Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Pertengkaran Pertama.


__ADS_3

Di rumah.


Arsen membaringkan tubuhnya yang lelah di tempat tidur. Bi Mar sendiri heran kenapa tuan mudanya itu, sudah pulang siang-siang begini bahkan Mia saja belum pulang. Biasanya Arsen akan sampai di rumah saat menjelang maghrib.


Dan ada yang aneh yang bi Mar rasakan. Wajah Arsen terlihat begitu dingin dan tak bersahabat. Sebenarnya apa yang terjadi? Biarlah, mungkin tuan mudanya itu sedang ada masalah.


Satu jam setelah kepulangan Arsen, akhirnya Mia juga pulang diantar Sisie. Matanya menyipit saat melihat mobil Arsen sudah terparkir rapi di garasi.


"Mas Arsen sudah pulang? tumben. " gumam Mia, dia lalu melangkah masuk kedalam rumah, dan disambut bi Mar.


"Bi, mas Arsen sudah pulang?" tanya Mia kepada pembantu rumah tangganya itu.


"Sudah neng, satu jam yang lalu Tuan Arsen sudah datang. "


"Baiklah kalau begitu, bi. Aku naik dulu ya. "


Mia lalu naik ke kamarnya untuk menemui sang suami. Dilihat nya Arsen tengah berbaring dan memejamkan matanya. Mia langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci kaki dan tangannya sebelum menghampiri suaminya.


Di sentuhnya kening Arsen, tidak panas sama sekali. Lalu kenapa suaminya itu pulang lebih awal?


Mia lalu berganti pakaian dengan pakaian santai. Lalu ia membaringkan tubuhnya di samping sang suami dan memeluknya sambil memejamkan mata.


Arsen yang sebenarnya tidak tidur dan merasakan setiap pergerakan yang dilakukan Mia pun akhirnya membuka matanya setelah mendengar nafas teratur dari Mia. Ditatapnya wajah cantik istrinya itu dengan seksama.


"Mia... kamu tidak menghianatiku dengan pria lain kan?" gumam Arsen lirih.


"Baru semalam aku mendengar kau akan menerima diriku apa adanya, tapi kenapa hari ini aku melihat video mesramu dengan pria lain? " kata Arsen lagi sambil mengusap pipi Mia yang sudah disentuh oleh Aldo.


Ternyata Arsen masih tidak bisa melupakan video itu, meskipun dia percaya kalau Mia tidak akan menghianatinya. Tapi rasa cemburu itu masih membuncah di dalam dadanya. Dia tidak ingin miliknya disentuh oleh pria lain.


Arsen lalu membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Mia.


Sore harinya.

__ADS_1


Mia terbangun dan sudah tidak mendapati suaminya di sampingnya. Dia segera melihat ponselnya, ternyata sudah pukul empat sore. Mia segera bangun dan membersihkan tubuhnya. Setelah semua selesai dan dia juga sudah terlihat santai dengan pakaian rumahannya Mia segera turun dan mencari suaminya.


"Bi, kelihatan mas Arsen nggak? "


"nggak ada neng, tuan Arsen belum turun kayaknya. "


"Masak sih bi, tapi di kamar nggak ada lho. "


"Beneran, bibi nggak lihat den Arsen turun dari tadi. "


Mia kembali naik ke atas dan mencari suaminya itu, mungkinkah dia balkon? atau di ruang kerja? Tapi setelah di cari-cari tidak ada. Akhirnya Mia mencarinya di rooftop. Ternyata sosok Arsen ada di sana. Dia tengah berdiri memandang ke arah depan.


Mia mendekat dan memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung kokoh Arsen. Arsen yang terkejut, segera menormalkan rasa terkejutnya.


"Kenapa di sini? aku mencarimu kemana-mana. " kata Mia yang masih bersandar manja di punggung suaminya.


Arsen tak bergeming dan masih menatap lurus ke depan.


Mia yang merasa Arsen tak meresponnya pun segera melepaskan pelukannya dan menatap punggung suaminya itu yang masih tegak berdiri kokoh di depannya.


Arsen berbalik dan menatap Mia dengan dingin. Melihat tatapan dingin dari suaminya Mia melangkah mundur, tidak seperti biasanya suaminya itu menatap dirinya dengan tatapan seperti itu.


"Kamu kenapa mas? " tanya Mia ragu.


Arsen tidak menjawab, dan melangkah meninggalkan Mia sendirian di rooftop.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?" tanya Mia pada dirinya sendiri.


Mia lalu segera meninggalkan rooftop itu, dan mengikuti Arsen. Dia masuk ke dalam kamarnya dan tidak melihat Arsen di sana, tapi terdengar suara gemericik air di kamar mandi. Bisa dipastikan Arsen sedang berada dikamar mandi sekarang. Dia akan menunggu sampai Arsen keluar dari kamar mandi dan akan bicara dengannya.


Arsen keluar kamar mandi dan melihat Mia tengah duduk dipinggir ranjang. Sepertinya dia sedang. menunggunya.


"Mas... kamu kenapa sih. " tanya Mia saat melihat Arsen sudah keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Tidak ada. " jawab Arsen singkat tanpa menoleh ke arah Mia.


"Mas... aku tidak suka keadaan seperti ini. Lebih baik kau katakan apa salahku dan kita bicara baik-baik dari pada diam membisu seperti ini. " ucap Mia dengan suara bergetar. Entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa lemah dan mudah sekali menangis.


Arsen menghela nafasnya saat mendengar suara Mia yang bergetar. Dia lalu duduk disamping Mia, posisi mereka kini saling berhadapan.


"Katakan padaku, apa yang kau lakukan tadi di kampus." tanya Arsen pada akhirnya.


"Apa yang aku lakukan? aku hanya belajar setelah itu aku pulang. "


"Bukan itu, katakan padaku sejujurnya apa yang kau lakukan di kantin bersama dengan teman priamu. "


Mata Mia terbelalak saat mendengarkan pertanyaan Arsen.


"Apa yang aku lakukan di kantin? Aku bersama dengan Aldo sedang menyelesaikan masalah kami. Memangnya kenapa?"


"Masalah apa? sampai harus berpegangan tangan dan dia mengusap air matamu segala? "


"Dari mana kamu tahu semua itu? apa kamu menyuruh orang mengikutiku? " tanya Mia dengan suara keras.


Entah kenapa dia merasa kesal saat mengira Arsen mengikutinya, padahal kemarin-kemarin Mia biasa saja saat tahu Arsen menyuruh beberapa orang untuk mengikutinya. Kini Dia seolah tidak memiliki privasi. Entahlah kenapa Mia lebih sensitif kali ini


"Memangnya, kenapa kalau aku mengikutimu. Apa kau keberatan. Kau sudah tahu kan kalau dari kemarin-kemarin aku menyuruh orang untuk mengawasimu agar kau tidak di bully siswa lainnya lagi. " jawab Arsen dengan ketus.


"Terserahlah, yang penting aku nggak ngapa-ngapain sama Aldo. "


"Mia, haruskah aku mengingatkan statusmu sekarang? Sekarang kau adalah istriku. Semua orang di kampus itu tau kalau kau adalah istriku. Apa kau tidak pernah berfikir kalau perbuatanmu tadi itu bisa mencoreng reputasimu dan reputasiku. Apa kata orang, jika istri Arsen dekat dengan pria lain. Apa kau tidak memikirkan itu? " bentak Arsen di akhir kalimatnya. Lalu dia meninggalkan Mia begitu saja di kamar.


Mia langsung terkejut mendengarkan bentakan Arsen. Seumur-umur baru kali ini dia mendapatkan bentakan keras dari seseorang, Apa lagi orang itu adalah orang yang dia cintai. Pertahanan Mia langsung runtuh seketika setelah mendapatkan bentakan seperti ini dari suaminya.


Jika memang dirinya salah, tidak bisakah Arsen bersikap baik dan bicara baik-baik dengannya. Jangan asal marah dan membentaknya seperti ini.


Mia enggan beranjak dari kamarnya, dia kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan tidur meringkuk sambil menangis dan entah karena kelelahan akhirnya dia ketiduran sampai melewatkan makan malam.

__ADS_1


Arsen entah pergi kemana, dia tidak kembali setelah bertengkar dengan Mia.


Bi Mar yang tidak tahu apa-apa hanya mendesah saat makan malam yang dia buat dengan susah payah tidak ada yang menyentuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada pasangan suami istri itu?


__ADS_2