Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.23


__ADS_3

sedangkan dirumah...


Rey datang seperti biasa langsung masuk dan menuju ruang kerja Adinata.


Baru sampai diruang tengah, Ia bertemu dengan Kenzia.


"kamu kenapa kesini?" wajah Zia yang cemberut kesal karena dari pagi dia menunggu.


"kenapa? Tuan Adinata meyuruhku!" Rey langsung berlalu meninggalkan Kenzia.


"heii.. tunggu sebentar, mau kemana kamu?" Kenzia mengikuti langkah Rey dari belakang.


tapi Rey tidak merespon sama sekali.


"Kakak sedang Joging dengan Kakak ipar!"


tiba tiba Rey langsung balik badan menghadap keKenzia dengan tatapan matanya yang tajam.


ohh ya ampunn, dia menatapku seperti itu? dia tampak tampan sekali! (kenzia tersenyum sendiri)


tanpa perkataan Rey mempercepat langkahnya menuju ruang kerja Adinata. Kenzia pun masih membuntutinya sampai masuk kedalam.


Apa apan tuann ini? menyuruhku kesini padahal dia sedang keluar? apa ini ulah wanita gila ini meminta kakaknya menyuruhku kesini (batin Rey) dengan menghela nafas panjang.


lalu Rey duduk disofa, membuka laptop dan mencari file pekerjaan. Zia ikut duduk disamping Rey.


"heii tuan?" Zia menusuk nusuk bahu Rey dengan telunjuknya.


tapi tidak ada jawaban dari Rey.


"apa kau tuli?" berbicara didekat telinga Rey.


masih tidak ada jawaban dari Rey.


tiba tiba ada yang membuka pintu ruangan


membuat Kenzia dan Rey terkejut.


"kalain ngapain berduaan disitu? Kakakmu mana Zia?" tanya wanita itu didepan pintu.


"hahh?? ibu? kapan pulang? kenapa tidak memberi kabar?" Kenzia menghampiri ibunya yang pulang tiba tiba.

__ADS_1


yaa Ibu Adinata pulang setelah beberapa bulan diluar kota untuk urusan bisnis kecantikannya..


Dia tidak memberi kabar siapa saja termasuk Adinata.


"Iya ibu juga mendadak pulang tadi, Kangen sama anak anak ibu!" memeluk Kenzia.


....


Adinata dan Meira yang sudah sampai didepan rumah, melihat mobil ibu yang terparkir dihalaman.


"sayang, ibu pulang?" Meira menatap Adinata.


"Entahlah, ibu tidak bilang kalau mau pulang?" mengangkat bahunya.


lalu mereka berdua masuk kerumah..


"Ibu?" Adinata memanggil Ibunya yang sedang bicara dengan Kenzia disofa ruang tengah.


"Adinata" Ibu antusias dan segera memeluk Adinata.


Setelah ituu Meira pun menyapanya..


"Ibu" sambil tersenyum dan mencium tangan ibu Adinata.


"Kenapa ibu tidak bilang kalau mau pulang?" Adinata


"Ohh maafkan ibu ya, Ibu kangen dengan kalian semua jadi ibu pulang mendadak!"


"kalau begitu, aku dan Meira keatas dulu ya Bu, mandi dulu lalu kita ngobrol lagi" Adinata meraih tangan Meira..


"Baiklah"


...


Selepas mandi...


"Sayang, aku turun dulu ya"


"heem" jawab Adinata sambil mengeringkan rambutnya.


dibawah Meira bertemu dengan Ibu yang sedang duduk sendiri disofa sambil melihat televisi.

__ADS_1


"Meira, kemari nak" ibu menepuk tempat disebelahnya sambil tersenyum.


"Ada apa bu?" sambil duduk disampingnya.


"Apa kamu tidak ada kabar bahagia buat ibu?" meraih tangan Meira seperti meminta harapan.


"kaa kabar? kabar apa?" Meira tampak bingung.


"Ibu kan sudah lama berbulan bulan diluar kota, seharusnya kamu sudah hamil kan?" memegang perut Meira.


"haa hamil? ehh anuu. sebenarnya belum bu!" Meira kebingungan menjawab.


"Apa? kamu belum hamil?" Spontan tangan ibu melepas Meira. Dan raut wajahnya berubah drastis.


"ii..iyaa"


"Kenapa? apa kamu tidak mau mengandung cucuku? atau jangan jangan kamu ituu... tidak subur ya? kan ibu sudah lama diluar kota masak kamu juga belum hamil? "


"ehh tidak ibu, kami hanya belum pernah merencanakannya,"


"Kalau begitu, besok pagi setelah Adinata berangkat kerja, kamu ikut ibu ke rumah sakit?"


"kenapa bu?"


"kita cek kandungan kamu!"


"Apa apan ini? cek kandungan? kenapa? Tiba tiba Adinata datang dari belakang.


"Adinata? Emm Ibu cuma ingin cucu nak, maka dari itu Ibu pulang. temen temen ibu disana itu sudah memiliki cucu semua, jadi ibu selalu diijek. ibu rasa sudah lama juga ibu pergi keluar kota tapi Meira belum juga memberi Ibu cucu."


meyakinkan Adinata.


tapi Adinata hanya diam dan mengajak Meira naik kekamar.


...


Setelah itu dikamar.


"Sayang, aku rasa ada yang aneh dari ibu?" Meira


"kenapa?"

__ADS_1


"kenapa dia menyalahkan ku karena belum hamil"


"kamu itu jangan terlalu memikirkan omongan ibu. kalau kamu mau kita bisa membuatnya!" Jawab Adinata sambil tertawa.


__ADS_2