Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps.11


__ADS_3

cahaya sinar matahari masuk keruanagn melalui celah jendela yang terbuka, membuat silau mata adinata..


ia terbangun dan melihat handphonenya sudah menunjukan pukul 08.00 pagi. banyak sekali pesan masuk dari Rey yang sedari pagi menunggunya untuk kekantor.


lalu ia melirik Meira yang masih tidur.


mengusap usap pipi Meira yang membuat Meira terbangun.


"selamat pagi sayang" adinata menyapa terlebih dahulu dengan tersenyum.


meira hanya tersenyum, dan mulai tingkahnya mencium Meira.


"hentikann.. aku mau kekamar mandi ini sudah kesiangan" menepis wajah adinata.


ia meraih handuk yang ada dipinggir ranjang untuk menutupi tubuhnya.


ia mulai menurunkan kakinya tapi ketika ia hendak berjalan...


"aww...sakit" Meira merengek..


"heii.. apa yang sakit? yang mana?" adinata panik dan langsung duduk berlutut dibawah Meira.


Meira hanya diam, tidak menjawab.


dan adinata menyimpulkan sendiri "apa itu mu sakit?" menunjuk bawah perut Meira. dan masih sempatnya adinata tersenyum.


"ini semua gara gara kamu" Meira marah marah mengerutkan keningnya.


"maaf kan aku sayangg. biar aku bantu" tanpa persetujuan Meira ia memapah meira menuju kamar mandi.


"tunggu diluar" dengan cepat Meira mengunci pintu kamar mandi.

__ADS_1


setelah itu adinata langsung keluar dari kamar menemui Rey yang menunggunya dari pagi dibawah.


"rey" adinata menepuk pundak rey yang tengah duduk disofa..


"tuan , anda belum bersiap?" menatap adinata yang masih menggunakan baju tidurnya.


"hari ini aku tidak kekantor, dan kamu berliburlah hari ini. karena hari ini aku sangat bahagia. kamu tahu?" sambil tertawa


"tentu saja tidak tuan" padahal Rey pun penasaran.


"tidak apa apa kamu bisa pulang dan berlibur hari ini"


"baiklah saya permisi tuan"


*apa yang diperbuat nona sampai tuan jadi gila seperti itu (*batin rey)


adinata masih duduk dan tersenyum sendiri disofa. lalu beranjak dan naik masuk lagi ke kamar.


"mau kemana kau dandan segala?" tanya adinata dengan menghampiri Meira


"kita kan hanya akan menghabiskan waktu seharian dikamar" bisik pada telinga Meira.


"hahh tidak, aku tidak mau" meira berbalik menatap adinata dengan mengerutkan keningnya.


"kau kan akan memberiku usaha jadi mulai hari ini aku mau menjalankannya"


adinata menghela nafas panjang.


"kalau itu maumu aku mandi dulu" langsung menuju kamar mandi.


*apa dia marah karena aku menolaknya. kenapa dia? ahh bodo amat lah enaknya sendiri aja maunya aku juga yang kesakitan (*gumam Meira)

__ADS_1


selesai mandi adinata sudah menggunakan jasnya menyisir rambutnya didepan cermin disamping Meira yang masih merias wajahnya.


"tidak usah terlalu cantik, aku tidak suka?"


meira langsung menatap adinata..


"kenapa? hehe.." Meira tersenyum..


"aku tidak suka ya nanti banyak yang tertarik padamu"


meira hanya tersenyum.


'krucukk,krucukk'


"haa? kau lapar?" adinata tertawa melihat Meira yang sepertinya lapar.


"ini kan juga gara gara kamu aku tidak makan dari kemarin siang"


"bukankah sama saja aku juga belum makan dari kemarin! kalau begitu cepat mari turun!"


adinata dan Meira berjalan menuruni tangga menuju meja makan.


duduk ditempat masing masing dan mulai makan makanan mereka..


setelah makan. mereka berangkat untuk mengunjungi usaha yang sudah dijanjikan Oleh adinata.


"emm, bagaimana kalau kita tak perlu membawa sopir?" Meira meminta.


"jangan bodoh ya menyusuhku menyetir mobil, kau kira aku sopir pribadimu?"


Meira menatap adinata memohon. dan adinata pun menurutinya.

__ADS_1


"baiklah, kali ini saja" membukakan pintu mobil Meira. dan meira langsung masuk dan mereka mulai perjalanan.


__ADS_2