
Hari pertama pernikahannya... Meira pindah kamar, dibantu oleh pelayan Han menuju kamar Adinata. dia menatap setiap sudut kamar tersebut. menyesuaikan dirinya dikamar yang sangat besar.
Hingga pukul 21.00 sejak selesai acara pernikahan tadi adinata belum juga pulang. Meira menunggu dan akhirnya ia ketiduran ditempat tidur.
tidak lama kemudian adinata pulang. dia tidak menyadari bahwa ada Meira dikamarnya.
seperti biasanya adinata melepas semua bajunya hanya meninggalkan pakaian dalamnya untuk tidur. dan langsung menuju tempat tidur untuk meluruskan tubuhnya. karena tak sadar adinata menindih tubuh Meira yang tertutup selimut.
sontak saja Meira menjerit kesakitan. adinata kaget dan meira pun teriak karna melihat tubuh polos adinata dan menutup mukanya dengan selimut. dengan sangat cepat adinata mengambil baju tidur.
"heii.. apa yang kamu lakukan dikamarku?" tanya adinata melotot karena kesal.
"siapa yang menyuruhmu tidur disini? ingat ya walaupun kita sudah menikah tp jangan harap aku akan tidur denganmu" ucap adinata dengan suara tinggi.
"iya maafkan saya tuan, tpi kalau aku keluar dan tidur dikamar bawah, bagaimana dengan ibu?" jawab meira.
betull juga. ini hanya akan membawa masalah baru.. ibu akan curiga kenapa aku pisah kamar. karena sesungguhnya aku hanya terpaksa menikahi wanita ini.. (gumam adinata)
"baiklahh. tapi kamu tidur disofa." adinata memberikan selimut kepada meira.
meira menerima dan bergegas pindah tidur disofa. dia berusaha menguatkan hatinya sendiri. dan tegar dihadapan adinata.
dasar pria tidak punya perasaan, mana ada perempuan disuruh tidur disofa sedangkan dia dikasur.. sabar meira ini hanya sementara (gumam Meira). dan meira mulai menutup matanya.
pagi harii...
__ADS_1
"Bangun..." adinata yang sudah rapi dengan jas nya siap untuk berkerja menarik selimut Meira.
"ahh.. tuan. maaf apakah saya kesiangan?" menundukkan kepalanya.
"Dasarr.. wanita malass." pekik adinata.
"Segeraalh mandi sekarang dan turun" perintah adinata dan Meira bergegas menuju kamar mandi tanpa bersuara.
selesai mandi, Meira baru sadar bahwa dirinya lupa membawa handuk dan bajunya juga sudah masuk keranjang pakaian kotor..
tanpa pikir panjang ia menuju pintu dan menongolkan kepalanya dibalik pintu. mencari-cari sosok adinata.
"tuannn..bisakah saya minta tolong ambilkan handuk" meminta kepada adinata yang duduk menunggunya disofa.
"apa apaan kau ini berani sekali kau memerintahku" melototi meira.
"bodohh..." dengan cepat adinata melempar handuk mengenai muka Meira.
Meira keluar hanya dengan handuknya. karena baju-bajunya masih didalam koper dan dia lupa membawanya kedalam karena terburu-buru tadi.
"heiii...kauu mau menggodaku pagi-pagi begini" tawa Adinata.
"tidak tuann. saya baru mau mengambil baju saya dikoper itu" meira menunjuk koper yang ada disudut ruangan.
adinata lantas berdiri dan menghampiri Meira. Meira gemeteran dan takut.
__ADS_1
"jangan tuan.." meira memejamkan matanya.
"bodoh...kau pikir aku mau apa?? dasar otak mesum" adinata ternyata berjalan terus mengambil hpnya dilaci.
"segeralah bersiap aku tunggu diruang kerja. baru kita turun" perintah adinata meninggalkan Meira dikamar.
Meira mempercepat langkahnya merias wajahnya dan memakai dress selutut membiarkan rambutnya terurai rapi.
lalu ia bergegas menghampiri Adinata diruang kerjanya.
yang mana ruang kerja pria songong itu yaa? (gumamnya dalam hati)
hingga dia melihat Rey sekertarisnya Adinata masuk kesalah satu ruangan. pasti itu ruang kerjanya.
kenapa tuan rey pagi pagi sekali sudah kesini? ahh bodo amat lah bukan urusanku juga(berjalan menuju ruangan tersebut)
karena pintu yang masih terbuka, Meira langsung masuk begitu saja.
"tuan.. saya sudah siap" menundukkan kepala diddepan pintu
Rey yang melihatnya tampak bengong...
cantik juga nona meira...(kagum Rey)
"heii... kenapa kau memandang istriku seperti itu." adianta melotot pada Rey.
__ADS_1
"maaf tuannn" menundukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya dengan laptopnya.
adinata bangun dari duduknya dan menghampiri Meira. Meira mengikuti langkahnya turun kebawah..