
Semua sudah sampai dirumah dan bersama sama masuk, sudah ada Pak Har yang menyambut didepan pintu, yaa Pak Har beserta seluruh pelayan rumah sudah kembali seperti semula.
"Oh my God, akhirnya bisa kembali lagi, segera berendam bunga 7 rupa nih, badanku gatal sekali rasanya!" Teriak kenzia kegirangan, dan berlari menuju kamarnya.
Ibu juga masuk kekamarnya, begitu juga dengan Meira dan Adinata.
Meira membaringkan tubuh mungilnya dikasur,
Sedangkan Adinata bergegas menuju kamar mandi.
Setelah beberapa saat, lebih tepatnya hampir 1 jam Adinata baru keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk untuk menutupi bagian bawahnya, melihat Meira yang tertidur pulas.
Adinata mulai mendekat dan mencium pipi Meira berkali kali.
Meira terbangun karena merasakan sesuatu yang dingin menyentuhnya.
"Sayang, apa aku boleh minta sekarang?" Adinata menciumi bibir meira dan tidak ada balasan dari Meira.
"Tunggu, tidak. Lepaskan aku!" Meira bangun dari tidurnya dan berdiri.
"Emm aku mau mandi dulu!" Meira segera berlari kekamar mandi dan menguncinya dari dalam.
Adinata tersenyum sinis melihat kelakuan istrinya, dan ia segera bergegas mengganti pakaian.
...
__ADS_1
Meira keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk kimononya dan melihat sekeliling tidak ada Adinata disana. Meira bergegas ganti baju dan baru saja membuka almari tiba tiba Adinata masuk kekamar.
"Sayang, kamu pakai gaun yang cantik hari ini! bersiap lah sekarang. Kita akan merayakan kembalinya Keluarga Adinata seperti semula.. haha!"
Meira memilih milih gaun yang pas untuknya, mengambilnya se setel kemeja dan jas untuk suaminya.
...
Meira sudah bersiap, dan duduk duduk dibalkon sambil menunggu Adinata selesai ganti baju.
"Sayang? kita hanya akan makan malam, bukan mau kepantai!" tawa Adinata melihat penampilan istrinya.
"Ngomong ngomong soal pantai, kenapa tiba tiba aku jadi ingin kepantai ya?" Ucap Meira.
"Sayang, jangan aneh aneh. Akhir akhir ini aku akan sibuk, karena banyak urusan yang harus aku kerjakan selama kekacauan ini terjadi!"
"Lihat tuh Nak, daddy kamu. Kemarin aja katanya apa saja yang Mommy minta dituruti!" Meira mengelus perutnya.
"Ehh kamu jangan menjelek jelek kan ku dongg didepan baby, kalau dia marah sama aku gimana nanti? Sayang jangan dengarkan Mommy ya nak, iya kita nanti akan kepantai kok!" Adinata berlutut didepan Meira dan mengusap perut Meira. Membuat Meira tertawa geli melihat suaminya.
"Sudah sudah, kalau gini gimana?" Meira melepas topinya.
"Sempurna" Adinata mencium pipi Meira.
__ADS_1
"Ya sudah ayo berangkat!" Meira menggandeng tangan Adinata.
Mereka keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Sudah ada Ibu dan Kenzia yang menunggu dibawah.
"Cantik sekali menantuku!" Ibu
Ya semenjak kemarin sikap ibu sudah berubah baik lagi kepada Meira, sejak Ibu tahu kalau Meira sudah mengandung cucunya.
"Ihh baju kakak ipar cute sekali! aku jadi pengen beli yang sama!" Ucap Kenzia.
"Bukankah baju kembaran kalian sudah banyak hampir semuanya samaan?" Adinata.
"Hehe iya sih. tapi yang ini belum, aku belum punya!" Kenzia.
Tidak lama kemudian Rey datang dengan pakaian rapi berjas.
"Ya sudah ayo berangkat!" Adinata.
Mereka makan malam bersama dengan keluarga dan Orang orang penting kepercayaan Adinata diperusahaan.
-**Jangan lupa bantu dukung author dengan berikan vote ya kakak 😊
-Dannn... ada kabar baguss nihh... Vote terbanyak namanya akan kami masukkan kedalam cerita 🎉🎉 ( entah lagi jadi apa lah ya nanti? 🤣** )
__ADS_1