
malam harinya setelah makan malam. mereka segera menuju kamar dan adinata tertidur pulas.
Meira yang baru keluar dari kamar mandi..
"syukurlah. dia tidak menganggu tidurku malam ini" menghela nafas.
saat Meira hendak akan tidur tiba tiba ponsel adinata diatas meja berdering. Meira melihat adinata yang tertidur pulas, segera mengambil ponsel adinata dan melihat sudah ada 8× panggilan tak terjawab sebelumnya..
sheila..? siapa sheila..?? aaa apa sheila itu yang dia bicarakan tadi sore ditelfon bersama rey? (pikir Meira)
karena penasaran sheila pun mengangkat telpon tersebut..
"akhirnya kamu angkat juga sayang, aku ingin bicara" wanita itu dengan cepat berbicara.
"hallo," Meira menjawabnya.
tanpa ada jawaban, ternyata sheila telah mematikan telfon nya karena Meira yang mengangkat.
sayang..?? jadi, sheila ituu.. apakah pacarnya ?
jadi selama ini hanya perasaanku saja kalau dia juga mencintaiku..?
tanpa sadar Meira meneteskan air matanya. dan segera mengusapnya. dan dia tidak jadi tidur dengan adinata, ia memilih tidur disofa.
....
hingga pagi harinyaa...
adinata bangun, mulai membuka matanya dan mencari cari sosok Meira. namun tidak ditemukannya.
__ADS_1
lalu ia membuka ponselnya.
"Hah ada daftar panggilan masuk dari sheila, selama 1menit?" adinata berbicara sendiri.
apaaa kira kira Meira ya yang mengangkatnyaa..
(batin adinata) sambil menggaruk kepalanya.
tiba tiba Meira masuk kamar dari luar,
"ohh sudah bangun? bersiaplah rey sudah datang dibawah" Meira tersenyum dan keluar lagi dari kamar.
kalau Meira yang mengangkat bukannya dia harusnya marah, kenapa dia masih tersenyum. ahh pasti cuma kepencet lagian cuma 1 menit.
(adinata membatin lagi setelah kepergian Meira dari kamar)
setelah siap adinata pun turun dan melihat Meira bersama kenzia dimeja makan.
"zia, tumben kamu belum berangkat?" tanya adinata heran, karena biasanya jam segini dia sudah ada dikampus pastinya.
"ohh. aku libur kak, selama 3hari"
"bagus lah kalau begitu. kamu bisa temani kakak iparmu dirumah karena aku harus pergi keluar negri untuk beberapa hari"
Meira yang mendengar saat minum air langsung tersedak dan batuk batuk.
"sayang kamu tidak apa apa?" adinata mengelus rambut Meira.
"ahh tidak apa apa. kenapa kamu tidak bilang dari kemarin?"
__ADS_1
"aku ingin berbicara tadi malam, tapi aku ketiduran saat menunggumu keluar dari kamar mandi"
Meira hanya diam tidak menjawab. karena tiba tiba dia memikirkan telfon semalam yang membuat nya kesal pada adinata.
setelah sarapan selesai...
Meira dan kenzia mengantar adinata sampai ke halaman depan.
"sayang, aku berangkat ya, kamu jaga diri baik baik" mengusap rambut Meira.
"kamu juga jaga dirimu baik baik" menatap adinata.
"kamu jua zia, jangan nakal, jangan merepotkan kakak iparmu" mencubit hidung kenzia.
"ihh sakit kak, iya iyaa." mengerutkan keningnya..
lalu adinata berjalan menuju mobil. saat akan masuk ia balik lagi ke Meira.
"kenapa?" Meira bertanya saat adinata mendekatinya.
"apa kau tidak kelupaan sesuatu?" adinata tersenyum senyum sendiri pada Meira.
"akuu?? apaa??"
lalu dengan cepat adinata mencium bibir Meira didepan kenzia.
"ihh kakakakkk" kenzia berlari masuk kerumah.
"apa apan sih kamu, tidak enak dilihat zia". Meira melepaskan adinata.
__ADS_1
"hahaha tak apa, dia juga sudah besar" adinata langsung masuk ke mobil.
dan Meira tetap berdiri didepan rumah sampai mobil adinata sudah tidak terlihat lagi, baru ia masuk.