
setelah makan malam yang mencekam selesai.
"Pak har tolong antarkan wanita ini kekamarnya !" perintah adinata melirik Meira hanya menundukkan kepala.
"Baik tuan, nona mari ikuti saya" ajak pelayan Har membawa Meira menuju kamar tamu.
Meira langsung mengikuti langkah Pelayan Har tanpa suara meninggalkan meja makan.
"ini kamar nona sementara, jika butuh apa apa bisa panggil saya dibelakang. saya permisi dulu nona" membukakan pintu kamar untuk Meira.
"terima kasih pak" tersenyum kepada Pelayan Har.
Meira masuk kekamar dan menatap setiap sudut ruangan, menuju jendela dan berdiri menatap keluar dimana terlihat pemandangan lalu lintas yang lalu lalang, gemerlip lampu diluar.
tidak terasa air matanya terjatuh, hari ini dia bersikap tegar dan seperti menerima dengan perjodohan ini, walaupun hati nya menolak. tapi dia mengerti, tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang.
Dan meira pun mulai memejamkan matanya, dia harus mempersiapkan tenaga banyak untuk besok.
_________
Matanya mulai terbuka karna sorotan matahari dari jendela yang semalam lupa ia tutup. menuju kamar mandi
setelah itu dia mandi, karena terbiasa mandi pagi karena seharusnya dia sekolah.
__ADS_1
'tok..tokk..tokk'
*siapa ketok pintu pagi pagi begini (*batin Meira)
lalu bergegas membukanya.
terlihat sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang diperkirakan meira sudah kepala empat, berdiri didepan pintu.
"ohh... ini yang namanya Meira ya?" wanita itu memegang tangan Meira sambil tersenyum.
"ehh. i..iyaa. tante siapa ya?" tanya meira membalas senyuman wanita tersebut.
"perkenalan aku adalah Ratna, ibu dari Adinata dan Kenzia, sekaligus mertua kamu" ucapnya dengan senang.
"tidak apa apa, kemarin ibu masih diluar negri, baru pulang pagi ini jadi mungkin kamu baru melihat ibu hari ini" masih dengan tersenyum.
disela sela pembicaraan mereka datang 3 pelayan.
"permisi nyonya, nona. Apakah kita bisa mulai persiapan nona sekarang" tanya salah satu pelayan.
"tentunya. ayo masuk" jawab Ibu Ratna bersemangat.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00. dimana acara pernikahan akan dimulai pukul 09.00
__ADS_1
sementara dikamar Meira.....
Meira berbalut baju pengantin berwarna putih dengan hiasan bunga bunga menambah kecantikannya dihari itu.
"wahh cantik sekali menantu ibu, tidak salah dulu alm suami ibu memilih kamu untuk menikah dengan Adinata" tersenyum lebar.
"ibu bisa aja. ibu juga jauh lebih cantik" canda Meira membuat ibu Ratna tertawa lepas.
sedangkan dikamar Adinata.
"Rey, lihat apakah aku sudah sempurna dengan pakaian ini?" tanya adinata dengan melihat sendiri dirinya dicermin.
"sudah tuan, bagaimana pun ada akan selalu berpenampilan sempurna" jawab Sekertaris Rey dengan senyumnya.
"Menurutmu bagaimana dengan wanita itu? apakah dia akan secantik Sheila? hahaha aku jadi penasaran penampilan wanita udik itu" adinata tertawa sendiri memikirkan Meira.
"Rey lihat dia, dan pastikan penampilannya tidak memalukanku hari ini" perintah adinata.
"baik tuan, saya permisi" rey keluar dari kamar dan menuju kamar Meira.
Seketika Adinata kepikiran akan Sheila, hari ini Dirinya akan menikah, tapi dia tidak memberitahu Sheila.
*tapi kan dia sedang diluar negri, dia tidak akan tau. lagian pernikahanku hanya untuk sementara hanya untuk memenuhi wasiat papa. (*batin Adinata)
__ADS_1
*mohon maaf ya reader kalau tulisannya morat marit 😂 masih tahap pembelajaran juga mohon kritik sarannya untuk kemajuan cerita ini 😚😚