Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.47


__ADS_3

Hari demi hari, telah Meira lalui, Meira sudah menerima kenyataan keadaannya sekarang, dulu ia merasa hancur karena terpaksa putus sekolah, tapi sekarang ia menyadari bahwa suaminya dapat mengambulkan mimpinya hanya dalam sekejap saja.


Hari ini genap 1 tahun Ia menjadi istri dari Tuan Adinata Ramakusuma. Dan usia kandungannya yang memasuki usia 7 bulan. Hari demi hari Meira jalani dengan penuh rasa kegembiraan.


Bagitu pula degan Kenzia tidak henti henti nya dia mengejar sekertaris kakaknya, Rey. Kenzia terus mengungkapkan isi hatinya pada Rey, walaupun Rey tidak pernah menggubrisnya.


Semua keadaan berjalan dengan lancar tanpa ada masalah. Ibu Ratna yang selalu memanjakan Meira. Kedua orang tua Meira yang sering kali mengunjungi rumah Adinata.


...


Meira dan Adinata sudah berada disalah satu hotel bintang 5, dengan pakaian yang mereka kenakan sudah bak Raja dan Ratu.


Didalam sebuah kamar hotel No. 260 sudah tertata rapi bed dengan hiasan bunga mawar membentuk love diatasnya. lilin lilin tersusun dengan rapi menambah kecantikan ruangan itu.


Dibalkon sendiri sudah terdapat makan malam yang romantis. Dengan desain modern, lilin ditengah, soda, makanan lezat, sudah terpampang nyata dimeja itu.


Yaa, tentu saja karena hari ini adalah hari perayaan Anniversary Meira dan Adinata.


Tampak Adinata dan Meira tengah menikmati hidangan dengan mesranya. Terlihat senyum kebahagiaan diwajah masing masing.


"Sayang, maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, aku janji akam menjagamu, dan membahagianmu begitu juga dengan kehadiran baby kita nanti" Adinata mencium tangan Meira.


"Sayang, kamu lihat aku sekarang! Aku tampak bahagia bukan, aku selalu bahagia bersamamu. Terima kasih juga selama ini kamu selalu ada disampingku!" Meira.

__ADS_1


Dan Adinata mulai mendekatkan wajahnya wajah Meira. Seolah tau apa yang diinginkan suaminya Meira mengikuti alur suaminya itu.


Bibir keduanya sekarang telah menyatu, ciuman yang berakhir menjadi lumatan. Adinata memasukan lidahnya ke dalam mulut Meira, dan dibalas oleh Meira.


"Kamu sudah siap sayang?" Senyum sinis Adinata. Meira hanya tersenyum.


Adinata membopong tubuh mungil Meira menuju ranjang. Memberingkan tubuh Meira, dan mencium bibir Meira kembali.


Tangannya berusaha melepas pakaian Meira, karena kesusahan, terpaksa Adinata merobek gaun Meira. Dan hanya terpampang Bra dan CD hitam yang digunakan Meira.


"Sayang, sobek kan! Aku tidak bawa ganti!" Meira


"Tenang saja!" Adinata meneruskan permainannya.


Adinata terus memainkan permainannya.


Hingga Adinata akan sampai keinti percintaannya.


"Sayang, tunggu. hati hati ya, takut babynya terluka" Meira


"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti jagoan kecilku ini!" Adinata mengusap perut Meira.


Adinata menanjapkan senjatanya kelubang favoritnya.

__ADS_1


"Ahhh... stts.. sayang!" Desah Meira.


"Mendesahlah sayang. aku suka mendengarnya!" Senyum Adinata.


...


Sedangkan dilain tempat, hari ini Rey mengantar Kenzia kemanapun kenzia pergi. Tentu saja Rey mau karena perintah dari Adinata, untuk menemani adiknya seharian hari ini. Hadiah dari Adinata untuk adiknya karena hari ini hari bahagianya dengan Meira.


Rey melajukan mobil menjuru arah yang Kenzia inginkan, dan ini akan jadi tempat terakhir yang Kenzia inginkan, karena hari sudah larut malam jam 23.00.


Mobil mereka berhenti diparkiran sebuah Diskotik.


"Nona? kenapa kita kesini?"


"Sudah aku bilang, hari ini kamu panggil aku Zia! dari tadi salah mulu!"


"Zia, untuk apa kita kesini? apakah kau sudah sering kesini? apa Tuan tau?"


"Diamlah Rey, jangan beritahu Kakakku kalau aku sebenarnya sering disini. Aku akan mengajakmu bersenang senang untuk mengilangkan penatmu!"


Akhirnya Rey menuruti keinginan Kenzia, lagi pula dia sangat lelah, dan banyak pikiran. Mungkin dengan ini dia lelahnya sedikit hilang.


Rey mengikuti langkah Kenzia dibelakangnya, masuk kedalam Diskotik.

__ADS_1


__ADS_2