
Pagi hari yang cerah, suara burung dan suara orang lalu lalang terdengar sampai kedalam telinga Meira. Membuatnya terbangun dan melihat Kenzia disampingnya masih terlelap.
Meira beranjak dari tidurnya dan menuju kamar mandi yang hanya ada 1 dalam rumah. Membersihkan mukanya dan langsung menuju kamarnya untuk melihat Adinata.
Membuka kamar dan tampak Adinata tengah tertidur pulas. Meira mencoba membangunkannya.
"Sayang, bangun, sudah siang!" Menepuk nepuk pipi Adinata.
Tampak Adinata mulai membuka matanya perlahan, dan duduk disamping Meira, mengumpulkan nyawanya.
Tatapan Adinata tajam menembus mata Meira,
"Sayang, maaf kan aku!" Adinata sontak memeluk Meira.
"Tidak apa apa! aku mengerti!" Meira
"Apa aku sudah keterlaluan padamu tadi malam? sekali lagi maafkan aku!"
"Tidak, sudahlah aku paham keadaanmu sekarang, tapi aku mohon jangan minum lagi ya, demi anak kita berjanjilah!"
"Tentu saja. Aku hanya ingin melampiaskan emosi kemarin, aku pusing dengan masalah saat ini! Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan membuatmu hidup susah seperti ini, percayalah ini tidak akan lama!"
"Aku percaya padamu!" Meira menjawab dengan senyum.
...
Setelah semua mandi mereka berkumpul dikarpet depan, duduk dan menikmati nasi bungkus yang dibeli Adinata.
"Kakak aku telfon ibu ya? Dia akan menolong kita!" Kenzia
__ADS_1
"Tidak, ibu jangan sampai tahu soal ini!"
"Tapi kenapa kak? aku tidak bisa hidup begini, badanku terasa gatal mandi air itu, tidurku pun tidak nyenyak!"
Lalu Adinata pindah duduk disamping Kenzia dan mengelus kepalanya.
"Maafin kakak ya! Kakak akan berusaha bangkit kembali. Kita tidak akan lama disini. Kalau ibu tau dia akan khawatir nanti disana!"
Lama kelamaan Kenzia mulai luluh dengan ucapan Adinata dan menerima keadaannya.
...
Tidak lama kemudian Rey datang untuk menjemput Adinata.
"Kalian mau kemana? Bukankah sudah tidak kekantor" Meira
"Sayang, aku akan berjuang untuk mempertahankan apa yang telah susah payah kita bangun!"
"Morning kiss nya mana?" tawa Adinata
Dan Meira mencium pipi Adinata, tapi dibalas dengan lumatan sebentar dibibir Meira.
"Nak? daddy berangkat ya, kamu jangan nakal, jagoan daddy harus bisa jaga Mommy!" Adinata mengelus perut Meira.
....
Tapi sayangnya kabar kebangkrutan Adinata sudah meluas dan menyebar karena diliput oleh stasiun televisi.
kabar itu sampai ketelinga Mama Meira.
__ADS_1
Sudah berulang Mamanya menghubungi Meira, tapi tidak ada jawaban, karena ponsel Meira yang mati kebahisan baterai dari kemarin.
Setelah mengisi daya, sontak Meira terkejut akan panggilan tak terjawab dari mamanya yang banyak sekali.
"Hallo Meira?"
"Iya Ma, ada Apa? maaf ponsel Meira lowbet!"
"Kamu dimana sekarang sayaang? Apa benar suamimu bangkrut?"
"Emm iya ma, tapi Meira baik baik saja lo!"
"Astagfirullah Meira. kenapa kamu tidak cerita ke mama? sekarang kalian tinggal dimana? Pulanglah kerumah mama sayang, pintu rumah selalu terbuka lebar untukmu dan suamimu!"
"Tidak ma. aku sudah berada dikontrakan sekarang, mama jangan khawatir, aku yakin kalau suamiku akan berusaha keras untuk bangkit lagi!"
"kalau soal Adinata, mama percaya sama dia! tapi kamu baik baik saja kan?"
"Tentulah ma, bahkan sebenarnya aku punya kejutan untuk mama!"
"Apa sayang?"
"Aku hamil ma!"
"beneran? Alhamdulillah, kamu jaga kesehatanmu ya, kalau butuh apapun hubungi mama segera, kamu paham?"
'iya iya mamaku sayang!"
berlanjut lah pembicaraan seorang ibu dan anak.
__ADS_1
sekedar mengingatkan, jangan lupa vote ya kakak, biar author semangat dan bisa updet.