Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.49


__ADS_3

Mentari pagi bersinar cerah nan mulai panas, memaparkan sinar nya dan masuk menembus jendela jendela kaca kamar.


Jam dinding menunjukan pukul 09.15.


'Drettt...Drettt...'


Suara ponsel Rey bergetar diatas laci samping ranjang. Tangannya meraih ponsel itu dan mengangkatnya, Rey yang masih dibawah alam sadarnya sontak terkejut karena teriakan keras dari ponselnya...


"********, dimana kamu? Lihat jam berapa kau tidak menjemputku kekantor! dan lagi dimana adikku kenapa belum ada dirumah?" Suara dari ponsel


Rey mulai membuka matanya dan mulai tersadar. Sebelum menjawab panggilan ia segera mematikan panggilan tersebut. Dan mencari sosok yang dari kemarin dititipkan kepadanya.


"Ya tuhan, apa yang telah aku lakukan!" Ucap Rey sambil memakai pakainnya.


Rey menyapu semua ruangan, sampai kekamar mandi, bahkan tidak menemukan sosok yang dia cari.


Rey segera keluar dari kamarnya...


"Nona? Nona Zia? dimana anda?" teriak Rey.


"Nonaaa...?"


Tidak ada jawaban, rumahnya terasa sunyi seperti biasanya. Karena memang dirumah ini hanya ada Rey.


"Tidak mungkin dia bisa keluar dari rumahku. Pintu hanya bisa dibuka dengan sidik jariku saja!" Gumam Rey


Rey berjalan menuju ruang tamu depan tampak ada suara perempuan menangis disana.


"Nona?"

__ADS_1


"Pergi kamu.. pergi!"


"Anda tidak salah nona? bukannya ini rumah saya?"


"Haahh? tidak lucu!"


"Maafkan saya nona, maafkan perbuatan saya, saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya!" Rey bertekuk lutut dibawah Kenzia yang tengah duduk menekuk lututnya diatas sofa.


"Kamu jahat! Bagaimana bisa kamu melakukan itu padaku!" Kenzia memukul bahu Rey


"Nona maafkan saya, bahkan saya sendiri tidak ingat bagaimana bisa kita melakukan hal menjijikan itu! hukumlah aku nona!"


Kenzia semakin menjadi jadi menangisnya, kini Rey beranjak dari bawah duduk disofa dan mengelus bahu Kenzia.


"Nona, jangan menangis, saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya nona!"


"Lalu bagaimana dengan kakakku? aku bisa habis dihajarnya!"


"Saya yang akan berbicara pada Tuan!" Rey beranjak dari duduknya.


"tunggu? kamu mau kemana?" Kenzia menarik tangan Rey.


"Tidak Rey, jangan kerumahku, aku tidak mau kakakku mengetahui hal ini! lagi pula ini salahku, aku yang memaksamu mengajakmu ketempat itu! aku tidak mau kamu menanggung kesalahanku!"


"Aku yakin ini tidak akan jadi, cuma satu kali. Kakak ipar juga pasti beberapa kali hubungan baru jadi. kamu tenang saja, kita simpan rapat rapat rahasia ini!"


"Tapi nona?"


"Sudahlah Rey. Kita bilang saja kekakak kalau aku memaksamu mengantarku kerumah temanku dan menginap disana jadi kita tidak pulang semalam!"

__ADS_1


Rey hanya terdiam mengikuti langkah Kenzia menuju mobil untuk pulang kerumah Adinata.


...


"Cih dasar kenapa berani beraninya dia mematikan panggilanku? bagaimana keadaan Zia!" Adinata tampak gelisah


"Sayang, kamu tenang ya, aku yakin Kenzia akan baik baik saja, Rey juga pasti melindunginya" Ucap Meira


tidak lama kemudian tampak Rey dan Kenzia turun dari mobil dan masuk kerumah.


"Dari mana saja kalian?" Adinata


"Tuan, maafkan saya tadi..." belum sempat Rey berbicara.


"Kakak, Zia kemarin menyuruh Rey untuk mengantarku kerumah temanku, karena udah larut malam jadi kami menginap disana tapi Rey tidur dimobil. Aku hanya memanfaatkan kesempatan yang kakak beri bukan untuk jalan jalan bersama Rey pujaan hatiku!" Kenzia yang berbica sok manis didepan Adinata untuk menutupi semua.


"Benarkah Rey..?"


"I..iiyaa tuan!"


"Lalu kenapa kamu mematikan panggilanku tadi?"


"Ahh kakak, apa kakak tahu, disana itu tidak ada sinyal.. kadang ada sihh sinyal tapi cuma lewat sebentar seperti angin..haha.. Ya kan Rey?!" kenzia menyenggol bahu Rey, Kenzia menyaut takut kalau kalau Rey salah bicara.


"Ehh.. i..iyaa tuan benar!" Rey


"Baiklah, Kamu masuk kekamarmu. dan Rey kamu boleh pulang istirahat lah. Terima kasih sudah menjaga adikku!"


"Baik tuan, saya permisi!"

__ADS_1


hahh? kenapa Rey menjawab dengan gugup begitu dan menundukkan kepalanya. Bukankah dia selalu berbicara dengan tegas apalagi dengan Kenzia. dan kenapa kenzia seperti melebihkan seperti itu bicaranya? bukankah dia selalu enggan berbicara panjang lebar. ( batin Meira)


__ADS_2