
hari hari berlalu dinikmati oleh Meira. sudah seminggu ia tinggal di rumah ini. yang dia lakukan setiap hari hanyalah berdiam dirumah sampai malam menanti adinata kembali.
ibu yang berangkat kota untuk urusan bisnis dibidang kecantikan, kenzia yang selalu pulang malam. dia bahkan sama sekali tidak ada teman.
*tapi kenapa akhir akhir ini pria dingin itu berubah baik padaku? jarang sekali sekarang dia marah dan menyuruhku semaunya (*batin Meira)
'ceklekk..' suara pintu kamar terbuka..
seperti biasa Meira yang duduk disamping jendela terkejut.
"sayang, sudah pulang? inikan masih siang" tanya Meira menghampiri adinata.
*yaa semenjak adinata bilang jangan pangil dirinya tuan, Meira mulai memanggil dengan sebutan 'sayang' walaupun terpaksa bagi Meira.
mengibaratkan dirinya seperti wanita kecentilan.
"*kenpa? apa ada masalah. aku hanya lelah, aku ingin istirahat. makanya aku pulang" jawab adinata dengan membaringkan tubuhnya dikasur.
"apa setiap hari pekerjaanmu hanya duduk disitu, kenapa setiap aku pulang kau selalu disitu?" tambah adinata dengan memandang Meira.
"ehh saya hanya suka melihat indahnya luar sana. sedangkan saya disini hanya sendiri setiap hari" jawab meira dengan tersenyum menatap luar jendela.
"Rey akan segera mendaftarkanmu sekolah paket c. kamu tenang saja" menarik selimut dan merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
"aku sudah pikirkan matang matang tentang hal itu. sebaiknya tidak perlu. aku hanya ingin mewujudkan mimpiku menjadi pengusaha, apa kamu bisa membantu?" memandang adinata yang berbaring dikasur.
"kamu yakin?"
Meira hanya menggukkan kepala..
"baiklah.. bersiaplah mulai besok pagi untuk memulai usahamu!"dengan memejamkan matanya.
"baiklah terima kasih, selamat tidur" Meira tersenyum bahagia dan ia hendak keluar kamar.
"tunggu, mau kemana kamu? duduk dikursi itu temani aku tidur. jangan kemana-mana!"
"baiklah" Meira menurut dengan tersenyum karena masih bahagia akan kebaikan adinata yang akan membangunkan usaha untuknya.
hingga Meira ikut ketiduran dikursi samping timpat tidur, hingga sore, adinata pun terbangun.
melihat meira yang tertidur ia tersenyum dengan mengusap pipi Meira.
*sangat manis saat tidur begini (*gumam adinata)
"bangun, sudah sore!" membisikkan ditelinga Meira dengan lembut.
"ohh.. maaf aku ketiduran." mengusap mata dan mulutnya takut ada air liur dipipinya.
__ADS_1
"ayoo mandi" ajak adinata menarik tangan Meira.
"aa..apaa?? kamu duluan saja" menghentikan langkahnya ketika adinata menariknya.
"kenapa? kau tidak mau?" melotot ke Meira.
"ehh ooh tidak. maksudku baiklah" *haduh gimana inii, bisa copot jantungku. (*dalam batinnya)
Adinata masuk ke kamar mandi diikuti Meira dibelakangnya yang gemeteran.
adinata mulai melepas bajunya. sedangkan Meira yang berdiri dibelakangnya berdiri memungunginya.
"kenapa kau?" tanya adinata dengan menarik tubuh Meira untuk menghadap padanya.
"ohh tii..tidak.." jawabnya dengan gemetar.
*hahaha pucat sekali wajahnya. aku kerjai aja sekalian (*tawa adinata dalam hatinya)
adinata mulai mendekat dan Meira mundur mundur kebelakang sampai ia terpojok ditembok.
adinata mulai memegang daguunyaa. mengusap bibir Meira. dengan keadaan meira yang semakin pucat menambah kesenangan bagi adinata untuk mengerjainya.
adinata membukukkan badannya mendekati bibir Meira, karena postur Meira yang mungil membuat kesulitan untuk adinata tapii dengan tiba tiba dan cepat mencium habis bibir Meira, memainkan lidahnya. Meira masih menutup mulutnya dia memejamkan matanya, keringat dingin membahasi tubuhnya.
__ADS_1
hingga adinata melepaskannya dan tersenyum melihat wajah pucat Meira yaang masih memejamkan matanya.
dan perlahan Meira membuka matanya melihat adinata sudah tidak ada dihadapannya. lalu ia menoleh ke kesamping ternyata dia sudah berendam disana.