Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.38


__ADS_3

Matahari telah condong kebarat, menandakan waktu telah sore. Hari ini Adinata pulang lebih awal karena ada Meira yang ikut degannya.


"Rey, kamu selesaikan pekerjaanmu dulu! Aku akan pulang sendiri dengan Meira, kamu bisa pakai mobil kantor nanti!"


"Baiklah, ini kunci mobilnya Tuan!" menyerahkan kunci mobil ke tangan Adinata.


...


Didalam mobil terasa sangat sunyi tidak ada suara bergeming sedikitpun. Tapi tiba tiba Adinata membelokkan mobilnya kepinggir jalan raya yang dapat dibilang sangat sepi.


"Sayang, kenapa kita berhenti!" Meira


Tapi Adinata diam saja dan menatap Meira dengan senyum sinis nya.


Lalu mendekatkan bibirnya kebibir Meira.


Mengadu lidah didalam mulut Meira.


"Ahhh..sstt ss.. Sayang dirumah saja ya!" desahan Meira justru membuat Adinata tidak dapat mengendalikan nafsunya.


Adinata mengangkat Meira hingga terduduk dipangkuannya, dengan terus mencium bibir Meira hingga turun kelehernya.


Tangannya tidak bisa diam. Mulai memasukkan tangan nya, meraba raba dan meremas remas mainannya.


"Sayang, dirumah saja!" Meira mulai berontak karena tersadar mereka masih berada dimobil.


Dengan membungkam mulut Adinata dengan tangannya.

__ADS_1


Lalu Adinata menatap mata Meira, lalu memeluknya dan membenamkan wajahnya dada Meira.


"Maafkan aku!" Adinata


"Tidak masalah, sudah kita pulang ya!" Meira kembali ketempat duduknya.


Perjalanan menuju kerumah pun terasa hening, tidak ada suara antara keduanya, tidak seperti biasanya.


...


Mereka sampai lah dirumah setelah hampir 1 jam perjalanan. Memarkirkan mobilnya dibagasi yang sudah seperti dealer mobil itu.


"Sayang aku tidak mau masuk kekamar! Aku akan merasa mual lagi!" Meira.


Lalu Adinata mendekat ke Meira dan melingkarkan tangannya dipinggang Meira.


Meira melangkah menuju kamar Kenzia yang sepertinya dia sudah pulang dari kampusnya.


"Zia? Apa kakak boleh masuk?" teriak Meira dari balik pintu.


"Masuk saja kak, tidak dikunci! Teriak Kenzia dari dalam kamar.


Lalu Meira membuka pintu dan melihat Kenzia yang tengah mengeringkan rambutnya sehabis mandi.


"Ada apa kakak ipar?"


"Emm tidak apa apa! Apa aku boleh numpang disini lagi? Kakak mengganggumu ya?"

__ADS_1


"Ahh kakak ipar ini kayak sama siapa saja. Tentu saja boleh!"


Pasti sebentar lagi kakak akan datang kemari dan mengusirku dari kamarku sendiri. (batin Kenzia)


Meira duduk ditepi ranjang sambil memainkan ponsel ditangannya. Tak lama kemudian muncul Adinata dari balik pintu membawa baju tidur Meira.


Mata Adinata tertuju pada Kenzia dan menggerakkan bola matanya kearah pintu.


Yaa tentu Kenzia paham bahasa mata kakaknya ini, mengusirnya dari kamar sendiri seperti pikirannya tadi.


Lalu Meira melangkah keluar kamar dengan membawa laptopnya menuju kamar tamu bawah.


...


"Sayang, ini bajumu. Kamu mandi dulu ya!" Adinata.


Meira tersenyum dan mengangguk menuruti ucapan suaminya.


Adinata merebahkan tubuhnya diranjang. sejenak memejamkan mata menghilangkan lelah pada tubuhnya.


Tak lama kemudian terasa dingin dingin pada tangannya dan dia terkejut lalu membuka matanya.


"Meira? ada apa? kau mau menggodaku?" dengan tawa tipisnya, tampak Meira didepannya masih berbalut kain handuk pada tubuhnya.


"ahh tidak sayang! bagaimana bisa aku ganti baju tidur, bahkan kau kesini hanya membawa baju tidurku tidak dengan pakaian dalamku!" tampak wajah cemberut Meira.


"haha haha. sayang kamu tidak butuh pakaian dalam! karena dengan begini bisa melancarkan usahaku bukan?" tawa Adinata dengan mendekati Meira.

__ADS_1


__ADS_2