Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.36


__ADS_3

Selepas Adinata dan Meira mandi dan duduk ditepi ranjang, perut Meira merasa seperti diaduk aduk lagi, dia merasa mual dan berlari kekamar mandi.


"Sayang? biar aku panggilkan dokter sepertinya kamu sakit!" Adinata mengusap bibir Meira.


"Tidak usah, aku tidak apa apa! entah setiap kali masuk ke kamar aku merasa mual!" menarik tangan Adinata yang hendak mengambil ponsel disakunya.


"jangan membantah, dari pagi kamu mual!"


"Tidak sayang, aku hanya perlu keluar dari kamar ini untuk mencari udara!" Berjalan keluar membuka pintu dan menuju sofa, menyalakan televisi, dan Adinata mengikuti langkah Meira dari belakang.


Meira merebahkan kepalanya disofa,


"Kamu yakin tidak apa apa?" Tanya Adinata.


"Aku jauh lebih mendingan disini dari pada dikamar!" jawab Meira dengan menghela nafas.


"Aku menghawatirkan mu!" Adinata memeluk erat tubuh Meira.


"Oke kamu tunggu disini dulu ya, biar aku suruh Pak Har membersihkan kamar, mungkin ada sesuatu yang membuatmu mual!"


Meira membalasnya dengan senyum dan anggukan.


...


Kenzia yang sedang mengerjakan tugasnya didalam kamar kaget tiba tiba Meira datang tanpa mengetok pintu.


"Kakak ipar?"


"Zia? apa aku mengganggumu?"


"Tentu saja tidak, masuklah!"

__ADS_1


dikamar Kenzia terasa nyaman, dia tidak merasakan mual disini? Meira menghirup dalam dalam aroma kamar Kenzia, aromanya tidak membuat perut Meira merasa mual.


emm.. atau mungkin ada bangkai tikus dikamar? hingga Meira merasa mual? tapi kenapa Adinata tidak mencium nya dan merasa mual juga?


"Kakak ipar kenapa tumben kesini?"


"Entahlah, apa aku boleh tidur denganmu disini?"


"hah? kakak ipar yang benar saja? apa kakak ipar marahan dengan kakak ya?"


"tidak, aku merasa nyaman saja disini, tidak merasa mual seperti dikamar sana!"


"Baiklah tentu saja boleh, kakak tidur saja dulu, aku akan mengerjakan tugasku sebentar!"


...


Sedangkan didalam kamar Adinata dan Pak Har beserta beberapa pelayan yang lain sedang sibuk membersihkan setip sudut kamar tersebut.


"Pak Har? apa tidak menemukan suatu hal yang berbau menyengat? yang membuat Meira tidak nyaman dan merasa mual?"


"Tidak ada apa pun Tuan disini! Saya telah mengganti seprei dan menambah aroma wangi yang sepeti biasanya, dan semua telah membersihkan setiap sudut kamar ini Tuan!" Pak Har menjawab dengan heran.


Adinata langsung keluar dari kamar diikuti Pak Har dan para pelayan.


"Meira? kenapa tidak ada disofa?"


Adinata tampak kebingungan, kemana lagi Meira pergi. Bukankah dia menyuruh untuk tetap menunggu disitu.


Hingga Adinata mencari cari keseluruh sudut ruangan. Tapi tidak menemukan batang hidung Meira. Bahkan Pak Har pun ikut mencari keberadaan Meira.


masih satu lagi yang belum, Zia! ya kamar Kenzia! (gumam Adinata)

__ADS_1


Tanpa mengetok pintu Adinata langsung membuka pintu dan masuk, tampaklah 2 orang wanita yang tengah lelap dalam mimpi indahnya.


Adinata menghembuskan nafas dalam dalam.


"Sungguh merepotkan! tapi syukurlah!" gumam nya sendiri.


Adinata berjalan mendekat dan menggerakan bahu Kenzia.


"Kakak? kenapa kakak disini!"


"Kenapa kamu biarkan kaka iparmu tidur disini? aku mencari carinya dari tadi!"


"Maaf, Kakak ipar sendiri yang maksa tidur disini! kata Kakak ipar, dia akan mual jika tidur dikamarnya sendiri!" sambil mengucek matanya.


"Kalau begitu, bangunlah, tidur dikamarku! aku akan tidur disini!"


"tapi kakak, tidak bisa gitu dong. ini kamarku yang membuat aturan disini aku!"


"kamu mau membantah? sejak kapan kamu berani melawanku?"


Nyali Kenzia menciut untuk mempertahankan kamarnya. Mau tidak mau dia harus menuruti semua perkataan kakaknya. Kenzia mulai beranjak dari tempatnya dan keluar dari kamar.


Sedangkan Adinata membaringkan tubuhnya disebelah Meira dan merangkulnya.


"Sayangg.. kamu itu kenapa?" menciumi kepala Meira.


...


Sedangkan Kenzia masuk kekamar Adinata.


mulai menghirup dalam dalam aroma kamar

__ADS_1


"Hah? kamar ini tidak bau bangkai juga! hah taulah dasar kakak kakak aneh!"


lalu Kenzia membaringkan tubuhnya .


__ADS_2