
Rey tengah mengemudikan mobilnya keluar dari area parkir taman.
"Rossa? nama yang cantik, secantik orangnya. Cantik, baik, kehidupannya juga menarik. Emm tapi kasihan sekali jalan hidupnya. ahh berfikir apa aku ini" Rey tengah berbicara dan tersenyum sendiri dimobilnya, mengingat wanita yang ia temui ditaman tadi.
Sejenak ia melupakan masalah nya dengan Kenzia, wajah Rossa, wanita yang ia temui barusan yang selalu hadir diingatannya.
...
Sedangkan dirumah mewah nan megah, Meira sedang duduk dibalkon kamarnya bersama dengan Adinata.
"Sayang, bagaimana tadi?" Adinata
"Apanya?"
"Bicara dengan Zia?"
"ohh ituu..emm... tidak terjadi apa apa katanya."
"Baguslah, aku hanya khawatir!"
"kenapa?"
"Dulu sebelum ayah meninggal, ayah menitipkan Zia kepadaku, untuk menjaga dan mendidiknya! karena saat itu Zia masih kecil"
seketika Meira terbengong mendengar ucapan suaminya.
Ya tuhan? apa aku barusan tengah berbohong? kebohongan besar yang aku tutupi dari suamiku? apa dia akan marah jika mengetahui kebenarannya? (batin Meira)
...
Dilain tempat tampak seorang laki laki kecil menuntun seorang wanita yang berjalan menggunakan tongkat tengah menyusuri jalanan kota.
__ADS_1
"Apa kakak tau? berkat ketemu kakak tampan yang tadi malam ini kita bisa makan, bahkan ini dapat untuk beberapa minggu kedepan!" ucap seorang laki laki kecil itu.
"Seharusnya kamu jangan menerimanya tadi dek, kita seperti pengemis saja kalau begini, kakak tidak suka dikasihani"
"Maaf kak"
"Tidak apa apa. Oh ya seperti apa wajah tuan tadi?"
"Dia sangat tampan kak. walaupun masih tampan aku sih.. haha.. Dia seperti orang kaya. Dia menggunakan Kemeja dan membawa mobil!"
....
Keesokan hari yang cerah. Tampak sosok suami istri tengah menikmati sarapan berdua.
"Kenzia mana Pak Har?" tanya Adinata kepada kepala pelayan disampingnya.
"Nona Zia masih bersiap tuan, apa perlu saya pangilkan lagi?"
"Baik Tuan, saya permisi!"
Tidak lama Kenzia datang membawa ransel kecilnya dipunggung.
"Selamat pagi kakak kakakku!" ucap Kenzia.
"Pagi Zia. apa kamu mau ke kampus hari ini?" tanya Meira.
"Iya kak"
"Sudah makan makanan kalian, jangan berisik saat makan!" ucap Adinata cepat
mereka melanjutkan sarapan mereka dengan hening hanya ada suara goresan sendok dengan piring.
__ADS_1
...
Seperti biasa Meira dan Kenzia mengantar Adinata sampai ke depan pintu. Rey sudah datang menjemput tuannya untuk berangkat kerja.
Mata Kenzia dan Rey sejenak saling menatap dan memandang, tapi cepat cepat Kenzia membuang pandangannya kearah lain.
Setelah mobil mereka tidak terlihat Kenzia berpamitan dengan Meira untuk berangkat kekampus.
"Zia? kamu tidak apa apa?" Tanya Meira karena tadi ada Rey.
"Kakak ipar tenang saja, aku tidak apa apa! Aku berangkat ya kak takut telat! Dosennga killer Hehe!"
"Iya hati hati yaa.. segera pulang ya. kakak akan sangat bosan dirumah sendirian!"
"Siap boss!"
...
Kini tinggal Meira sendiri dirumah, merebahkan tubuhnya dikasur. Entah kenapa sejak perutnya mulai membesar dia tidak betah terus terusan berdiri. Kakinya mulai mengkak, tubuhnya mudah lelah.
"Emm kenapa aku ingin makan es krim ya. Aku suruh mang kardi (sopir) saja mengantarku kesupermarket"
...
"Kakak kita istirahat dulu ya didepan supermarket sana, ada tempat duduk. Lagian hasil mulung kita hari ini sudah lumayan banyak!"
"Iya dek, kita istirahat dulu"
#**mohon maaf karena ada ketelatan dalam updet ya readers karena sejak ada covid-19 jadwal apapun jadi tidak teratur hehe 😂 jadi tidak sempat menulis...
#tetep bantu vote agar author semangat kembali**!
__ADS_1