
Adinata yang sedang sibuk sibuknya dikantor, tiba tiba ponsel nya berdering..
"Apakah benar dengan Meira?" suara dari ponsel itu.
"Tidak, saya suami nya. ada apa?"
....
setelah mendapat kan telpon tadi Adinata tampak kaget dan segera mencari kontak Meira diponsel nya.
"Ayolah angkat.. kamu di mana?"
Adinata tampak mondar mandir. Rey yang baru datang keruangn nya tampak kebingungan..
setelah telefon terhubung.
"Meira? sayang kamu dimana?"
"aku dirumah. sudah pulang. kenapa?" tampak suara Meira dari ponsel itu.
"Oke kamu jangan ke mana mana, aku pulang sekarang!"
Adinata langsung menutup telfon nya.
"Rey. ayo cepat kita tidak ada waktu lagi!"
belum sempat Rey menanyakan ada apa dia langsung mengikut saja, dia tahu kalau seperti ini berarti ada sesuatu yang penting.
...
sedangkan dirumah..
"Kenapa tiba tiba telfon? inikan masih siang? kenapa pulang?" Meira bergumam sendiri.
tidak lama kemudian, setelah 30menitan Adinata dan Rey datang.
"Sayang? kamu dimana?" Adinata membuka pintu langsung mencari Meira.
"Sayang?" panggil Meira dari arah kamarnya.
__ADS_1
setelah membuka pintu dan menemukan Meira berdiri disamping tempat tidur, Adinata langsung memeluk Meira dengan erat.
"Kamu kenapa?" Meira tampak bingung.
"Ahh kamu langsung ganti pakaian ya! ini! kita akan pergi!"
Adinata memberikan pakaian nuansa hitam ke Meira.
Meira masih bingung dan bengong.
Sedangkan Adinata sudah mengganti pakaiannya berwana hitam hitam dan ber kacmata hitam.
setelah berganti pakaian mereka keluar segera menuju ke mobil.
"Sayang. kita mau kemana? panas tau siang siang harus pakai warna hitam untuk keluar!"
Meira melepas selendang yang ia gunaan untuk menutupi kapalanya sampai nya dimobil.
Adinata tidak berbicara apapun. yang dia lakukan hanya memeluk Meira sepanjang perjalanan.
"Meira, aku akan menjagamu"
lama perjalanan sekitar satu jam. sampai hampir dekat dengan tujuan Meira menyadari sesuatu.
"sayang, aku seperti kenal jalan ini!"
Adinata hanya terdiam.
"Sayang. ini kan jalan menuju rumahku kan? rumah mama dan ayah?" tampak Meira tersenyum.
"Kita sebenar nya mau kemana? bagaimana kalau setelah pulang kita mampir kerumah orangtuaku? sudah lama juga aku tidak kesana? apa kabar mereka? nanti kita mampir ya?" memegang tangan Adinat.
Adinata hanya mengangguk mengiyakan.
setelah mobil yang dikemudikan Rey berhenti.
"Sayang inikan dekat rumahku!" menujuk rumahnya disebrang jalan.
"tapi kenapa banyak mobil berjejeran berbaris disini? apakah ada hajatan?"
__ADS_1
"Sudahlah. ayo turun!" Adinata membukakan pintu untuk Meira.
"tunggu tunggu itukan rumahku? kenapa banyak sekali orang disana?" menunjuk rumahnya pada Adinata.
yaa bagi Adinata baru pertama kalinya lah dia kesini, dan semenjak Meira menikah dia belum pernah menemui kedua orang tuanya.
...
sedangkan didepan rumah Meira...
"Eh itu Meira dan Suaminya sudah datang!" menunjuk Meira dan Adinata yang diikuti Rey dibelakangnya, masih berada disebrang jalan.
"Hah itu suami Meira? orang kaya yang disegani oleh banyak orang? tampan juga ya?"
"iyaa ituu yang dijodohkan kepada Meira dulu!"
....
....
yaa tampak semua orang disana mulai berbicara layaknya ibu ibu yang sedang ngerumpi membeli sayuran.
dan tampaklah seorang wanita, yang menelfon Adinata tadi sudah berdiri didepan jalan rumah Meira. yaa dia adalah sabahat Meira saat sekolah dulu sekaligus tetangganya.
saat Meira tiba didepan rumah...
"Lestari? ada apa ini? kenapa semua orang berkumpul dirumahku? mana ayah dan mamaku?"
temannya itu diam mematung.
"kenapa dia tidak menyambut kedatanganku?"
masih tidak ada jawaban dari temannya.
lalu tampak Meira melihat sekeliling.
"Hah bendera kuning? siapa?" Meira tampak bingung dan mulai gelisah.
dengan cepat Adinata memeluk Meira dengan erat.
__ADS_1
-jangan lupa dukung dengan bantu berikan vote ya kakak, supaya author lebih semangat dan dapat up setiap harinya.