Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Pembantu Baru


__ADS_3

"Mas... bagaimana dengan, Ben. " tanya Mia saat mereka sudah berada di atas tempat tidur.


"Tidak perlu memikirkannya. Dia akan menjadi urusanku. " kata Arsen.


"Apakah itu artinya kau adalah pria normal dan bukan gay seperti yang kau katakan?" tanya Mia lagi yang sedari tadi penasaran dengan ucapan papa dan mama mertuanya.


Arsen hanya tersenyum membalas pertanyaan Mia.


"Jawab, mas? " rengek mia sambil menggoyang-goyangkan lengan Arsen.


"Tak perlu kau pikirkan apakah aku gay atau tidak. Katamu, kau akan tetap bertahan di sampingku. walau status mu hanya sebagai kedok untuk menutupi kekurangan ku. " ucap Arsen yang menirukan ucapan Mia malam itu.


Mia menunduk dan melepaskan pelukannya yang melingkar di tubuh Arsen.


"Kenapa? " tanya Arsen saat merasakan pelukan Mia terlepas.


"Jadi, pernikahan kita akan tetap menjadi kedok? "


"Sudah jangan dipikirkan lagi, yang penting sekarang kau adalah istriku dan sudah tidak ada kontrak di antara kita. Sekarang tidurlah. "


Arsen kini ganti yang memeluk Mia, karena Mia sudah melepaskan pelukannya sejak tadi.




Pagi ini Mia dilarang pergi ke kampus oleh Arsen, melihat kaki Mia yang bengkak dan kesulitan untuk berjalan. Bahkan dia dilarang menyiapkan sarapan pagi ini. Karena Arsen sendiri yang akan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Hari ini Mia bebas tugas dari Arsen, bahkan semalam dia juga meminta Harry untuk mencarikannya seorang pekerja rumah tangga untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah.


Arsen akan meniru papa yang akan memanjakan istrinya. Karena sekarang sudah tidak ada kontrak diantara mereka. Dia juga akan membuat sebuah kamar lagi di lantai bawah sesuai usul mama, saat dia mengingat ucapan mama. Jika Mia hamil, tidak mungkin akan naik turun tangga.


Hamil...


Anak...


Bahkan Arsen tidak pernah membayangkannya selama ini.


Tapi Dia akan tetap membuat kamar pribadi untuk mereka nanti di lantai bawah.


Untuk kamar pekerja rumah tangganya, sudah ada di belakang yang dia jadikan gudang. Jadi mungkin dia akan menyuruh pekerjanya nanti untuk membereskan gudang terlebih dulu untuk kamarnya nanti.


Harry sudah menjemput Arsen dan saat ini sudah berada dirumahnya dengan seorang wanita paruh baya.


"Selamat pagi, tuan. "


"Pagi, Harry... Apa kau membawa yang aku minta."

__ADS_1


"Iya tuan. " Harry kemudian memberikan sebuah paper bag kepada Arsen.


"Terima kasih. " ucap Arsen sambil menerima paperbag dari Harry.


"Dan ini tuan, seorang pekerja rumah tangga yang sudah saya carikan untuk anda. Dia adalah saudara dari pekerja di rumah nyonya Rima. Yang sudah di siapkan nyonya Rima untuk bekerja disini. Karena nyonya tidak mudah mempercayai orang lain untuk bekerja di rumah ini." Harry menjelaskan dari mana dia mendapatkan wanita yang akan bekerja kepadanya.


Arsen menghela nafasnya mendengarkan penjelasan dari Harry. Mamanya kenapa selalu ikut campur? Tapi sudahlah, mungkin ini yang terbaik yang diberikan mamanya untuk keluarganya. Karena mencari pembantu rumah tangga itu memang gampang-gampang susah sekarang.


"Baiklah, siapa namamu bi? " tanya Arsen kepada pembantu rumah tangganya.


"Nama saya Mariati, tuan. " kata Bibi itu.


"Baiklah, saya akan memanggil mu dengan panggilan bi Mar. Perkenalkan ini adalah istriku, namanya Lamia, kami memanggilnya dengan Mia." Arsen memperkenalkan bi Mar kepada istrinya.


"Tugas bi Mar disini adalah membersihkan seluruh rumah kecuali kamar di lantai atas. Karena lantai atas adalah kamar pribadi kami. Jadi yang akan membersihkannya hanyalah istriku. Memasak juga menjadi tanggung jawab bibi kecuali saat aku menginginkan istriku masak untukku. "


"Baik tuan. Saya mengerti, tugas saya. "


"Baguslah."


"Hari ini tugas bi Mar, hanya membersihkan kamar tempat bibi tinggal nanti. Karena tidak pernah dipakai jadi aku menggunakan nya menjadi gudang. Aku harap bibi memakluminya. Nanti barang-barang bibi akan diganti dengan yang baru, aku akan mengirimnya nanti. "


"Baik tuan. "


"Nona Mia sakit? Sakit apa? " tanya bi Mar sedikit khawatir.


"Kemarin habis keserempet mobil, jadi jalannya masih kesulitan karena keseleo. "


"Ohh, baik tuan. "


Setelah menjelaskan semua pekerjaan pembantunya, Arsen kemudian berpamitan kepada Mia. Untuk bekerja.


"Ingat, istirahatlah. Jangan memegang pekerjaan apapun. " pesan Arsen.


Mia mengangguk dan tersenyum.


"Oh, iya aku lupa. Ini. " Arsen memberikan paperbag nya kepada Mia.


"Apa ini mas? "


"Ponsel, aku membelikanmu ponsel baru karena ponsel lamamu sudah pecah disana sini. Aku sudah menyuruh Harry untuk mensetting semuanya. Kamu hanya tinggal pakai saja. "


Mia langsung membuka paperbag itu, dan benar saja isinya ponsel keluaran terbaru seperti milik Arsen. Matanya langsung berbinar saat melihat ponsel itu.


"Terima kasih, mas. Tapi ini apa tidak terlalu berlebihan? ini ponsel mahal lho. " Mia merasa bahagia sekaligus ragu menerima ponsel itu. .

__ADS_1


"Tidak, anggap itu sebagai hadiah pertama dariku untukmu. "


Mia langsung berhamburan ke pelukan Arsen dan memberikan ciuman di kedua pipinya.


Pemandangan yang manis untuk para jomblo seperti Bi Mar dan Harry. Mereka hanya bisa memalingkan wajahnya melihat pemandangan itu.


Setelah kegiatan manis itu berakhir Arsen segera berangkat kerja. Namun dia tidak langsung ke perusahaan, melainkan ke kampus Mia. Dia akan membuat perhitungan dengan orang yang sudah membuat istrinya terluka.


"Kita ke kampus Harry. Aku akan membuat perhitungan dengan lalat pengganggu itu. " perintah Arsen.


"Baik tuan."


Harry segera melajukan mobilnya menuju kampus. Mereka sudah siap memberi perhitungan dengan bukti yang sudah mereka kantongi.


"Bersiaplah kalian. Kalian sudah salah memilih lawan. " gumam Arsen dengan rahang yang sudah mengeras.


Bahkan Harry sendiri tidak bisa berkutik jika melihat Arsen marah.


Di rumah, Mia benar-benar melakukan perintah Arsen dia hanya duduk di depan televisi sambil mengotak atik ponsel barunya.


"Aku tidak pernah berfikir atau bermimpi akan memiliki ponsel mahal seperti ini. Mas, Arsen benar-benar malaikat ku. " gumam, Mia sambil memeluka ponselnya.


"Aku mau minum dulu. "


Mia beranjak dari duduk nya dan berjalan perlahan menuju dapur untuk mengambil minum, sekaligus melihat apa yang sedang dilakukan bi Mar. Mia mengintip, dan ternyata bi Mar sedang mengeluarkan barang-barang dari kamar itu.


"Nona... apa yang nona lakukan? " tanya bi Mar saat melihat Mia melihatnya beres-beres.


"Enggak kok bi, cuma lihat kerjaan bibi aja. Kalau kakiku nggak sakit, aku akan bantu bibi. "


"Ya saya yang akan di marahi tuan Arsen nona. Jika anda ikut bersih-bersih. " kata Bi Mar dengan tersenyum hangat.


"Maaf ya bi... "


"Untuk apa anda minta maaf nona?" tanya bi Mar yang tidak mengerti dengan permintaan Maaf dari Mia.


"Maaf karena kamarnya kotor sekali. "


"Tidak apa-apa nona. Sudah tugas saya. Sekarang lebih baik anda pergi dari sini, karena banyak debu. " Bi Mar, lalu membawa Mia masuk ke dalam rumah. Dia tidak ingin di salahkan Arsen dihari pertamanya bekerja.


Kampus.


Arsen masuk ke dalam ruangan Dekan. Disana sudah ada dua pria paruh baya dan seorang Dekan yang berada disana. Mereka berdiri saat melihat siapa yang datang.


"Tuan Arsen... "

__ADS_1


__ADS_2