Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.37


__ADS_3

Pagi hari yang cerah matahari mulai menampakkan cahayanya.


"Kakak? Bangun, aku mau siap siap ke kampus!" mengoyangkan bahu Adinata.


Tanpa kata kata Adinata terbangun sambil mengerutkan keningnya tanda tidak suka dibangunkan karena dia masih lelah dan ingin tidur. Dia mulai turun dari ranjang dan mengendong Meira, memindahkan ke kamar sendiri. Dan mulai bersiap untuk berangkat kerja setelah beberapa hari tidak datang kekantor.


...


Rey datang menuju halaman memarkir mobilnya dan masuk kedapur. Mencari Pak Har karena setiap hari Rey selalu sarapan disana sambil menunggu Tuannya siap untuk berangkat.


"Rey? Sudah datang?"


"Tuan, apakah sudah siap?" sambil meraih air minum didepannya dan meneguknya.


"Kamu selesaikan makanmu dulu!" menepuk pundak Rey


"Pak Har. Bawakan aku bekal ya! Meira belum bangun jadi aku tidak sarapan hari ini!"


"Apa? Aku ada disini?" Meira yang tiba tiba sudah berdiri dibelakang Adinata.


"Hah? Rey? Apa kau mendengar seperti ada suara Meira? Hahah! Dia kan masih ngorok dikamar!"


"Kamu bilang apa?" Meira .


"Hah? Sayang? Kamu sudah bangun?" Adinata berbalik badan dan sudah berdiri Meira dibelakangnya.


"Ahh sayang? Peluk dulu sini!" Adinata mengelak.


Dan Meira mendekat dan melingkarkan tangannya dipinggang Adinata.

__ADS_1


Muah muah muah..


3 kali kecupan dari Adinata mendarat dibibir Meira, dihadapan Rey dan pak Har.


Rona wajah Meira yang memerah karena baru sadar mereka sedang ada didapur.


"Ahh hentikan, aku mau ikut denganmu!" Meira merengek pada Adinata sambil memasang muka memohon yang akan membuat Adinata tidak tega.


"Yasudah, kamu mandi dulu! Apa perlu aku yang memandikan? haha" mencubit pipi Meira.


Lalu Meira segera berlari kekamar untuk bersiap.


"Rey lihat istriku? Cantik kan dia?"


"Ahh tentu saja tuan!" sambil tersenyum.


"Heii. Berani sekali kau memuji istriku seperti itu. Kau mau menggoda istriku dengan mengatakannya cantik!" menepuk bahu Rey.


Tadi bertanya! Dijawab malah menyalahkanku!


Ahh untung dia Tuan yang terhormat. Kalau dia tadi Pak Har udah aku tempeleng kepalanya.


...


"Sayang sudah siap?" Adinata.


Meira sudah siap dengan balutan dres selutut membuat Meira tampak anggun.


"Bagaimana bisa aku lama lama dikamar yang bau itu. Akan terasa mual lagi bisa bisa pada perutku!" sambil memeluk Adinata.

__ADS_1


"Hahaha" tawa Adinata sambil mencubit hidung Meira yang tiba tiba memeluknya.


...


Sampailah mereka dikantor Adinata, seperti biasa semua karyawan yang berpapasan dengan ketiga orang ini selalu menundukkan kepalanya sampai mereka memasuki lift dan menuju ruang kerja.


"Sayang? Apa kamu tidak ke mall hari ini? Tumben ingin ikut aku kekantor!"


"Ahh aku lagi males. Aku tadi juga sudah mengabari juga untuk menghendel pekerjaan disana!"


"Baiklah, kalau begitu kamu duduk disofa itu dulu ya! Kamu bisa buat aku tidak konsen dalam bekerja!"


"Baiklah!" Meira menurut dan merebahkan tubuhnya disofa.


Entah kenapa akhir akhir ini tubuhnya merasakan tidak enakan, kadang fit kadang juga tidak, kadang mual, kadang pengen ini itu. Hah Meira hanya menahannya saja.


Tak lama kemudian Adinata yang sedang duduk dikursi belakang mejanya memanggil Meira.


"Sayang, sini!" Adinata..


"Kenapa?" sambil berjalan mendekati Adinata..


Lalu Adinata berdiri dan meraih tangan Meira.


"Peluk dulu! Biar aku tambah semangat!"


Mencium Meira berkali kali.


"Sudah duduk sana lagi!"

__ADS_1


"hah? Sudah gitu saja?"


"lalu kamu mau apa sayang?" mendekatkan tubuhnya lagi ke Meira dan akan mulai menyentuh tubuh Meira. Tapi dengan cepat Meira berlari ke arah sofa. Diiringi tawa kecil Adinata.


__ADS_2