Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.45


__ADS_3

Sudah hampir 2minggu mereka manjalani kehidupan sederhana, Kenzia juga sudah mulai terbiasa dan menerima keadaan.


Hingga suatu Siang, berhenti sebuah mobil mewah didepan kontrakan, jelas itu bukan mobil Adinata.


"Ibu?" Teriak Kenzia setelah melihat sosok wanita yang turun dari mobil.


"Zia?"


Mereka berpelukan erat diteras rumah kontrakan itu.


"Ibu?" Meira yang mencium punggung tangan Mertuanya.


"Meira? mana suamimu?" Ibu


"Belum pulang bu. Mungkin sebentar lagi saat jam makan siang, Masuk dulu bu!"


"Ya tuhan kasihan sekali kalian ini! Kenapa tidak ada yang memberitahu ibu, anak anak ibu tinggal ditempat seperti ini?" Ucapan Ibu saat masuk kedalam kontrakan dan duduk dikarpet.


Tak lama kemudian, tiba tiba datang lagi mobil didepan kontrakan. Sosok suami istri turun dari mobil melangkah menuju pintu yang terbuka.


"Mama? ayah?" Meira menghampiri kedua orang tua nya yang berdiri didepan pintu.


"Kenpa tidak bilang mau kesini? Masuk dulu!"


"Loh ada mbak Ratna juga?" Ucap mama Meira yang menyalami besannya itu.


"Ehh iya belum lama juga kok! duduk sini!"

__ADS_1


...


"Meira, gimana kandungan kamu? Apa sudah periksa ke dokter?" Mama Meira.


"Lohh Meira? kamu sudah hamil? kenapa tidak memberitahu ibu?" Ibu


"Maaf ibu. Meira tidak sempat mengabari sejak ada permasalahan yang datang ini!"


"Ahh sudahlah tidak apa apa! Tapi ibu bahagia dengernya! Sudah kedokter?" Ibu Adinata mengusap bahu Meira.


"Emm , belum ma, bu, karena suamiku sendiri juga masih sibuk!"


tiba tiba datang Adinata didampingi oleh Rey dibelekangnya.


"Loh semua berkumpul disini?" Adinata kaget.


"Sejak kapan? kenapa tidak menelfon ku?" Adinata duduk disamping Meira.


"Iya nak, Kan ayah juga bisa bantu sebisa ayah!" Ucap Ayah Meira.


"Ibu, ayah, mama. Adinata tidak ingin mengecewakan kalian, terutama ayah dan mama aku masih bisa menjaga Meira, tenanglah!"


"Ayah percaya sama kamu! kamu laki laki yang bertanggung jawab!"


"Dan sekarang Adinata membawa kabar baik!" Adinata melirik Meira dan mencium pipinya.


"Meira tengah hamil!" Ucap senang Adinata.

__ADS_1


"Sudah tau!" jawab singkat Ibunya


"Hah?" Adinata tampak bingung dan menatap Meira.


"Eh tapi ada satu lagi, Adinata menang dipengadilann tadi, aku berhasil mengumpulkan bukti untuk merebut kantor dan usaha usahaku lagi! dan dalam waktu 1×24 jam semuanya akan kembali ketanganku!" Tampak wajah gembira Adinata dan langsung memeluk istrinya.


"Alhamdulillah, Syukurlah, mama dan ayah turut senang mendengarnya!"


"benarkah sayang? Ibu bangga denganmu!"


"Sayang, maafkan aku ya aku telah menyengsarakanmu, dan iyaa aku setiap hari meninggalkanmu karena aku dan Rey mencari bukti untuk menuntut rekan bisnis licik itu!" Adinata mengusap rambut Meira.


Meira hanya tersenyum dan memeluknya..


"Oke dan kita bisa berkemas, nanti sore kita kembali kerumah!" Adinata


Meira dan Kenzia menuju kamar masing masing untuk mengepack pakaian ke koper. sedangkan Adinata masih berbincang dengan ibunya dan mertuanya.


...


Matahari sudah berada diujung barat, Kedua orang tua meira sudah pulang.


Semua sudah siap untuk kembali kerumah, memasukan koper kebagasi dan Rey melajukan mobil. Sedangkan Kenzia ikut dimobil Ibunya.


"Sayang, aku bahagia sekali!" Adinata tidak henti hentinya tersenyum sendiri.


"Anak daddy lagi pengen apa lagi nih?" Adinata mengusap perut Meira.

__ADS_1


"Sayang, entah kenapa aku bahkan tidak menginginkan makan apapun, sepertinya anakmu ini dapat mengerti kondisi daddy nya!"


"Hahaha, pintar sekali. dan ya untuk kamu mulai sekarang tidak perlu lagi mengontrol mall yang ku serahkan padamu itu, biar aku lagi yang mengurusnya. kamu tidak boleh bekerja, harus jaga kesehatan mu dan baby dirumah!"


__ADS_2