Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Bertemu Ben


__ADS_3

Aldo menyeret Mia menjauhi dua orang yang suka membuli itu.


"Kenapa kau bisa berurusan dengan mereka?" tanya Aldo saat mereka sudah berada di depan kelasnya.


"Aku sendiri tidak tahu, saat aku mau memasuki kampus, mereka tiba-tiba menghadangku dan mengatai-ngatai aku. " kata Mia dengan santai sambil membuka kotak bekalnya, dan mulai memasukkan roti itu ke dalam mulutnya.


"Kamu bekum sarapan? "


Mia menggeleng. "Aku tadi bangun kesiangan. Jadi tidak sempat makan dan hanya membuat roti ini. " Kata Mia sambil terus mengunyah makanannya.


Aldo terus memperhatikan Mia saat makan. Kekagumannya pada wanita ini tidak pernah pudar sedikitpun.


Mereka lalu masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran hari ini dengan tenang. Walau di bangku lain, Jessica dan Sandra memandang Mia dengan tatapan benci. Namun Mia tak peduli.


"Lihat saja wanita ja*ang. Aku akan membuktikan pada Aldo kalau kau bukan wanita baik-baik. " umpat Jessica dalam hatinya


Mia segera keluar setelah kelas selesai, dia sudah janjian dengan Meisie untuk mengantarkan nya ke mall untuk belanja. Dan Sisie mau mengantarkan Mia bekanja, sekalian dia ingin membeli sesuatu disana. Aldo sendiri tidak keberatan Mia pergi dengan Sisie hari ini, karena jika ikut dengan mereka dia tidak yakin kalau akan betah mengikuti para wanita itu belanja.


Mereka kini berada di sebuah rumah makan di dalam restoran untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mereka berbelanja. Selama di perjalanan perut Mia terus berbunyi menahan lapar karena sejak pagi dia hanya mengisi perutnya dengan sepotong roti saja.


Saat sedang menunggu makanan datang Mia mendapat panggilan telpon dari Arsen, Mia langsung mengangkat panggilan telpon itu karena dia tidak ingin suaminya itu khawatir.


"Hallo mas, ada apa ? "


"Kamu ada di mana? "


"Aku di mall bersama Sisie menunggu makan siang. Karena perutku lapar. Setelah itu aku akan berbelanja. "


"Ganti VC. " Pinta Arsen memaksa.


Mia memutar bola matanya malas, dan segera menggeser tombol Video.


Terlihat wajah suami tampannya itu di layar, Mia langsung memasang senyummnya.


"Ada apa mas?"


"Coba tunjukkan video di sekitarmu. "


"Apa sih Mas , Kenapa kau sekarang jadi cerewet sekali ." Protes Mia

__ADS_1


"Sudahlah lakukan perintahku . "


Mia lalu melakukan apa yang diinginkan Arsen , Dia memasang kamera belakangnya dan menunjukkan daerah sekitarnya . Ternyata benar dia hanya keluar bersama Sisie yang berada di sampingnya . Mia kembali memutar kamera depannya .


"Bagaimana Apa kamu sudah puas mas ?" kata Mia sambil mengerucutkan bibirnya ,


"Iya aku puas sekarang . "


Mereka lalu melanjutkan obrolannya , melalui panggilan video call . Tanpa memperdulikan Sisi yang ada di sampingnya.


Saat mereka sedang asik ngobrol, tiba-tiba ada seorang pria tampan yang duduk di depan kursi mereka. Dan itu membuat Mia dan Sisie terkejut.


"Hallo nona Mia, kita bertemu lagi. Apa kita berjodoh ya? " sapa Ben saat dia sudah duduk berhadapan.


Mia langsung menutup panggilan dari Arsen.


Sedangkan Sisie bola matanya langsung berubah menjadi lope-lope saat melihat pria tampan dihadapannya ini.


"Ada apa anda menemui saya tuan, Ben?" Tanya Mia ketus.


"Santai saja nona. Aku hanya ingin menyapamu. "


"Bagaimanan kabar hubungan mu dengan Arsen? Apa kalian sudah tidur bersama. " tanya Ben ingin tahu.


"Bukan urusanmu. " ucap Mia dengan nada tak suka .


"Baiklah , aku anggap jawabannya iya . Apa yang sudah kalian berdua lakukan ?" Tanya Ben kepada Mia.


"Bukan urusanmu Tuan Ben , kalau sudah tidak ada urusan lagi denganku . Anda boleh pergi dari sini . Karena kami akan makan siang dengan tenang. " usir Mia kepada Ben , tanpa peduli siapapun pria di depannya ini .


Karena sebaik apapun, setampan apapun atau segagah apapun seorang pria. Jika dia sudah belok , itu artinya Dia tidak memiliki status yang jelas .


"Apa kau mengusirku nona Mia? Jika Arsen mendengar ini dia pasti akan marah , kalau dia ttahu kau memperlakukan ku dengan tidak baik. " ucap Ben dengan penuh percaya diri.


Setelah mendengar ucapan dari Ben, Mia merutuki sikapnya Kenapa harus mengatakan hal itu kepada Ben. Mia takut kalau Arsen akan marah padanya, Jika dia memperlakukan kekasihnya dengan kasar dan tidak baik .


"Santai saja , Aku tidak akan mengadu pada Arsen tentang sikapmu ini . " ucap Ben seolah tahu Apa yang dipikirkan oleh Mia .


Mia berusaha tenang mendengar semua ucapan dari mulut Ben, meskipun ada sedikit kekhawatiran yang dia rasakan.

__ADS_1


Tanpa diduga , Ben tiba-tiba menyibakkan rambut Mia ke belakang , dan melihat sesuatu dibalik kerah kemeja yang dipakai Mia. Kini nampak beberapa tanda cinta yang berjajar rapi di sana . Sisie sendiri yang melihatnya juga merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Lehernya banyak tanda merah bahkan hampir ke Unguan .


"Sudah kuduga kau memang bukan Wanita biasa, nona Mia. Kau berbeda , kau bisa meluluhkan hati Arsen yang Sekeras Batu."


Mia mengernyitkan keningnya , karena dia tidak paham maksud dari ucapan Ben tersebut


"Apa maksudmu, tuan ?" tanya Mia memberanikan diri .


"Jangan berbesar kepala dulu dan jangan menganggap perlakuan dia kepadamu itu karena dia menyukaimu Mia atau bahkan tertarik padamu ." Ucap Ben dengan nada mengejek.


"Mungkin saja saat ini dia sedang bermain-main denganmu, atau hanya iseng menyentuh tubuhmu. " saat mengatakan itu Ben berdiri dan membisikkan kalimat di telinga Mia.


Mia memundurkan tubuhnya . Karena dia tidak pernah interaksi dengan pria asing sedekat ini.


"Baiklah karena urusanku sudah selesai, aku akan pergi. Aku harap kau memikirkannya baik-baik nona Mia. " ucapin lalu dia beranjak berdiri dan hendak meninggalkan meja tempat Mia dan temannya berada


Sisie yang sejak tadi hanya memperhatikan keduanya , Kini dia mulai angkat bicara saat melihat Ben hendak pergi.


"Tuan Ben , Bolehkah aku meminta nomor ponselmu ." Tanya Sisi memberanikan diri .


Ben Yang diajak bicara pun mengernyit kan keningnya dan diam memandangi wajah cantik disamping Mia.


"Tuan jangan suka mengernyit seperti itu, karena itu bisa membuat kulit keningmu mudah keriput." ucap Sisie mencoba berinteraksi dengan Ben.


Ben yang mendapat nasehat seperti itu dari teman Mia semakin tidak mengerti maksudnya.


"Tuan, ayolah boleh aku minta nomor ponselmu? " rengek Sisie lagi.


Mia yang melihat temannya tidak tahu malu itu lalu menarik lengannya agar duduk dan tidak bikin malu, namun Sisie menepisnya dan masih berharap kepada Ben.


Ben yang baru mendengar rengekan manja tanpa malu dari seorang gadis itupun tiba-tiba menarik sudut bibirnya. Dia lalu merogoh saku jasnya dan mengambil sesuatu di sana. Lalu menyodorkan nya pada Sisie.


"Simpan ini baik baik. " ucapnya sambil memberikan sebuah kartu nama kepada Meisie, lalu dia segera melangkah pergi meninggalkan kedua wanita itu.


"Ben Adam??? "


"Tuan apa namamu Ben Adam? " teriak Sisie dan mendapatkan lambaian tangan dari Ben.


Sisie mencium kartu nama itu lalu berjingkrak kegirangan tanpa mempedulikan sekitarnya, dan Mia yang sedang memijit pelipisnya melihat tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2