Istri Kontrak Tuan Gay

Istri Kontrak Tuan Gay
Kegalauan Sisie


__ADS_3

Arsen sudah bersiap akan pergi ke kantor, pagi ini. Dia melihat istrinya yang masih nyaman bergelung dibawah selimutnya, Mia sudah meminta ijin kepada suaminya kalau hari ini dia ingin bermalas-malasan. Tapi Arsen tidak mengijinkannya, jadinya Mia sedikit merajuk pagi ini.


"Sayang bangun, nanti kamu terlambat. Hari ini aku akan mengantarkanmu ke kampus dulu meminta izin untuk kuliah online kepada pihak kampus. Karena kau sedang hamil. " ucap Arsen pada akhirnya


Mendengar itu Mia langsung membuka selimutnya dan langsung terduduk.


"Benarkah, kau akan mengantarkan ku ke kampus, mas? " tanya Mia antusias.


"Iya, sudah cepat mandi. Aku akan menunggumu untuk sarapan bersama. "


"Baiklah." Mia langsung bangkit dan hendak berlari namun kata-kata Arsen mengurungkan niatnya.


"Ingat sedang hamil, jangan lari-larian. " kata Arsen mengingatkan.


Mia nyengir kuda ke arah Arsen dan berjalan menuju kamar mandi.


"Dasar. " Gumam Arsen sambil tersenyum.


Arsen lalu mengambilkan pakaian ganti untuk istrinya itu. Sebuah dress selutut berwarna navy menjadi pilihan Arsen. Dia tidak ingin menyiksa bayi yang berada di perut istrinya dengan pakaian ketat seperti celana jeans yang akan menyiksa perut Mia.


Sekitar sepuluh menit, berada di kamar mandi


Akhirnya Mia keluar dengan rambut basah, yang digulung dengan handuk.


"Sini aku bantu keringkan rambutmu. "


Arsen membantu istrinya bersiap. Dia rela bolak-balik dari rumahbke kampus, rumah dan kantor. Agar istrinya itu tidak datang lagi ke kampus. Dan cukup berdiam diri di rumah.


Akhirnya setelah siap, Mia dan Arsen segera berangkat ke kampus setelah sarapan pagi ini.


Di kampus jadi heboh setelah melihat mobil mewah terparkir di halaman kampus mereka jadi bertanya-tanya siapakah yang akan keluar dari mobil itu.


Akhirnya yang di tunggu-tunggupun keluar juga. Seorang pria tampan dengan jas yang menempel di tubuhnya dan kacamata yang bertengger di hidungnya keluar dari dalam mobil mewah itu.


Dia berlari kecil dan membukakan pintu samping sopir, lalu mengulurkan tangannya agar di sambut oleh si pemilik hati.


"Ohhh, ternyata Mia. Jadi itu pasti tuan Arsen pantas aja. " terdengar kasak kusuk dari beberapa mahasiswa yang melihat kedekatan mereka.


"tumben pakai dress Mia, biasanya juga celana jeans dan kaos oblong. "


”Kamu nggak lihat itu perut udah sedikit membuncit. Setahuku tubuh Mia kan tinggi semampai. Jadi buncit dikit pasti ketahuan."


"Jangan-jangan hamil? "


"Hust, jangan bicara aneh-aneh. Nanti juga kalau dia hamil pasti ketahuan kan? "


"Iya hamil juga ada suaminya. jadi apa salahnya? "


Kasak kusuk itu terdengar dari mulut beberapa orang yang ada di sana. Arsen lalu memberikan tatapan tajam kepada para penggosip itu,sehingga mereka langsung terdiam tidak berani berkomentar lagi.


Mereka berdua sudah berada di ruangan dosen. Arsen segera mengatakan apa maksud kedatangannya bersama Mia menghadap ke dosen itu. Setelah menjelaskan, akhirnya dosen itu pun mengerti.


"Baiklah tuan, Mia. Saya mengijinkan hal itu. Saya mengerti kekhawatiran anda tuan. Dan wajar saja karena ini adalah anak pertama anda. " kata Dosen Mia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih, Pak. " Ucap Arsen dan Mia bersamaan.


Mereka segera keluar, setelah mendapatkan ijin dari dosennya. Siapa sangka di luar ruangan Mereka berdua dikejutkan dengan kehadiran Sisie yang sedang menunggu mereka berdua.


"Mia... "


"Sisie.... "


Mereka berdua saling berpelukan melepaskan kerinduan. Arsen hanya memutar bola mata malas saat melihat mereka berdua seperti itu.


"Ngapain ke ruangan dosen?" Tanya Sisie penasaran.


"Minta ijin kuliah online. "


"Yaaah, nggak ke kampus dong. "


"Enggak, kamu kan tau Mia sedang hamil." ketus Arsen.


Sisie nyengir ke arah Arsen.


"Mas, Mia aku antar pulang ya. Mas Arsen bisa langsung ke kantor, nggak usah bolak balik. " pInta Sisie kepada suami sahabatnya itu.


Arsen memandang Mia dan Sisie bergantian. Tersirat tatapan penuh harap diwajah Mia. Tapi dia tidak berani bicara.


"Baiklah, dengan satu syarat. Setelah ini langsung pulang. Jangan mampir-mampir. Ngobrol nya di rumah saja oke. " Arsen mengijinkan tapi dnegan syarat.


"Okey."


Jawab mereka berdua bersamaan, tersirat kebahagiaan diwajah mereka berdua. Arsen tidak akan tega menghancurkan kebahagiaan mereka berdua.


"Siap, Bos. " jawab mereka bersamaan lagi.


Arsen menggeleng kan kepalanya melihat kekonyolan dua sahabat itu. Mia langsung mencium tangan Arsen dan Arsen mencium kening Mia. Setelah itu mobil mewah Arsen meninggalkan halaman kampus.


Mia dan Sisie segera menuju mobil Sisie untuk langsung mengantar ibu hamil itu pulang.


"Ada yang mau kamu ceritain ke aku? " tanya Mia saat Sisie hanya diam saja selama perjalanan.


"Iya... tapi kita ngobrol di rumahmu aja. "


"Okey."


Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, Sisie tidak mau mengambil resiko apalagi saat membawa ibu hamil bersamanya. Sepuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Mia.


Mereka langsung duduk di ruang tengah. Bi Mar yang tau majikannya datang dengan seorang temanpun langsung menyiapkan minuman dan camilan.


"Ada apa? Ooh, iya aku kok nggak lihat Aldo tadi. Kemana dia?" Tanya Mia saat mereka sudah duduk bersama.


"Dia sedang keluar kota, ngurusi restoran keluarganya yang ada di kota Surabaya. " jawab Sisie tak bersemangat.


"Kamu kenapa sih, kok dari tadi kayaknya lesu banget. " tanya Mia lagi saat melihat sahabatnya itu tak bersemangat.


"Ini Soal Ben."

__ADS_1


"Ben kenapa dia? '


"Aku sudah bertemu dengannya. "


"Apa? terus? "


Sisie menghela nafasnya dan menceritakan apa yang terjadi di pertemuan mereka empat hari yang lalu.


"Gila kamu Sie, nekat banget. " ucap Mia setelah mendengarkan curhatan sahabatnya.


"Kita harus nekat saat berhadapan dengan pria seperti itu, Mia. Kalau kita terlalu jaga image dia akan kabur. "


"Nah, sekarang kamu nekat aja Ben udah kabur duluan Sie." ledek Mia.


"Terus aku harus gimana, Mia? Apa aku harus ngelepasin Ben gitu aja? Dia itu cinta pertama ku Mia, aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. " kata Sisie sambil menenggelamkan kepalanya di bantal sofa.


"Sini aku bantu. Kamu punya foto mesra bareng cowok nggak? " tanya Mia sambil mengotak atik galeri posel Sisie.


"Cari aja sendiri. " jawab Sisie tak bersemangat


Mia terus menscroll foto-foto Sisie, nggak ada yang istimewa selain foto konyol mereka berdua dan bertiga bersama Aldo. Tapi ada satu foto bersama Aldo yang sedikit intim, dan bisa membuat orang salah sangka. Itu adalah foto saat Sisie ulang tahun, dan Aldo mencium Sisie saat memberikannya selamat.


"Aku ambil ini. " Mia mengirimkan foto itu keponselnya.


"Kamu ngapain aja sih. " tanya Sisie yang penasaran dengan sikap Mia.


"Kita kaan menguji perasaan Ben kepadamu, dengan foto ini. " Kata Mia menunjukkan foto yang baru saja dia kirim ke ponselnya.


"Maksudmu?" tanya Sisie penasaran.


"Nanti kau juga akan tau. Aku akan menghubungi suamiku dulu. Dan dengarkan baik-baik percakapanku dengan suamiku. Okey. "


Sisie mengangguk patuh.


Mia menghubungi suaminya dan memberi isyarat kepada suaminya untuk menjawab iya, tidak dan oke. Setelah itu Mia mengirimkan foto Sisie dan Aldo kepada suaminya.


Di kantor.


Arsen yang sedang mengadakan pertemuan dengan Ben, untuk membicarakan bisnis mereka tiba-tiba mendapatkan telpon dari istrinya. Dengan isyarat yang diberikan istrinya itu, Arsen patuh.


Setelah mendapatkan kiriman foto dari istrinya, Arsen tersenyum geli.


"Ada apa? " tanya Ben yang penasaran dari tadi melihat gelagat aneh dari sahabatnya itu.


"Ini, istriku mengirimkan foto sahabatnya yang katanya baru jadian dengan teman priany. Katanya dia habis patah hati, karena cintanya tidak terbalas. Akhirnya dia menerima cinta dari seseorang. Lumayan tampan sih orangnya. "


Deg...


Mendengar kata sahabat istrinya jantung Ben langsung berdetak kencang. Jangan-jangan....


Arsen menyodorkan ponselnya dan menunjukkan foto Sisie yang sedang di cium Aldo kepada Ben.


"lihatlah bukankah mereka berdua sangat menggemaskan. " pancing Arsen yang juga ikut rencana istrinya

__ADS_1


Melihat itu, sontak membuat mata Ben benar-benar membulat.


__ADS_2