Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Mengusir Pelakor


__ADS_3

Amel???


Sebuah nama yang sangat di kenali oleh Mia dan akan selalu Mia ingat. Sebuah nama yang sudah membuat Arsen, suaminya tersakiti hingga jatuh ke lembah hitam.


Dan sekarang apa dia bilang?


Calon istri?


Calon nyonya di rumah ini?


Kekasih Arsen?


Mimpi!!!!


Mia langsung melepaskan tangan Sisie, dan berjalan menghampiri wanita bernama Amel itu.


Dan...


Plakkk....


Sebuah tamparan Mia daratkan di pipi mulus Amel. Sisie yang melihat itu langsung membulatkan matanya. Mia... benarkah ini sahabatnya? Kenapa jadi barbar seperti ini?


"Hei... Kau apa yang kau lakukan, hah. " Amel langsung berdiri dan menunjuk wajah Mia dengan jari telunjuknya.


Mia tersenyum sinis. "Itu hadiah, karena kau sudah meninggalkan Arsen, demi pria lain. "


Plakkk...


Sebuah tamparan dia daratkan lagi di pipi satunya.


" Hei..." teriak Amel lagi.


"Dan itu hadiah, karena kau sudah membuat Arsen menjadi seorang Gay dan tidak mau membuka hatinya untuk wanita lain. "


"Kau tidak tahu bagaimana hancurnya Arsen, semua itu karena kau wanita ja*ang. Sekarang kau datang mengaku-ngaku menjadi calon nyonya, calon istri, bahkan kekasih Arsen. Dalam Mimpimu, nona Amel. "


Amel tertegun setelah mendengarkan apa yang dia dengar dari mulut Mia. Dari mana wanita ini tahu semua tentang dirinya dan Arsen. Dan benarkah apa yang sudah Mia katakan barusan. Benarkah apa yang sudah dia dengar ini? Arsen menjadi seorang Gay, karena rasa sakit hatinya pada dirinya???


"Kau... siapa kau sebenarnya? Dari mana kau tahu semua ini. "


"Dia adalah istriku. " ucap seseorang dari arah ruang tamu dengan lantang.


"Mas... "


Mia langsung berlari berhambur ke pelukan suaminya yang merentangkan tangannya untuk menyambut Mia. Mereka berdua berpelukan di depan wanita tidak tahu malu seperti Amel.


"Arsen... sayang. Aku merindukanmu. " kata Amel dengan tidak tahu malu dan ingin mendekati Arsen.


Namun tangan Arsen langsung memberi isyarat untuk berhenti.


"Kenapa kau datang ke rumahku , hah... " bentak Arsen kepada wanita tidak tahu malu itu.


"Arsen, sayang. Sudah ku katakan aku sangat merindukanmu. Aku sudah bercerai dengan suamiku, dan sekarang aku ingin kembali kepadamu. Aku mohon kembalilah padaku. "

__ADS_1


"Cih.... percaya diri sekali. Memangnya siapa yang mau dengan barang bekas, sedangkan aku sudah mendapatkan yang masih tersegel. " ucap Arsen sambil merapikan rambut Mia yang berantakan lalu mengecupnya sekilas.


"Apa maksudmu Arsen? " bentak Amel


"Dia adalah istriku, dan aku mendapatkannya dalam keadaan tersegel dan aku yang sudah membuka segelnya. Dan pantang bagiku memungut barang bekas sepertimu. Apalagi kau sudah menyakitiku begitu dalam, dan sekarang dengan percaya dirinya kau ingin kembali padaku. Dalam mimpimu nona, Amel. "


Sebuah ucapan yang sama, yang diucapkan pasangan suami istri itu.


"Sekarang pergi dari rumahku, dan jangan coba-coba menginjakkan kakimu lagi di rumahku atau perusahaan ku. Karena aku sudah muak melihat wajah wanita tidak tahu diri sepertimu. " bentak Arsen pada Amel.


Amel terjingkat kaget mendapatkan bentakan dari Arsen. Bagaimana bisa Arsen bersikap sekasar ini kepadanya. Padalah dulu Arsen adalah pria yang lembut dan penuh kasih sayang. Yang terpenting adalah, dulu Arsen sangat mencintainya. Tapi sekarang Iihatlah, hanya karena wanita itu Arsen berani membentaknya.


"Kenapa kau diam. Cepat keluar dari rumah ku. "


"Arsen... tidak kah kau ingat masa lalu kita yang indah? " Amel mencoba mendekati Arsen dan memegang tangannya.


Arsen langsung menepis tangan Amel yang sudah berani menyentuh tangannya.


"Dan apakah kau ingat, bagaimana kau menyakitiku dulu. " ketus Arsen sambil memeluk erat pinggang Mia.


Sisie hanya memperhatikan drama rumah tangga dan pelakor. Drama dalam kehidupan nyata.


"Kita bisa memulai dari awal lagi, Ars... Aku mohon kembalilah padaku. " kata Amel mengiba.


"Dalam mimpimu. "


"Harry....usir wanita ini dari rumahku. "


Teriakan Arsen menggema diseluruh penjuru ruangan bahkan terdengar sampai luar rumah. Harry yang mendengar panggilan dari Arsen pun langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dan menyeret Amel keluar dari rumah Arsen.


"Hei kau wanita, tunggu saja pembalasanku. " Ancam Amel sebelum dia menghilang dari pandangan semua orang yang berada di dalam rumah.


"Apa kau baik-baik saja? " tanya Arsen sambil memeriksa keadaan Mia.


"Aku baik, tapi mungkin dia yang tidak baik-baik saja karena mendapatkan dua kali tamparan dariku dan penolakan darimu. " Kata Mia sambil tersenyum.


"Kau menamparnya? Wah, hebat sekali istriku ini. "


"Iya saat aku tahu kalau wanita itu adalah Amel, amarahku langsung memuncak. "


"Hei, kalian berdua. Kalian anggap apa aku ini hah, pajangan doang disini? " ketus Sisie yang merasa diabaikan oleh Mia dan Arsen.


"Memang ya, kalau sudah bersama dunia serasa milik berdua. Yang lain numpang pipis doang. " Kata Sisie lagi.


Mia langsung berjalan mendekati sahabatnya itu, dan memeluknya.


"Maaf ya Sie, bukannya lupa. Tapi masih membahas yang tadi. " kata Mia merasa bersalah.


Sisie hanya memutar bola matanya malas.


"Dan makasih tadi udah belain aku, ngadepin mak lampir itu." Kata Mia lagi lalu melepaskan pelukannya.


Arsen mendekati mereka berdua lalu duduk di kursi yang tak jauh dari mereka duduk.

__ADS_1


"Apa saja yang dia katakan kepada kalian berdua?" tanya Arsen kemudian.


Mia menceritakan apa saja yang Amel katakan kepada mereka berdua. Arsen mendengarkan dengan seksama lalu menggelengkan kepalanya.


"Masih saja dia bermimpi. " gumam Arsen.


"Oh, iya. Kenapa mas Arsen tiba-tiba pulang? nggak seperti biasanya. "


"Ohhh, itu. Ada berkasku yang tertinggal. Karena itu aku kembali untuk mengambil berkas. Aku juga sudah memundurkan jadwal pertemuanmu setelah makan siang nanti. Karena itu aku pulang saja, Kepalaku pusing rasanya. " kata Arsen menjelaskan alasannya. Padahal bukan itu sebenarnya.


Flashback


Yang sebenarnya, Arsen akan menuju tempat pertemuan. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, disana tertera nama bi Mar pembantu di rumahnya. Jika bi Mar sampai menelponnya berarti ada masalah serius.


"Ada apa bi? "


"Ada seorang wanita tak dikenal masuk ke dalam rumah, tuan."


"Bisa kau tunjukkan foto atau gambar wanita itu? "


Bi Mar lalu mengambil foto Amel secara diam-diam lalu mengirimnya kepada Arsen.


Mata Arsen langsung membulat saat tau siapa wanita yang datang kerumahnya.


"Harry antar aku pulang Dan kau urus pertemuan kita. Kalau mereka mau kita undur sampai setelah makan siang, jika tidak mau ya sudah. Aku harus menyingkirkan lalat pengganggu di rumah. "


"Baik Tuan. " Harry hanya mematuhi perintah Arsen tanpa banyak bicara.


Flashback off


"Ooohhhh.... " Mia hanya membulatkan bibirnya mendengar cerita dari Arsen.


"Mas, kau punya hutang cerita padaku. " kata Mia kemudian.


"Cerita apa? " tanya Arsen karena lupa.


"Tentang Ben. "


Arsen baru ingat, tapi dia segera melihat jam dipergelangan tangannya.


"Maaf Mia tapi sepertinya tidak sekarang. Nanti malam saja aku bercerita. Masalah Ben, tak perlu kau hiraukan lagi. Lagi pula sekarang dia sedang mendapatkan teror pesan dari seseorang. " Kata Arsen lalu dia berdiri.


Mendengar itu, Mia dan Sisie tertawa cikikikan.


"Kalian kenapa? "


"Tidak apa-apa. " Jawab Mia tergesa.


"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai bertemu nanti sore. " Arsen lalu mencium pipi Mia dan melangkah keluar.


Namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Sisie.


"Tuan Arsen, jika bertemu dengan tuan Ben. Tolong sampaikan salamku kepadanya, ya. " teriak Sisie tanpa rasa malu sedikitpun

__ADS_1


Arsen menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan langkah nya.


__ADS_2