
Adinata turun dari tangga diikuti oleh Meira.
sedangkan Ibu dan Kenzia sudah menunggu dibawah.
"selamat pagi bu" sapa adinata ke ibunya.
"pagi nak" jawab ibunya dengan tersenyum.
"kalian nggak ada rencana bulan madu?" tanya ibu disela sela makan.
"tidak bu, aku masih banyak pekerjaan penting" jawab adinata menghentikan makannya sebentar. "lagian Meira masih harus mengejar Sekolah Paket C mulai hari ini. benarkan Meira?" menambah alasannya.
*wahh benarkahh aku masih bisaa sekolah lagi..
(*batin meira sambil tersenyum)
"ehh..i..iyaa tuan" Meira tersenyum pada adinata.
"tuan?" tanya ibu menatap Meira dan adinata bergantian.
sontak meira dan adinata terbelalak. mereka lupa kalau sedang didepan ibu..
"ibuu.. mungkin maksutnya meira dia mau panggil sayangg tapi belum terbiasa, iya kan sayang?" adinata dengan mengusap rambut Meira.
lagi lagi getaran aneh mengalir ditubuh meira saat adinata menyentuh dan memangilnya seperti itu..
"ehh..iya sayangg.. maaf bu mungkin saya terbiasa panggil tuan jadi belum terbiasa..hehe" sambil meringis.
__ADS_1
ibu ratna hanya senyum senyum melihat tingkah konyol anaknya.
makan pagi pun selesai. semua kembali beraktivitas masing-masing.
adinata berangkat kerja bersama sekertarisnya Rey. Meira mengantarnya sampai depan rumah.
"tuan.. apakah benar tadi yang anda ucapkan. saya boleh sekolah paket C?" tanya Meira pada adinata.
"iyaa, semua akan diurus oleh Rey. itu juga kalau kamu menginginkannya."
"aku sangat senang sekali, terima kasih banyak" memegang tangan adinata.
adinata hanya tersenyum dan meninggalkan Meira didepan pintu..
"Meiraa..?" panggil ibu ratna dari rumah.
"kamuu hari ini tidak ada acara apa-apakan?"
tanyanya dengan menarik tangan meira untuk duduk disampingnya.
"tidak buu, kenapa ya?"
"gimana klau kamu hari ini temani ibuu keluar. kita jalan-jalan." ibu memohon ke Meira.
"boleh bu. dengan senang hati ( sambil tersenyum ) kenzia juga ikut kan bu?" tanya Meira.
"tidak, dia ada acara dengan temannya hari ini, kalau begitu. ibu siap-siap dulu yaa. kamu tunggu dulu" ibu ratna pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
*kemarin aku kira rumah ini akan menjadi neraka bagiku. tapi tidak.. ternyata mereka semua baik kepadaku. kecuali pria songong ituu (*gumam Meira)
Beberapa saat kemudian...
"Meira, maaf ya menunggu lama ayo berangkat" mengandeng tangan meira.
"ibu cantik banget, masih seperti anak muda" tawa meira.
"ahh kamu ini membuat ibu malu" menutup senyumannya.
disepanjang jalan ibu dan meira mengobrol panjang lebar, tertawa lepas, ibu sepeti punya teman baru akan kedatangan Meira sekarang.
sampai akhirnya mereka sampai. tempat pertama yang mereka kunjungii adalah Mall.
lalu pergi arisan dengan teman- teman ibu ratna di restaurant.
disana ibu ratna memperkenalkan Meira sebagai menantu kesayangannya.
semenjak Kenzia mulai kuliah Ibu sangat kesepian dan tidak ada teman dirumah.
Adinata yang sibuk sampai larut malam. kenzia yang pulang selalu malam dengan alasan banyak tugass dikampus.
yaaa benar. Kenziaa memang lebih tua dari Meira. tapi mau bagaimanapun juga Meira telah menjadi kakak nya juga.
setelah selesai acaraa mereka masih direstaurant.
"meira bagaimana kalau kita beli makan untuk Adinata pasti dia suka, apalagi dari kamu. ini kan jam makan siang. nanti ibu ajak kamu kekantor Adinata ya" ibu langsung memesan mkanan tanpa jawaban dari Meira.
__ADS_1
Meira hanya tersenyum pada ibuu.