Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.31


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. seluruh keluarga sudah berada di TPU Taman Indah. Termasuk Zia, yang sudah datang dan bergabung bersama keluarga Meira.


Ziarah dilakukan dengan hikmat, semua orang mendoakan disamping makam sang Nenek.


setelah selesai, dan sampainya diparkiran mobil, Meira berpamitan.


"Mama, ayah Meira langsung pamit ya!" mencium punggung tangan kedua orang tuanya lalu meluknya satu persatu.


"Kamu hati hati ya nak, jangan merepotkan suamimu!" Ucap mamanya sambil memeluk Meira.


"Nak, Ayah titip Meira ya?" Ayah Meira meraih tangan Adinata.


"tentu saja, Meira adalah tanggung jawab saya!" mencium punggung tangan kedua orang tua Meira.


lalu diikuti oleh Kenzia.


Sedangkan Rey sudah siap berada didalam mobil.


...


Setelah perjalanan 30 menitan, akhirnya mereka sampai dirumah.


sampainya dirumah Adinata langsung mandi karena habis dari pemakaman, begitu juga Meira.


Mereka mandi bersama, berendam sambil memejamkan mata, menghilangkan penat sejak kemarin.


setelah berganti pakaian, Adinata langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang.


"Aku capek!" Adinata menghela nafas panjang.


"Sini aku pijat!" Meira duduk ditepi ranjang, dan Adinata menaruh kepalanya dipangkuan Meira.

__ADS_1


Dengan lembut Meira memijat kepala Adinata perlahan lahan.


"Sayang badanmu panas sekali?" memegang dahi Adinata. tapi Adinata tidak ada respon dia memejamkan matanya.


"Sepertinya demam, sebentar biar aku ambilkan kompres ya!" dengan cepat Meira berlari menuju dapur, mencari air dan handuk kecil, lalu kembali kekamar.


Dengan hati hati Meira mengompres Adinata, yaa dengan penuh rasa kasih sayang.


sebaiknya aku telfon Rey, (gumam Meira)


lalu Meira meraih ponsel Adinata yang ada diatas meja, lalu mencari kontak Rey.


"Ada apa tuan?" Jawaban dari panggilan Meira.


"Emm. ini aku, apa kau bisa kesini? Tuanmu sakit, dan bawa dokter ya!"


"Oh, Baiklah nona!"


setelah 15 menit dokter datang bersama Rey langsung masuk kekamar.


setelah pemeriksaan selesai...


"Nona, sebaiknya tuan kita bawa kerumah sakit, sepertinya Tuan demam tinggi!"


"baiklah, lakukan saja yang terbaik dok!"


"Baiklah, Tuan Rey bisa bawa Tuan kerumah sakit sekarang?" dokter itu berganti bertanya pada Rey.


"tentu saja?"


..

__ADS_1


dengan dibantu Rey, Adinata yang tampak lemas dibawa oleh Meira segera menuju mobil. dengan cepat Rey menancap gasnya menuju Rumah sakit keluarga Adinata.


sebelum Adinata datang, kamar VVIP telah dipersiapkan dengan benar dan mempersiapkan


penanganan intensif.


...


Sampainya dirumah sakit Adinata langsung dibawa ke kamar khusus dan diperiksa, tentu saja dengan didampingi Meira disampingnya.


"Nona, kami sudah melakukan penanganan yang terbaik untuk tuan, sebentar lagi tuan juga akan sadar. kalau begitu saya permisi, jika ada apa apa bisa panggil saya diruangan depan!"


"Baiklah dok!"


Dokter dan Perawat lainnya keluar dari kamar dan diikuti Rey yang ikut keluar entah kemana.


...


"Sayang, bangunlah!" Meira menciumi tangan Adinata sambil ikut naik keranjang berbaring disamping Adinata.


tak lama kemudian datanglah Rey masuk kekamar.


"Nona, ini makanan, lebih baik nona makan dulu karena sejak pulang tadi nona belum makan. jangan sampai nona ikut sakit juga!" Menyerahkan sekantong makanan ketangan Meira.


"Kalau begitu saya permisi. bila ada apa apa saya menunggu didepan kamar!"


Meira hanya menganggukan kepala.


...


Meira merasa badannya juga sangat lelah, memutuskan untuk tidur disamping Adinata, sambil memeluk Adinata yang belum juga sadar.

__ADS_1


-sekedar mengingatkan...


jangan lupa bantu dukung dengan berikan vote ya kakak 😊


__ADS_2