
"ahh sayang, Terimakasih ya!"
Adinata membaringkan tubuhnya disamping Meira dengan mencium keningnya.
Ya tentu saja mereka telah melakukan hubungan percintaan hingga larut malam.
'tok tok tokk'
"Kakak. ini aku Zia!" teriakan dari luar kamar.
ahh kenapa dia mengganggu begini! (batin Adinata)
Dengan cepat Adinata meraih handuk yang tergeletak dimeja, yang sempat digunakan Meira tadi sehabis mandi, Dia lilitkan pada pinggangnya dan menutupi tubuh Meira hingga kepalanya dengan selimut.
"Ada apa zia?" membuka pintu.
"aaaaaaaa... kakak apa apan ini?" menutupi wajahnya.
"kenapa? aku tidak telanjang bodoh kenapa kamu seperti itu!" menarik tangan Meira.
"ahh lepaskan tanganku, aku hanya ingin mencari bukuku didalam!" Kenzia masih menutupi wajahnya.
"Masuklah, jangan lama lama!"
Dengan cepat Kenzia masuk dan menuju meja tempat buku bukunya, dan melirik Meira. Lalu dia melihat pakaian kakaknya yang tergeletak dilantai.
hahhh apa apaan ini??? kamarku digunakan apa oleh mereka berdua?? (jerit Kenzia dalam hatinya)
"Sudah belum. Cepetan Zia!" Adinata
"Iya iyaa" berlari keluar kamar masih menutup wajahnya dengan tangannya.
"dasar kakak kakak laknat, menodai kesucian kamarku!" Omel Kenzia sambil berjalan menuju kamar tamu.
__ADS_1
...
Baru jam 05.00 Adinata sudah terbangun dan memandangi Meira sambil senyum senyum.
membelai rambut Meira dan pipinya. Tingkahnya membuat Meira terbangun pula.
"Sayange, selamat pagi!" sapa Adinata dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Meira.
"aaa jauhkan mukamu! oooeee'''kk!" Meira mulai mual mual.
"Sayang, kamu tidak apa apa?" Adinata.
"pergii!!" Meira teriak lalu berlari menuju kamar mandi dikamar Kenzia.
Dan Meira lupa kalau dirinya masih telanjang, hingga membuat Adinata tergelak bukannya pergi. Lalu berjalan menyusul Meira kekamar mandi.
"Sayang kamu tidak apa apa?" menyentuh bahu Meira dari belakang.
Lalu Adinata mengalah dan keluar dari kamar mandi. Turun kebawah dan mencari Adiknya.
"Zia?" Kenzia yang baru keluar dari dapur.
"Ada apa kak?"
"kamu susul Meira dikamarmu ya! tanya apa yang dia butuhkan!"
"tapi kak, kakak sendiri bisa melakukannya kan!"
Adinata tidak mejawab dan langsung naik lagi keatas menuju kamarnya sendiri.
Lalu kenzia mengikuti menuju kamarnya mencari kakak iparnya.
"Kakak ipar? kakak tidak apa apakan?" Kenzia masuk kekamar mandi dalam kamarnya.
__ADS_1
tampak Meira berdiri didepan cermin sudah menggunakan baju tidur Kenzia yang sempat dia cari tadi dialmari Kenzia.
"Entahlah Zia, hari ini setiap kali aku melihat wajah kakakmu itu aku terasa mual!"
"hahaha." tawa gelak kenzia.
apakah wajah kakakku semenjijikan itu sampai kakak ipar saja mual melihatnya hahaha.. tapi diakan tampan, bangun tidur saja tampak keren.. (batin Meira)
"Aku tidak tau Zia, apa yang terjadi padaku akhir akhir ini!" Meira.
"Bukankah lebih baik Kakak ipar periksa saja kedokter"
"Tidak mau. aku itu tidak sakit. kalau aku sakit pasti aku sudah pusing dan demam!"
"Atau kakak jangan jangann.. tanda tanda nih.. hahah"
"Ngawur kamu ya! Kamu tau sendiri kalau kemarin test aja hasilnya negatif. mungkin nggk kalau aku salah makan?"
"emm bisa jadi sih kak!"
"Yasudah aku mandi dulu ya. kamu bisa tolong ambilkan bajuku dikamar Zia?"
"tentu saja kakak iparku!"
Kenzia melangkah keluar kamar dan memegang gagang pintu.
"Tunggu zia?"
Kenzia menolehkan kepalanya kearah Meira.
"Jangan lupa dalamannya juga ya!" Meira menahan malu sehingga berbicara berbisik.
"hahahah" Kenzia hanya tertawa lalu keluar dari kamar.
__ADS_1