk menjalankan usahanya itu pun mengangguk mengerti.


"sayangg kemarilah" adinata memanggil Meira.


dan Meira berjalan mendekati dua orang laki laki itu.. "ini pak wan yang akan menjadi partner kerjamu disini!" tersenyum ke arah Meira.


"kerja disini?" meira terbengong.


"heem"


wah ternyata mall ini milik adinata? kenapa aku baru tahu? (batin meira)


"sungguh?" binar binar mata meira menatap adianta.


"heem"


"terima kasih" dengan cepat ia memeluk adinata..


setelah itu mereka keluar dari ruangan. adianta yang berjalan dengan merangkul tubuh mungil Meira, mengajak meira untuk mengelilingi mall tersebut yang sekarang telah menjadi bisnisnya.


semua karyawan yang berpapasan dengan adinata selalu menundukkan kepala memberinya penghormaatn kepada pemilik mall.

__ADS_1


....


dari kejauhan tampak ada yang mengawasi mereka.


ohh jadi benar wanita yang berpapasan denganku waktu itu adalah istri adinata. dia yang sudah membuat adinata membuangku begitu saja.


lihat saja aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.


gumam wanita itu yang sedari tadi berdiri disamping deretan baju baju melihat ke arah adinata dan Meira.


......


" apa kau ingin berbelanja?"


"apakah boleh?" menatap adinata dengan melihat keatas karena tinggi meira yang hanya sedada adinata.


"tentu, ambil saja apa yang kau inginkan! bahkan kau boleh mengambil semua barang disini dan kau membuka toko dirumah" tawa lepas adinata


"ihh apaan sih" Meira mencubit pinggang adinata.


"heii..berani sekali kau mencubitku seperti itu. akan ku balas kau nanti dirumah" senyum sinis adinata.


tapi Meira menghiraukan perkataan adinata. ia langsung memilih milih baju. dan ia mencobanya diruang ganti..


dia tampak menggunakan baju yang ia pilih dan melihat diriku sendiri dikaca. dan meminta pendapat adinata.

__ADS_1


"cantik" 1 kata yang keluar dari mulut adinata dengan melihat Meira tanpa berpaling.



__ADS_2