Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Kehilangan Mia


__ADS_3

Setelah mengirimkan pesan itu kepada Arsen, Mia langsung memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam tas. Mulutnya tak hentinya mengumpati Arsen, dia terus saja mengomel. Mia merasa tak adil, saat dia ingin menyelesaikan masalah dengan sahabatnya, Arsen marah-marah hanya karena Aldo mengusap air matanya. Nah dia sendiri sampai cipika-cipiki seperti itu dengan wanita lain.


"Dasar egois... " Umpatnya.


Setelah memasukkan beberapa pakaian dan memenuhi tasnya, Mia segera mengambil dompet dan ponsel nya.


"Masih centang satu, itu artinya pesanku belum terkirim, dan dia belum membaca pesanku. Baguslah, selamat tinggal tuan Arsen. Yang penting aku sudah pamit kepadamu." Gumam Mia sambil menuruni anak tangga.


Bi Mar, yang sedang menyapu halaman merasa heran karena terlihat sekali tas yang berada di punggung Mia penuh sesak.


"Bi, aku ke kampus dulu, ya. " Mia mencium tangan Bi Mar dan memeluknya.


"Kok bawaannya banyak banget, neng. " tanya Bi Mar sambil memicingkan matanya.


"Iya nih bi, ada tugas kelompok nanti. Jadi bawaanku banyak. " ucap Mia, kemudian berlalu meninggalkan Bi Mar yang masih terbengong melihat ke arahnya.


Mia segera naik ojek online yang sudah datang, dan melambaikan tangannya kepada Bi Mar.


Mia berhenti di sebuah ATM dan mengambil uang agak banyak. Karena untuk minggat dia butuh uang yang banyak untuk bertahan hidup.


"Sepuluh juta dulu. " gumamnya setelah uang itu berada di tangannya.


Mia segera memesan taksi online. Kali ini dia ingin bersantai di dalam taksi menuju terminal.


"Akan aku lihat, jika kau mencariku itu artinya kau mencintaiku dan aku masih berharga untukmu. Tapi jika kau tidak mencariku, itu artinya kau tidak mencintaiku. Aku tidak akan pergi jauh, aku hanya ingin menjauh sesaat dari pandanganmu. Sampai kau datang menjemputku. " Mia terus bermonolog dalam hatinya.


Satu jam perjalanan Mia telah sampai di terminal. Dia akan naik bus menuju kampung halamannya.


**********


Di kampus Sisie dan Aldo menunggu Mia di pintu masuk, tapi sampai kelas akan dimulai Mia masih belum terlihat batang hidungnya. Bahkan di telpon pun tidak terhubung. Sebenarnya apa yang terjadi pada Mia?


"Udah deh, Do. Ayo masuk. " Sisie menarik tangan Aldo masuk ke dalam kampus.


Jujur saja mereka berdua khawatir dengan keadaan Mia, karena tadi Mia bilang kepada Sisie kalau dia akan masuk kuliah. Tapi sampai jam segini Mia belum sampai juga.


Beda dengan kedua sahabat Mia yang sedang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya. Arsen malah sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Tadi dia yang berangkat pagi ingin memeriksa ponselnya, tapi semua rencananya teralihkan saat berkas-berkas dimejanya yang menumpuk dan memanggilnya untuk segera di periksa.


Tepat saat makan siang, Harry masuk ke ruangan Arsen dengan membawa makan siang untuk bosnya itu.

__ADS_1


"Tuan, ini makan siangnya. "


"Terima kasih Harry. " Arsen segera duduk di sofa karena dia merasakan perutnya yang lapar.


Dengan lahap, Arsen segera memakan makanannya.


" Kamu tidak makan, Harry? "


"Sudah tuan, silahkan dihabiskan. "


Sebenarnya ada yang ingin Harry tanyakan kepada Arsen, tapi dia menunggu tuannya itu selesai menghabiskan makan siangnya.


"Apa ada yang ingin kau katakan? " tanya Arsen saat melihat asistennya itu tidak beranjak dari tempatnya.


"Iya tuan. Tapi saya menunggu anda selesai makan saja. "


"Tak perlu, katakan sekarang. "


Harry menghembuskan nafasnya. Semoga saja tuannya ini tidak melakukan hal konyol kepada istrinya.


"Tuan, kemarin saya sudah mengirimkan laporan tentang kejadian di kantin kampus nona Mia. Tapi saya cek sampai saat ini anda belum membaca laporan saya. " kata Harry terus terang.


Mendengar itu Arsen langsung tersedak. Dan dengan sigap Harry menyodorkan air mineral untuk atasannya itu.


"Ceritakan Harry, kemarin ponselku ketinggakan. dan lihatlah sekarang malah kehabisan daya. " ucap Arsen sambil mencarger baterai ponselnya.


Harry menghembuskan nafasnya, sepertinya akan terjadi sesuatu sebentar lagi.


"Jadi begini, tuan. Nona Mia memang membawa Aldo ke kantin untuk menyelesaikan masalahnya. Karena selama beberapa hari ini Aldo cuek kepada nona Mia. Nona Mia yang merasa tidak nyaman pun mengajak Aldo bicara. "


Harry menceritakan apa yang terjadi kemarin, melalui sumber informasi pengawal yang disuruh mengikuti Mia dan beberapa temannya disana. Tak lupa informasi dari Sisie, yang sangat mengejutkan.


"Aldo memang mencintai Mia, Tapi cintanya layu sebelum berkembang. Setelah mengetahui kalau Mia sudah menikah. Aldo merasa kecewa karena itu, dia mendiamkan Mia selama beberapa hari. Tapi dia masih berharap, jika Tuan Arsen menceraikan Mia, dia akan dengan senang hati menerima untuk menjadi teman hidupnya. " Ucap Harry menirukan ucapan Mia kemarin.


Mendengar itu mata Arsen langsung membola. Ternyata Aldo adalah musuh dalam selimut, dia memiliki perasaan cinta yang berkedok persahabatan.


Arsen segera mengaktifkan ponselnya yang sudah berisi beberapa daya. Banyak pesan masuk saat Arsen mengaktifkan ponselnya dari beberapa rekan bisnisnya, dari Harry, dan Dari Mia.


Arsen tidak membuka pesan dari lainnya, matanya tertuju pada nama Mia yang mengirimkan tiga pesan.

__ADS_1


Matanya melotot saat membaca pesan Mia yang mengatakan kalau dirinya munafik dan egois. Memangnya apa yang sudah dia lakukan kepada Mia.


Dengan tak sabaran Arsen membuka video yang dikirimkan Mia. Lagi-lagi matanya melotot saat melihat video itu. Kejadian semalam yang tiba-tiba dan tak bisa dia hindari, ada yang merekam dan dikirimkan kepada istrinya.


"Sial.... sebenarnya siapa yang ingin mencari gara-gara denganku. Dan ingin mengadu domba aku dengan istriku. " Wajah Arsen langsung memerah saat menyadari ini semua.


"Maaf tuan, dari nomor ponsel yang anda berikan kepada saya. Sepertinya itu milik nona Amel."


"Apa."


Harry mengangguk pasti.


"Kurang ajar, berani sekali dia. Harry, aku perintahkan kau mencari Amel dan singkirkan dia dari sini agar tidak mengganggu hidupku lagi. "


"Baik, tuan. "


Setelah kepergian Harry, Arsen pun segera beranjak, dia ingin pulang dan akan meminta maaf pada istrinya itu, karena sudah bersikap keras kepadanya semalam. Dan akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi semalam tentang video itu.


Setengah jam perjalanan akhirnya Arsen sampai di rumah. Dia segera mencari Mia ke kamarnya. Tapi mungkin dia lupa kalau jam segini Mia pasti masih kuliah.


"Mia...Mia..."


Teriakan Arsen memenuhi seluruh penjuru ruangan memanggil nama istrinya tapi tidak ada jawaban dari Mia.


"Bi... Bibi... Mia kemana? " tanya Arsen kepada pembantunya itu.


"Non Mia masih kuliah, Den. Belum pulang biasanya jam dua baru pulang. " jawab Bi Mar saat mendapatkan pertanyaan dari tuannya itu.


Arsen melihat ke arah jarum jam. Tiga puluh menit lagi jam dua, Arsen akan menunggu istrinya pulang. Ingin dia mendudukkan bokongnya diatas kursi. Tapi terdengar seseorang memencet bel pintu.


Bi Mar segera keluar membukakan pagar, diikuti Arsen dibelakangnya. Berharap Mia yang datang. Dia ingin sekali memeluk istrinya itu dan meminta maaf. Tapi, harapan hanya harapan yang datang malah Sisie dan Aldo.


"Mas Arsen, Mia mana? " tanya Sisie saat melihat Arsen juga keluar menemuinya.


"Bukannya tadi kuliah. Tadi kata Bi Mar, Mia berangkat kuliah. " ujar Arsen yang sudah merasa gusar.


"Iya tadi neng Mia bilang mau kuliah, dan tasnya penuh banget. Bibi sempat curiga. Tapi kata neng Mia katanya ada tugas kuliah, jadi bawa barang banyak." Kata Bi Mar menjelaskan kejadian tadi pagi.


"Al, apa ada tugas? " tanya Sisie pada Aldo yang satu kelas sama Mia.

__ADS_1


"Nggak Ada, kalau ada aku nggak akan pulang dan nyariin Mia bareng kamu. " Kata Aldo yang tiba-tiba merasa khawatir.


"Sial...." umpat Arsen tiba-tiba dan dia langsung masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2