Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Berakhirnya Kontrak


__ADS_3

"Mia, sayang.... apa kau sudah melakukannya dengan Arsen? " tanya Mama Rima dengan senyuman yang terkembang penuh.


Dengan malu-malu Mia menganggukkan kepalanya, sambil menutup wajahnya.


"Kenapa ma? " tanya papa Mondi yang melihat istri dan menantunya berbicara tidak jelas.


"Tidak apa-apa, pa. Sepertinya kita akan segera memiliki cucu. " kata mama Rima dengan semangat.


"Benarkah, apakah mereka??? "


Papa Mondi semakin berbinar setelah mendapatkan anggukan kepala dari istrinya.


"Ya, Tuhan.... Syukur alhamdulillah. Yang paling papa syukuri adalah, ternyata anak kita bukan gay, ma. " Papa Mondi langsung memeluk istrinya yang duduk di samping nya.


"Benar pa... dengan dia mau menyentuh Mia itu artinya anak kita normal. "


Kedua pasangan suami istri itu saling berpelukan dan menumpahkan air matanya. Karena mereka sangat bahagia. Anaknya kembali normal seeprti dulu.


"Terima kasih... Mia... terima kasih, sayang." Mama Rima berbalik dan memeluk Mia, sangat erat.


Mia sejak tadi mencerna ucapan papa Mondi dan mama Rima yang mengatakan


"Kalau Arsen mau menyentuh Mia artinya Arsen bukan gay, artinya Arsen normal. "


Bukan gay... normal...


Maksudnya?


"Hallo? apakah ada yang bisa menjelaskan kepadaku? " teriak Mia pada hatinnya.


Mia ingin bertanya kepada mama dan papa namun sebelum dia buka suara, terdengar suara Arsen yang menyapa semua orang.


"Kalian kenapa berisik sekali. Terdengar lho sampai lantai atas. " kata Arsen yang penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan.


"Berpelukan lagi, memangnya teletubies? Ah, tambah satu aku teletubies nya, jadi pas empat orang. Kita saling berpelukan. " kata Arsen yang menyindir mamanya itu.


"Apaan sih kamu, Ayo kita makan malam.Mama sudah siapkan semuanya. Mama dan papa akan pulang nanti setelah makan malam. " Kata mama sambil mendorong kursi roda suaminya ke meja makan.


"Kenapa pulang ma, tidak menginap di sini. " tanya Mia.


"Mau menginap di mana , kamarnya saja kalian pakai . Maka dari itu Arsen , Sebaiknya kamu membuat satu kamar lagi ,takut kalau banyak tamu yang datang. Atau keadaan seperti ini , yang memaksa Mia harus tidur di lantai bawah . Seperti saat nanti kalau dia hamil , tidak mungkin kan Mia harus naik turun tangga ." Kata Mama Rima yang terasnya rocos kemana-mana .


Mendengar kata hamil , baik Arsen maupun Mia merasa salah tingkah . Karena Arsen belum berpikiran sampai ke sana , sedangkan Mia sejak awal cita-citanya memang ingin memberikan cucu untuk Mama dan papaa Arsen.


Mia mencoba berdiri dengan sedikit meringis, karena kakinya yang bengkak. Arsen yang melihat itu segera membantunya berdiri, dan menuntunnya berjalan perlahan. Mama dan papa yang melihat itu merasa sangat bahagia. Anaknya sudah membuka hati untuk wanita lain. Dan itu adalah istrinya sendiri.


Mereka berempat duduk bersama mengitari meja makan minimalis itu, dan mulai makan makanan yang disiapkan mama Rima.


"Kok beda ya? " celetuk Arsen setelah menelan makanannya.


"Beda apanya?" tanya mama Rima sambil memicingkan matanya.


"Beda nggak seperti yang aku makan biasanya. " jawab Arsen.


"Memangnya kamu makan apa biasanya? " tanya mama Rima lagi yang mulai menatap suaminya dan memberi kode sinis kepada anaknya itu.

__ADS_1


"Makanannya sih sama ma, tapi rasanya beda. " kata Arsen kemudian, tanpa menyadari apa yang sudah dia katakan .


"Cih, mentang-mentang sudah punya istri. " sindir mama Rima.


Sejak tadi Mia hanya menunduk karena merasa sungkan kepada ibu mertuanya, dengan tingkah Arsen.


Arsen sendiri langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil nyengir kuda.


Setelah makan malam mereka kembali berkumpul di ruang tengah . Mereka berbincang akrab malam ini . Seperti dulu , saat Arsen belum keluar dari rumah mereka.


"Arsen , Apa tidak sebaiknya kamu memperkerjakan seorang pembantu rumah tangga . Untuk membantu Mia membersihkan rumah ." Saran Mama Rima kepada anaknya itu.


"Iya kasihan istrimu juga dalam keadaan seperti ini harus membersihkan rumah . Contohlah papa , yang tidak memperkerjakan mamamu untuk membersihkan rumah. Dan hanya memasak , Jika papa ingin makan masakannya ." saran papa.


"Ingat, nak. istri itu pendamping kita bukan pembantu kita. Muliakanlah istrimu, maka Tuhan akan memuliakan hidupmu. " papa Mondi memberi saran kepada anaknya lagi.


Arsen hanya mengangguk saja , Sebenarnya dia tahu tentang semua itu . Tapi dia berlagak lupa . Karena pada awalnya dia menikahi Mia hanya karena kontrak. Jadi dia tidak pernah memikirkan hal itu .


"Pikirkan baik-baik , apa yang Mama dan papamu ini sampaikan . Apa kamu tidak kasihan kepada istrimu . Jika dia harus memasak dan membersihkan rumah , dengan keadaan terpincang-pincang seperti itu ." Kata Papa Mondi lagi .


"Iya benar , dan mama sarankan mencari pembantu rumah tangga yang usianya di atas 45 tahun . Jangan pernah mencari pembantu yang usianya muda . Karena itu akan menjadi duri dalam rumah tangga kalian." Mama Rima kini memberikan nasehatnya juga kepada anaknya itu .


"Baiklah ma apa , aku mengerti sekarang . Aku tahu apa yang harus aku lakukan ." kata Arsen kemudian.


"Baguslah kalau kamu sudah mengerti , dan sudah tahu apa yang harus kamu lakukan ." Kata Mama Rima sambil berdiri .


"Papa dan Mama pulang dulu , kalian beristirahatlah . Dan jika Mia sudah sembuh , jangan lupa membuat cucu untuk kami. " Kata mama Rima sambil mendorong kursi roda suaminya keluar rumah dan sudah di tunggu sopirnya.


Arsen dan Mia mengikuti sampai teras, Mia segera duduk di kursi teras. Karena dia tidak bisa berdiri terlalu lama. Setelah kepergian kedua orang tuanya, Arsen mengajak Mia masuk ke dalam rumah. Dan duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Apa."


"Tunggu sebentar."


Arsen masuk ke kamarnya, tak lama dia kembali turun dan duduk di samping Mia dengan membawa sebuah berkas.


"Aku ingin mengakhiri kontrak pernikahan kita. "


Jederrrr....


Bagai disambar petir, Mia mendengar apa yang disampaikan Arsen kepadanya.


"Maksudmu? " kata Mia dengan bibir bergetar dan tangan yang meremas kaos yang dia pakai.


Mia takut, kalau Arsen tiba-tiba mengakhiri pernikahan mereka, sedangkan dia sudah jatuh cinta kepada pria disampingnya ini. Dia juga sudah memberikan sesuatu yang berharga yang dia miliki. Dan sekarang apa katanya? dia ingin mengakhiri kontrak pernikahannya?


Arsen melihat kegugupan Mia itu, dia langsung menggenggam tangannya.


"Mia... "


"Mas... apa kau mau menceraikan aku?" kata Mia dengan lelehan ait mata di pipinya.


"Kamu bicara apa sih?" tanya Arsen tak mengerti.


"Bukankah kamu akan mengakhiri kontrak pernikahan kita. Itu artinya kamu akan menceraikan ku? " kata Mia lagi kini dengan terisak.

__ADS_1


Kini Arsen mengerti apa yang membuat Mia menangis. Arsen lalu menghapus air mata Mia dengan ibu jarinya. Lalu menangkup wajah Mia dengan kedua tangannya dan memberikan sebuah kecupan dibibir mungil milik istrinya itu.


"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu? "


"Lalu apa lagi? " kata Mia yang semakin menangis kencang dan memeluk Arsen.


Arsen menepuk-nepuk punggung Mia. Yang masih menangis itu.


"Memangnya kenapa kalau kita berpisah? kan sesuai kontrak kita. " kata Arsen memancing.


"Aku tidak mau, aku ingin menjadi istrimu selamanya. "


Arsen lalu melepaskan pelukan Mia dan menatap wajah yang penuh lelehan air mata itu.


"Katakan apa alasanmu ingin menjadi istriku selamanya. "


"Karena aku... karena aku.... "


"Karena kamu... "


"Karena aku...karena aku mencintaimu. "


Senyuman Arsen langsung terkembang. Sudah cukup kalimat itu yang ingin Arsen dengar dari Mia.


"Baiklah, aku akan benar-benar mengakhiri kontrak pernikahan kita. "


"Mas... "


Arsen mengambil berkas yang tadi dia bawa lalu merobek berkas itu dihadapan Mia.


"Mas... "


"Kontrak kita berakhir, sekarang. Tidak ada surat kontrak lagi di pernikahan kita. "


"Maksudnya?"


"Aku ingin menjalani pernikahan yang sebenarnya denganmu, tanpa kontrak pernikahan. Kita akan menjalani hubungan pernikahan ini dari awal. Kamu mau, kan?" kata Arsen dengan menggenggam erat tangan Mia.


"Mas... "


Mia berhambur dipelukan Arsen dan kembali terisak disana.


"Kenapa menangis lagi? " Arsen pura-pura tidak mengerti dengan apa yang Mia lakukan


"Aku bahagia. Sangat bahagia. Terima kasih."


Mia melepaskan pelukannya dan mencium seluruh wajah Arsen tanpa ada yang terlewatkan. Arsen merasa kegelian dan menghentikan ciuman Mia yang bertubi-tubi itu, dan membalasnya dengan memberikan ciuman panas di bibir nya.


"Sayang, kamu masih sakit. Kalau tidak mungkin aku akan membuatmu keenakan di atas tempat tidur. "


"apaan sih. " ucap Mia sambil tersipu.


Arsen lalu mengambil sesuatu di dapur. Dia kembali duduk disamping Mia dan meletakkan sebuah pembakaran didepannya. Diambilnya surat kontrak itu dan di letakkan di dalam tempat itu. Arsen lalu menyalakan korek dan membakar surat kontrak itu.


"Sekarang tidak ada lagi kontrak diantara kita. "

__ADS_1


__ADS_2