
Pagi hari yang cerah semua sudah bersiap dengan rapi karena hari ini akan mengantar Ibu ke bandara.
Setelah sarapan pagi selesai. Mereka semua termasuk Rey yang ngikut juga, berangkat dengan 2 mobil dengan kecepatan maksimal karena takut ketinggalan pesawat dan waktu sudah mepet.
...
Sesampinya diBandara..
"Adinata, Zia, ibu berangkat ya?" sambil memeluk satu persatu..
"Ibu, hati hati ya disana!" Kenzia
"Iya Zia, kamu juga baik baik saja disini, nurut kakakmu,!" memeluk Kenzia.
ya bagi mereka sekeluarga pulang pergi luar negri sudah jadi hal biasa, hingga tidak perlu dikhawatirkan atau harus menangis karena perpisahan.
"Meira, kamu harus janji ya sama ibu, beri kabar gembira saat ibu pulang nanti!"
Meira hanya mengangguk dan tersenyum, sambil mencium tangan Ibu.
"Ibuu.. sudah lah jangan menekan Meira!" Adinata
"Sayang, aku tidak apa apa!" Meira menyenggol bahu Adinata.
Ibu lalu tersenyum dan memeluk Meira juga didepan Adinata.
__ADS_1
Akhirnya mereka berpisah sampai depan saja.
"Sayang kamu akan langsung ke mall? atau ikut aku kekantor?" Adinata
"Aku akan kemall saja masih banyak pekerjaanku, tapi sebelum itu aku mau mengantar Zia kekampusnya!"
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat kantor ya! kamu hati hati dijalan, jangan kebut kebutan" Adinata mencium kening istrinya.
mereka ber 4 berpisah disana.
setelah mobil Adinata dan Rey sudah tidak keliatan barulah Meira dan Kenzia masuk kemobil.
"Kakak ipar, aku bisa naik taxi online jika kakak ipar punya banyak kerjaan?" Kenzia.
"Kakak, kenapa kakak ipar tidak meneruskan kuliah saja, kan masih bisa kan? Pagi kakak ipar bekerja, siang kuliah dan Malam sudah dirumah saat Kak Adinata pulang"
"Zia, apa kamu tidak tahu? aku lulus SMA aja tidak! Dan ini semua gara gara Kakakmu itu, kalau tidak, mungkin aku sekarang masih bisa bersenang senang, tidak terpuruk sebagai seorang istri diusiaku yang.....!"
belum selesai Meira ber bicara dia melihat wajah Kenzia.
ya tuhann.. aku keceplosan.. bagaimana bisa aku bicara seperti itu didepan Adik nya sendiri! (batin Meira)
"Kakak ipar?" menatap tajam Meira.
"hah maafkan aku zia, aku salah omong, jangan pikirkan ucapanku tadi" dengan satu tangan memegang stir mobil dan satu tangan memegang tangan Kenzia.
__ADS_1
"kakak ipar tidak perlu minta maaf. aku tau jika aku sendiri jadi kakak ipar pasti sangat berat, menikah dengan orang yang tidak dikenal, merengut usia muda, merengut kebahagiaan seorang remaja yang masih memiliki cita cita. tapi kakak ipar tenang saja Kak Adinata adalah suami yang terbaik buat kakak ipar, percayalah!"
Meira hanya tersenyum mendengar ucapan Kenzia.
tidak lama kemudian mereka sampai Dikampus Kenzia.
"Kakak ipar hati hati ya dijalan?"
"tentu saja, belajar dengan sungguh sungguh ya!"
"tentu saja, biar kakak bangga denganku dan menjodohkan ku dengan sekretaris nya.. hahaha"
"Bye kakak ipar"Kenzia melambaikan tangan dan lari masuk kedalam.
Lalu Meira turun dari mobil dan memandang kampus Kenzia sambil tersenyum sendiri.
Andai Saja! (Batin Meira)
lalu dia segera pergi menanacap gas mobilnya menuju Mall tempat dia bekerja.
pengumumannn....
- tolong bantu dukung dengan berikan vote ya kakak, biar author juga rajin updetnya..
- semakin banyak vote, novel akan selalu diup setiap hari lohh. dengan beberapa episode sekaligus...
__ADS_1