Istri kecil Tuan Adinata

Istri kecil Tuan Adinata
Eps. 18


__ADS_3

Akhirnya penanganan meira pun telah selesai dilakukan dengan hati hati...


dan segera dipindah kekamar VVIP dirumah sakit tersebut..


dengan nuansa seperti kamar menggunakan bed yang lebar.


jadi membuat adinata ikut tiduran disamping Meira yang belum juga sadar. mengelus dan mengusap pipi Meira.


hingga setelah beberapa jam..


Meira membuka matanya perlahan, kepalanya terasa pusing.


"sayang,, heii kamu sudah sadar?" adinata mulai bangun dari tidur tidurannya dan duduk disamping Meira dengan mengusap usap tangannya


"kita sudah dirumah? ini rumah siapa?" Meira melihat sekeliling.


"heii, kita dirumah sakit"


"becanda ya kamu, jelas jelas ini kamar. rumah sakit dari mananya?"


"ini rumah sakit khusus disiapkan untukmu!"


haaa?? bisa ya seperti ini ? membuat kamar dirumah sakit. dasar orang kaya (batin Meira)


"kepalaku sakit" Meira memegang kepalanya..


"sebentar, biar aku panggil dokternya!" adinata beranjak dari kasur untuk memanggil dokter tapi Meira menarik tangannya..


"sayang, tidak usah. kamu temani aku disini" Meira menepuk tempat disebelahnya..


"tidak..tidak.. kamu harus diperiksa dulu baru kita bermesraan " tersenyum dan segera keluar kamar.

__ADS_1


bermesraan?? gila ya dia (gumam Meira bicara sendiri)


setelah pemeriksaan...


"pak adinata, ini sepertinya hanya efek dari obat bius membuat kepala nona menjadi sakit. tapi tidak perlu khawatir sebentar lagi sakitnya akan hilang setelah nona meminum obat ini!" dokter memberikan obat ke adinata..


"baiklah Terimakasih dok" Meira yang menjawab..


karena kondisi Meira yang membaik, ia ingin pulang dan beristirahat dirumah..


dan sampainya dirumah kenzia menyambutnya...


"kakak ipar? kakak baik baik saja kan?" memeluk Meira.


"zia, kakak baik baik saja kok"


ehh bukannya kemarin waktu itu Kenzia juga ikut denganku ke cafe itu? (Meira mulai sadar)


belum sempat bertanya, adinata sudah mengajak Meira untuk istirahat dikamar.


"sayang? sebenarnya apa yang terjadi? bukannya kamu pergi keluar negri?"


"kemarin malam kenzia menelfonku kalau kamu katanya diculik. jadi malam itu juga aku segera pulang. sampai lah disini tadi pagi dan baru bisa menyelamatkanmu"


"lalu bisnismu?"


"heii itu tidak penting, sekarang yang terpenting adalah kamu. rey juga sudah mengurusnya disana menggantikanku!" mendekatkan wajahnya ke wajah Meira.


"kamu bauu. mandi dulu sana!" meira memalingkan wajahnya.


"benar juga, bagaimana bisa aku lupa mandi dari kemarin malam?" tertawa sendiri mencium tubuhnya.

__ADS_1


setelah adinata mandi, dia duduk disamping Meira,


"sayang jadi sheila itu.." belum selesai Meira berbicara adinata sudah menyaut.


"dia mantan pacar aku. sudah kamu jangan bahas dia lagi!" adinata mengerutkan keningnya.


"tapi dia mencintaimu?"


"tapi aku lebih mencintaimu!" adinata langsung mencium bibir Meira.


apaa?? apa aku tidak salah dengar ?? dii..dia mencintaiku juga?? (Meira gembira dalam hatinya)


"aku tidak tau apa yang akan aku lakukan padanya jika waktu itu dia benar benar menyakitimu!" mengepalkan tangannya.


"sudahlah, aku tidak apa" Meira menenangkan adinata.


"maafkan aku ya, aku tidak bisa menjagamu" adinata menciumi kedua tangan Meira.


sedangkan Meira hanya tersenyum


dan akhirnya mereka turun untuk makan malam..


"zia, makasih ya sudah menolong kakak" Meira duduk disamping kenzia.


"sama sama kakak. bagaiman mungkin aku membiarkan kakak ipar disakiti!" memeluk Meira.


"emm..emm sudah kan sesi berpeluknnya, kamu kembali ke sini, ketempat dudukmu" adinata menyusruh Meira duduk disebelahnya.


"iyaa iyaaaa"


dan kenzia malah tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2