Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps. 17


__ADS_3

pagi harinya...


Meira mulai membuka matanya karena terpaan cahaya matahari dari jendela ruangan tersebut..


Meira dengan samar samar melihat ada seorang wanita dihadapannya.


"ka..kamuu kann?" Meira justru malah tersenyum pada wanita itu, ber angapan bahwa dia akan membantu nya dari sana.


sedengankan wanita dihadapannya itu hanya diam. menatap meira tajam..


"kau akan membebaskanku kan, tolong.. tolong bantu aku keluar dari sini"


tiba tiba dua orang preman kemarin datang, hingga membuat Meira berpikir, kenapa preman itu tidak menangkap dia juga? dia kan mau akan menolongku?


"ini bos yang anda perintahkan" membawa 5botol bensin ditangannya.


"hahahaha" wanita itu tertawa..


boss?? apa aku tidak salah dengar?? jadii dia yang menyuruh mereka menyekapku disini.. apa yang akan mereka lakukan padaku?? (batin meira dengan meneteskan air matanya)


"jadii, jadii kamuu.. dasar wanita licik!"


"Meira Meira, hahaha, kau pikir aku kesini untuk menolongmu?" wanita itu memegang dagu Meira.


dan meira semakin menagis histeris.


"sebenarnya aku punya penawaran menarik untukmu" wanita itu tertawa dengan mendekatkan wajah nya ke wajah Meira.


"apaa?? apaa yang kau mau dariku??"

__ADS_1


"aku akan membebaskan mu dari sini, membiarkanmu masih hidup, tapi tidak semudah itu..."


"katakan.. katakan apa yang kau mau?" teriak Meira.


dengan memegang botol bensin "lepaskan adinata atau kau mati.. hahaha" membuka tutup botol yang dia bawa.


"tidak.. aku mencinti suamiku, aku tidak akan membiarkan wanita licik sepertimu bersama adinata" Meira mulai berhenti menangis dan berusaha melawan.


"uhh uhh uhh. manis sekali. baiklah baiklah.. ini maumu sendiri kann? haha" wanita itu mulai menuang bensin itu disekeliling Meira.


"ucapkan selamat tinggal pada dunia. hahaha."


wanita ituu mulai menyalakan korek api...


dan....


"hah seperti suara adinata?" gumam wanita itu dan membalikkan badannya..


"adinata? kamu aaa..ada disini?" yaa wanita itu sheila, menjadi gugup karena tiba tiba ada adinata.


dan tanpa aba aba polisi datang meringkus sheila dan kedua anak buahnya...


"lepaskan akuuu! saay tidak salah pakk. bisa saya jelaskann."


"lebih baik anda jelaskan nanti dikantor!" dengan memborgol tangan sheila.


"adinata, aku mohon lepaskan akuu..aku minta maaf aku bisa jelaskan!"


tapi adinata tibak meresponnya. justru ia segera berlari menolong Meira yang sudah lemas terikat dikursi.

__ADS_1


"heyy sayang. sayang kamu tidak apa?" adinata degan cepat membuka ikatan Meira.


"aaa.. akhirnya kamu datang" meira langsung pingsan.


"Meira, Meira, sayangg...bangunn!" adinata menepuk pipi Meira.


dan membopongnya dengan cepat menuju mobil.


setelah dimobil rey mulai menyetir mobil meninggalkan rumah kosong tadi.


"rey cepat.. kerumah sakit dekat sini saja"


"iyaa tuan, jalanan sepertinya akan mancet. apa kita lewat jalan pintas saja?" melihat belakang dengan spion


"terserahh, aku tidak mau tauu. aku harus selamatkan istriku!"


rey membawakan mobil dengan cepat,


"sayang bertahan yaa, " adinata terus mengusap meira yang badannya mulai mendingin.


adinata memberikan jasnya dan memeluk erat tubuh meira untuk menghangatkannya.


sampainya dirumah sakit.. adinata langsung membawa Meira masuk kedalam.


sebelum adinata datang, seisi rumah sakit sudah mendapat kabar dan menyiapkan segala kebutuhan dengan kualitas terbaik.


"dokter, selamatkan istri saya." baru kali ini adinata memohon kepada seseorang sebelumnya.


adinata yang ikut masuk keruangan pemeriksaan sebenarnya hanya menggangu konsentrasi dokter, karena takut salah dengan penanganannya kepada Meira. tapi semua tidak bisa membantah, bagaimana pun adinata adalah pemilik rumah sakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2