
'tokk tokk tokk' "kakak"
"Sayang, seperti suara Zia?" Meira.
"Sebentar ya. teruskan makanmu biar aku buka dulu!" Adinata menyerahkan piring ditangannya ketangan Meira.
'ceklek'
Adinata keluar kamar lalu menutupnya kembali.
"Bagaimana?"
"ini nih kak yang kakak butuhkan!" menyerahkan test pack ketangan Adinata.
"Oke baiklah, sudah pergi sana!"
huuu... dasar tidak terima kasih. hah tapi tidak masalah lahh aku belikan test pack dengan harga paling murah juga. karena tinggal itu satu satunya ditoko... males kalo harus keliling beli yang paling bagus (batin Kenzia)
lalu Adinata masuk lagi.
"Sayang, kenapa?" Meira.
"emm, ini.. aku ada sesuatu untukmu!"
memberikan nya pada Meira.
"buat apa?" Meira tampak bingung.
"emm sayang, kata Zia kamu itu tanda tanda hamil, dan katanya juga itu buat cek. kamu coba ya!" Adinata memohon ke Meira.
"tapi, akh takut, kalau hasilnya negatif?"
"ya tidak apa apa, kita bisa berusaha lagi."
"baiklah" Meira turun dari kamarnya dan menuju kamar mandi.
Adinata hanya duduk menunggu disofa sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
dengan membuat status di whatsapp nya :
"Tidak sabar menunggu"
lalu setelah 30 menit kemudian Meira keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Adinata.
"Gimana sayang?" Adinata
Meira hanya menyerahkan hasil test pack nya ke suaminya itu.
"yeyyy,, akhirrr nyaaa aku punya anakk..!! ya Tuhan terima kasih! Sayang aku bahagia sekali. terima kasih yaa." berkali kali mencium dan memeluk Meira.
"kenapa kamu senang? apa kamu tidak bisa membaca hasil itu?"
tiba tiba ucapan Meira membuat Adinata berhenti tersenyum.
"kenapa? memang apa artinya ini?"
"itu cuma garis satu, berarti negatif. aku tidak hamil!" Meira menghela nafas dan meninggalkan Adinata lalu duduk ditepi ranjang.
"Sayang, sudah ya, maafkan aku!" Adinata dengan cepat memeluk Meira.
"seharusnya aku yang minta maaf! aku belum bisa memberimu keturunan! apa kau juga akan marah padaku sepeti ibu?"
"tidak sayang. aku tidak pernah mempermasalahkan itu! bagiku kamu selalu ada disampingku itu tadi sudah cukup untukku!"
Meira hanya tersenyum tipis pada Adinata.
"kalau begitu kamu tidur lagi ya. biar cepat sembuh juga!" membaringkan tubuh Meira.
lalu Adinata keluar dari kamar mencari Adiknya.
"Zia?? kamu dikamar??" Adinata mengetuk pintu kamar Kenzia.
"Iyaa kak. sebentar, ada apa?"
__ADS_1
tiba tiba Adinata langsung masuk kekamar Kenzia.
"Gara gara kamu aku jadi tidak enak hati sama Meira!"
"apa apan sih kakak, dateng dateng ngomel ngomel nyalahin aku lagi!"
"kamu tahu. hasil Meira tadi negatif. jadi dia hanya sakit saja. dan yang memberi ide gila ini kan kamu!"
"ya mana aku tau kak!"
"Sudahlah" Adinata langsung keluar dari kamar Kenzia.
...
sedangkan dikamar Meira semakin mual menjadi jadi, bolak balik kekamar mandi.
lalu dia memutuskan untuk turun, dan keluar mencari udara sejuk agar dia bisa merileks kan tubuhnya.
"Pak Har? apa melihat Suamiku?" Meira mencari cari Adinata, karena bukanlah dia barusan turun.
"Tidak Nona, mungkin ada diruang kerjanya!"
"Ohh baiklah Terimakasih!"
Meira langsung menuju kehalaman depan.
mengambil nafas dan mengatur pernafasannya disana.
sudah terasa nyaman, tidak terlalu mual jika aku berada disini! (gumam Meira)
"Hah ada Mangga muda? kelihatannya enak?" Meira
"Nona, apakah nona menginginkannya? biar saya petikan?" Pak Har yang sedari tadi mengikuti Meira keluar.
"Ahh tidak, panggilankan saja Suamiku, aku mau dia yang mengambil. pasti lucu kalau dia memanjat disana?"
"tapi nona, biarkan saya saja yang mengambilkan!"
__ADS_1
"tidak pak harr!" meira melotot dan dengan cepat Pak Har masuk kerumah untuk memanggil Adinata.