
Mia yang sudah sampai dirumahnya kini sedang mengobrol bersama Sisie di dapur. Satu persatu barang belanjaannya dia keluarkan dari tas belanjaan. Dan mencucinya di wastafel lalu menyimpannya di dalam kulkas. Sisie hanya memperhatikan apa yang dilakukan Mia saat ini, hingga mulutnya yang cerewet itu akhirnya bersuara.
"Mia, kamu sudah seperti ibu rumah tangga beneran deh." celetuk Sisie yang sejak tadi memperhatikan Mia.
"Tentu saja, kalau bukan ibu rumah tangga terus apa dong? Aku kan sudah menikah, sudah punya suami apalagi sudah melakukannya dengan suamiku. " ucap Mia dengan tersipu malu.
"Cih... iya... iya... yang sudah punya suami. "
Sisie lalu bangkit dari duduknya dan segera menyampirkan tasnya di pundak.
"Aku pulang dulu, takut suamimu keburu datang. "
Mia yang mendengar Kalau Sisie akan pergi menghentikan pekerjaannya, dan mengikuti langkah Sisie keluar rumah. Dan berhenti di samping mobil sahabatnya. Mia lalu memeluk Sisie sebelum pergi.
"Makasih ya, udah nganterin aku belanja hari ini. "
"Iya,biasa aja, kayak sama siapa aja kamu ini." Sisie melepaskan pelukan nya dan segera masuk ke dalam mobil.
"Aku balik dulu ya. Bye Mia, sampai ketemu besok."
"Makasih ya, Sie. " Mia melambaikan tangan, melepas kepergian Sisie.
Dia segera mengunci pagar rumah, dan masuk ke dalam. Menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.
Setelah semua seleai dan tertata rapi di kulkas Mia melihat jam di ponselnya ternyata sudah jam empat. Sebaiknya dia segera memasak makan malam untuk Arsen nanti.
Mia saat ini sedang memasak sayur sop, ayam goreng, telur dadar, tempe goreng dan sambal kecap. Makanan ini dirasa sangat pas untuk makan malam kali ini. Dia terus berkutat dengan alat dan bumbu dapur selama satu jam, hingga akhirnya makan malam pun terhidang sempurna di atas meja makan.
"Sudah beres. Aku mandi dulu, sebelum mas Arsen datang. "
Mia langsung naik ke lantai atas, menuju kamarnya untuk bersiap menyambut kedatangan Arsen. Setelah mandi dan memoles wajahnya dengan bedak tipis dan sedikit pewarna bibir, Mia lalu menyiapkan pakaian rumahan untuk Arsen diatas tempat tidur.
Saat dia menuruni anak tangga, Mia mendengar pintu pagar dibuka.
"Pasti mas Arsen."
Mia langsung berlari keluar untuk menyambut suaminya. Benar dugaannya yang datang adalah Arsen. Rumah ini ada tiga orang yang memegang kunci yaitu Arsen, dirinya dan mama Rima. Jadi kalau bukan Arsen yang datang, maka mama Rima yang datang.
Arsen keluar dari mobilnya, dan tertegun saat dihadapnya tiba-tiba berdiri seorang wanita cantik. Wanita cantik yang sudah mengobrak-abrik dunianya.
__ADS_1
"Mas Arsen sudah pulang? "
Sebuah pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Mia, tentu saja sudah pulang, saat ini dia berada di depan matamu, Mia.
Arsen yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum lalu merangkul bahu Mia mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Mas Arsen mau makan dulu, apa mau mandi dulu? " tanya Mia sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Mandi dulu, karena tubuhku sudah gerah. "
"Aku siapkan air hangat dulu. "
Mia hendak berlari mendahului Arsen tapi tangannya langsung di cekal oleh Arsen.
"Tidak usah, aku mandi air biasa saja. Tapi boleh aku minta sesuatu padamu?"
"Apa? "
"Buatkan aku jus buah. Buah apapun yang kamu beli tadi, tanpa susu dan sedikit gula. "
"Baiklah. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu, mas. Aku ke dapur dulu. "
"Iya, terima kasih. "
Setelah selesai membuat jus, Mia naik ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Saat sedang mencari ponselnya, lagi-lagi suara Arsen mengagetkannya.
"Sedang cari apa? " tanya Arsen yang sudah berada di belakang Mia.
"Ih, mas Arsen kenapa selalu mengagetkan aku sih. "
Mia langsung berbalik ke arah Arsen namun seketika wajahnya memerah saat melihat Arsen hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dan hanya menutupi tubuh bagian bawahnya saja. Sedangkan bagian atasnya tidak menggunakan apapun, Arsen dalam keadaan topless saat ini.
Aroma sabun yang tercium dihidung Mia, belum lagi rambut basahnya yang tercium aroma menthol yang menyegarkan, menandakan kalau Arsen baru saja selesai keramas. Air yang menetes dari rambutnya membasahi tubuh kekar berotot itu. Sungguh pemandangan yang membuat Mia tak berkedip dengan wajah yang sudah memerah.
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu, padahal semalam kau sudah melihat semuanya. Kenapa sekarang seperti anak perawan yang melihat tubuh lawan jenisnya. "
Celetukan Arsen itu membuat Mia tersadar dan langsung membalikkan tubuhnya.
"Tuh, ngapain juga berbalik. Barusan aja melotot nggak kedip lihatin tubuhku. " Arsen terus menggoda istrinya itu yang sedang salah tingkah.
__ADS_1
"Mas Arsen apaan sih, aku nggak lihat. "
"Benarkah? Nggak Lihat, tapi pipinya sampai merah gitu. "
"Mas Arsennn... " rengek Mia manja.
Arsen tertawa lebar saat mendengar Mia merengek seperti itu.
"Apa aku terlihat se*si dimatamu? "
"Mas, ih... apaan sih.. buruan pakai bajunya."
"Sebelumnya bantu aku mengeringkan rambut ku." pinta Arsen yang melemparkan handuk kecil di kepala Mia lalu duduk di sofa.
Mia yang merasa Arsen sudah tidak belakangnya pun segera berbalik, dan benar Arsen ternyata sudah duduk di sofa. Mia langsung mendekat dan menggosok-gosok kepala Arsen dengan lembut. Arsen menikmati setiap gerakan tangan Mia yang menggosok kepalanya.
Baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seeprti ini dari seorang wanita. Dan Arsen menikmatinya.
"Sudah mas. Lumayan kering. Sepertinya kita memerlukan hairdryer deh, buat ngeringin rambutku dan rambutmu. "
"Ide bagus. Akhir pekan ini kita jalan-jalan. " putus Arsen tanpa mendengarkan apakah Mia punya acara atau tidak.
Arsen segera menggunakan pakaian yang sudah disiapkan Mia sambil memandangi Mia yang sedang menutup pintu balkon.
"Wanita itu... kau sudah membuatku gila Mia. "
Arsen lalu mendekati Mia dan memeluknya dari belakang.
"Mas... apaan sih ini. Biasa nggak, nggak bikin aku kaget sehari aja. "
"Nggak bisa, karena aku suka sesuatu yang spontan. "
Arsen lalu membalikkan tubuh Mia dan tiba-tiba meraup bibir Mia yang sudah seperti candu baginya.
"Kenapa bibir ini manis sekali sih. " katanya setelah melepaskan tautan bibir nya.
Kemudian menciumnya lagi dengan lembut, menyesapnya dalam dan menikmatinya sesaat. Setelah tautan bibir itu terlepas, Arsen langsung memeluk tubuh Mia erat, seolah tidak ingin wanita itu pergi darinya.
Mia yang mendapatakan ciuman bahkan pelukan mendadak dari Arsen pun tidak bisa berkata apapun lagi. Dia hanya mengedip-ngedipkan matanya karena shock mendapatkan kejutan ini.
__ADS_1
Arsen mau menyentuhnya lagi hari ini, tidak hanya semalam. Apakah dia masih memiliki kesempatan untuk menarik Arsen kembali ke kehidupan normalnya? dan bisa mencintainya suatu hari nanti???
"Bolehkan aku berharap? "